Raih Keutamaan Sepuluh Hari Akhir Ramadhan

Kamis, 14 Mei 2020 - 08:08 WIB
loading...
Raih Keutamaan Sepuluh...
Foto/Antara
A A A
JAKARTA - Bulan Ramadhan telah memasuki fase 10 hari terakhir. Fase akhir ini memiliki keutamaan, yakni Allah SWT akan membebaskan hambanya yang menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya dari api neraka. Pada 10 hari terakhir ini pula terdapat malam Lailatulkadar atau dikenal pula dengan malam seribu bulan.

Sebagaimana hadis Rasulullah SAW, “Inilah bulan yang permulaannya (10 hari pertama) penuh dengan rahmat, yang pertengahannya (10 hari pertengahan) penuh dengan ampunan, dan yang terakhirnya (10 hari terakhir) Allah membebaskan hamba-Nya dari api neraka.”

Karena itu, umat muslim seyogianya tidak menyia-nyiakan kesempatan pada sepuluh malam terakhir ini untuk meraup sebanyak-banyaknya pahala. Untuk mendapatkan keutamaan dibebaskan dari api neraka, umat muslim perlu memperbanyak ibadah. Selain ibadah wajib seperti puasa dan salat fardu lima waktu, juga mengerjakan salat-salat sunah, membaca Alquran, memperbanyak zikir, dan rajin berdoa.

Selain itu, ikhtiar lain untuk mendapatkan keutamaan sepuluh hari terakhir yakni bersedekah, dan berbuat baik kepada sesama. Namun, semua ibadah ini diimbau tetap dilakukan di rumah sebagaiamana protrokol kesehatan pemerintah demi menghindari penularan virus corona. (Baca: Bagaimana Cara Mandi Wajib yang Benar)

Ketua Ikatan Sarjana Quran Hadis Indonesia Ustadz Faozan Amar mengatakan, jika hari sebelum-sebelumnya ibadah yang dilakukan belum optimal, maka fase sepuluh hari akhir inilah momentum terbaik untuk mendulang pahala demi meraih ridha Allah SWT. "Jika puasa dari awal hingga saat ini belum maksimal maka gunakan kesempatan ini sebaik mungkin," kata Fauzan kepada KORAN SINDO kemarin.

Fauzan melanjutkan, dari riwayat A'isyah dituturkan bahwa Nabi Muhammad SAW selalu mengutamakan ibadah pada fase sepuluh akhir Ramadan ini bahkan hingga menjelang akhir hayatnya. Maka itu, kata dia, teruslah memperbanyak ibadah demi meraih pahala dan keberkahan puasa.

Pada sepuluh akhir Ramadhan ini umat mulsim juga biasanya mengerjakan iktikaf atau berdiam diri di masjid demi mendapatkan malam Lailatulkadar. Namun, karena pandemi korona, iktikaf di masjid tidak lagi memungkinkan. (Baca juga: Takjub dengan Diri Sendiri Bisa Membinasakan Umat Manusia)

"Jika pun tidak memungkinkan iktikaf di masjid maka opsi ibadah lain masih banyak yang bisa di kerjakan. Seperti membaca Alquran, bersedekah dan salat malam dengan tetap berada di rumah," ujar Sekretaris Lembaga Dakwah Khusus PP Muhammadiyah ini.

Fauzan menuturkan, puasa merupakan momentum berharga untuk belajar dan mengukur keimanan diri maka orang berpuasa memiliki tiga level. Pertama puasa hanya sekadar mampu menahan diri untuk tidak makan dan minum. Lalu kedua, berpuasa dan sudah mampu menahan diri dari hawa nafsu, dan ketiga belajar diri untuk taqarrub ila Allah dengan cara banyak ibadah.

"Pertanyaan, saat ini kita sudah sampai di level yang mana? Pantaskah kita mendapatkan kemenangan di hari Fitri nanti? Tentu hanya kita yang bisa mengukur diri untuk bisa menemukan jawabannya," jelasnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hawthah Al-Jindaniyah Habib Ahmad bin Novel Jindan mengatakan, berdasarkan riwayat Nabi Muhammad SAW senang menggandakan amal di bulan Ramadhan lebih dari bulan-bulan lain. “Pada masa sepuluh hari terakhir Ramadan, baginda Nabi lebih rajin lagi beramal dari pada seluruh bulan Ramadhan itu," kata yang menukil perkataan Al-Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad dalam Kitab An-Nasoih Ad-Diniyyah.

Dia menjelaskan, para ulama berkata, kemungkinan adanya Lailatulkadar itu berlaku pada malam-malam ganjil dari sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan. Karena itu, setiap mukmin harus menyiapkan diri mencari malam tersebut pada setiap malam pada malam-malam Ramadhan.

"Hendaklah untuk malam itu memperbanyak amal saleh. Apabila tidak saja malam Lailatul Qadar, ia tetap sibuk dengan amalannya, tekun berzikir kepada Allah Ta’ala, tidak lalai, atau lupa," kata Habib Ahmad sebagaimana dikutip dari laman http://alhabibahmadnoveljindan.org. (Neneng Zubaidah/Rusman Siregar)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Mengapa Zulhijjah Termasuk...
Mengapa Zulhijjah Termasuk Bulan Haram? Begini Penjelasannya
Puasa Itu, Rahasia antara...
Puasa Itu, Rahasia antara Kita dan Allah SWT Saja!
Sidang Isbat Jadi Penentu...
Sidang Isbat Jadi Penentu Awal Puasa 1447 H, Begini Penjelasan Kemenag
Hasil Falakiyah Ponpes...
Hasil Falakiyah Ponpes di Jatim Tetapkan Awal Ramadan 2026 Jatuh pada Kamis 19 Februari
Hari Ini Kemenag Gelar...
Hari Ini Kemenag Gelar Pemantauan Hilal dan Sidang Isbat Penentuan Awal Ramadan 2026
10 Dalil Tentang Puasa...
10 Dalil Tentang Puasa yang Wajib Diketahui Umat Muslim
Rekomendasi
Siapakah Penemu Kode...
Siapakah Penemu Kode Morse dan Alat Telegraf? Ini Jawabannya
AMOC Akan Runtuh, Kiamat...
AMOC Akan Runtuh, Kiamat Diprediksi Terjadi setelah Tahun 2050
Gara-gara Cheetos Jatuh...
Gara-gara Cheetos Jatuh Picu Kekacauan Ekosistem di Gua Terbesar di AS
Artikel Terkini
Sama-Sama Ibadah ke...
Sama-Sama Ibadah ke Tanah Suci, Apa Bedanya Haji dan Umrah?
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
Cerita Unik Khalifah...
Cerita Unik Khalifah Al-Mahdi: Bangun Insfrastruktur Makkah dan Tradisi Parfum di Masjidil Haram
Data Kemenhaj, 6.333...
Data Kemenhaj, 6.333 Jemaah Haji Kembali ke Tanah Air
6 Keistimewaan Masjidil...
6 Keistimewaan Masjidil Haram yang Jarang Diketahui Jemaah Haji
Menjaga Kemabruran Haji:...
Menjaga Kemabruran Haji: Inilah Amalan setelah Pulang dari Tanah Suci
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved