4 Sosok Perempuan Mulia yang Mengasuh Baginda Nabi Muhammad SAW

loading...
4 Sosok Perempuan Mulia yang Mengasuh Baginda Nabi Muhammad SAW
Dalam sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW, selain ibu kandung yakni Aminah binti Wahab bin Abdulmanaf bin Zuhrah bin Kilab, didapati beberapa orang perempuan mulia yang menjadi sosok ibu asuhnya. Foto ilustrasi/ist
Bulan Rabiul Awal adalah bulan kelahiran Baginda Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam. Dalam sejarah kehidupannya, selain ibu kandung yakni Aminah binti Wahab bin Abdulmanaf bin Zuhrah bin Kilab, didapati beberapa orang perempuan mulia yang menjadi sosok ibu asuhnya. Siapa saja mereka dan bagaimana pula perannya?

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut 4 sosok ibu asuh Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, yakni:

1. Tsuwaibah

Tsuwaibah merupakan budak perempuan dari Abu Lahab, paman Rasulullah. Dirinya dimerdekakan setelah menyampaikan berita gembira mengenai kelahiran Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam

Tsuwaibah menyusui dan merawat Nabi Muhammad hanya dalam beberapa hari saja. Sebab, Abdul Muthalib dan Aminah ingin Nabi Muhammad SAW disusui oleh seorang Badui. Jadi, selagi menunggu perempuan dari pedesaan datang ke Makkah, Tsuwaibah menyusui Nabi Muhammad saat balita. Karena jasa Tsuwaibah tersebut, tidak heran jika Rasulullah menganggapnya sebagai ibu.

Baca juga: Perempuan yang Selalu Memuliakan Rasulullah

2. Halimah As-Sa’diyah

Halimah As-Sa'diyah adalah perempuan dari Bani Sa’ad ibn Bakr yang tinggal di daerah pedesaan dan menjadi ibu susu Muhammad SAW sampai berusia 6 tahun. Semasa tinggal bersama Halimah, Muhammad belajar kasih sayang dan bahasa arab yang fasih. Halimah juga menyusukan Hamzah bin Abdul Muthalib, sehingga paman Nabi itu adalah saudara susuan bagi Rasulullah. Halimah meninggal di Madinah dan dikuburkan di perkuburan Baqi’.

‘Amir ibn Watsilah al-Kinani berkata, aku melihat Nabi membagi-bagikan daging di Ji’ranah. Waktu itu usiaku masih kecil, aku membawa tulang-tulang unta. Sekonyong-konyong datanglah seorang perempuan tua mendekati Nabi SAW, lalu beliau menghentikan aktivitasnya, menghamparkan sorbannya, dan perempuan itu duduk di atasnya. Aku bertanya, siapakah perempuan ini? Beberapa orang sahabat menjawab, dialah ibu yang menyusuinya dulu. (HR. Abu Dawud)

3. Ummu Aiman

Ummu Aiman adalah ibu asuh Rasulullah SAW. Nama aslinya adalah Barakah binti Tsa'labah bin Amru bin Hishan bin Malik bin Salman bin Amru bin Nu'man al-Habsyiyah. Ia menjadi salah satu dari shahabiyah Rasulullah.

Barakah menjadi budak milik ‘Abdullah bin Abdul Muthalib, tidak lain ayah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam Setelah menikah dengan Ubaid bin Harits, ia dikaruniai seorang anak bernama Aiman. Kemudian, masyarakat pun memanggilnya dengan Ummu Aiman dan nama itulah yang banyak dikenal hingga kini.

Ketika Aminah wafat, Muhammad diasuh oleh Ummu Aiman di bawah pengawasan kakeknya Abdul Muthallib. Baginda Nabi disebut sering memanggilnya dengan sapaan Ummah (ibu). Bahkan Rasulullah sendiri pernah bersabda, "Ummu Aiman adalah ibuku setelah ibundaku". Ummu Aiman termasuk perempuan pertama yang masuk Islam.

4. Fatimah binti Asad

Fatimah binti Asad, istri dari Abu Thalib, paman Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Beliau adalah ibu angkat bagi Rasulullah SAW karena sesudah kakeknya meninggal, beliau tinggal dan diasuh oleh pamannya itu. Meski Abu Thalib tidak sempat mengucapkan syahadat, namun Fatimah binti Asad masuk Islam setelah suaminya meninggal. Beliau berbai’at dengan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam dan menjadi muslimah yang ikut hijrah ke Madinah.

Rasulullah sering mengunjungi dan memberi Fathimah berbagai hadiah yang menyenangkan hatinya. Rasulullah diliputi kesedihan saat Fathimah wafat. Sebagai bentuk kasih dan penghormatan, Rasulullah masuk ke liang kubur Fathimah. Beliau melepaskan gamisnya lantas diselimutkannya ke jenazah Fathimah, lalu merebahkan diri di dalam kubur di sisi Fathimah.

“Kupakaikan gamisku kepadanya supaya dia memakai pakaian surga. Aku merebahkan diri di sisinya agar dia diringankan dari siksa kubur. Selain Abu Thalib, tiada yang perlakuannya lebih baik terhadapku daripada dirinya,”tutur Rasulullah.

Rasulullah tidak ada beda perlakuan terhadap ibu kandung dan ibu angkat atau ibu asuh ini. Sungguh, tiada mudah mengasuh dan membesarkan anak. Kasih sayang, perhatian, memenuhi kebutuhannya adalah sebagian cara membalas jasa para ibu–ibu angkat, apalagi kandung–yang telah banyak berkorban demi kebahagiaan dan keberhasilan hidup seorang anak manusia.

Baca juga: Kisah Aminah Memberi Nama Bayinya Muhammad

Wallahu A'lam
(wid)
preload video