Kisah Sunan Gresik: Syahbandar itu Pionir Pendidikan Pesantren
Jum'at, 25 Desember 2020 - 08:35 WIB
loading...
A
A
A
Oleh karena itu, Dukut dkk. menulis, Syaikh Maulana Malik Ibrahim dijuluki sebagai ulama pionir yang menyebarkan Islam di tanah Jawa dengan menggunakan metode pendidikan pesantren.
Setelah selesai berdakwah di Desa Roomo beliau berdakwah di Desa Sembalo. Setelah dakwah di Desa Sembalo dirasa telah membuahkan hasil, maka selanjutnya Syaikh Maulana Malik Ibrahim pindah ke kota Gresik dan menetap di Desa Sawo.
Saat tinggal di Desa Sawo tersebut, Syaikh Maulana Malik Ibrahim membangun langgar (surau) yang hingga kini dikenal dengan Langgar Sawo. Langgar itu tidak hanya berfungsi sebagai tempat shalat. Tetapi lebih menyerupai sebuah pesantren sederhana untuk mendidik warga sekitar terutama generasi mudanya dengan ilmu-ilmu agama.(Baca juga: Sunan Kalijaga (4): Dari Pakaian Takwa Sampai Suluk Linglung )
Selanjutnya Raja Majapahit juga memberikan sebidang tanah di pinggiran kota Gresik, yang di kenal dengan nama Desa Gapura.
Sunyoto menyebut di Desa Gapura inilah Syaikh Maulana Malik Ibrahim membuka pesantren untuk mendidik kader-kader pemimpin Islam yang diharapkan dapat melanjutkan misinya, menyampaikan kebenaran Islam kepada masyarakat di wilayah Majapahit yang sedang mengalami kemerosotan akibat perang saudara. (Baca juga: Raden Said, Mengguncang Istana dengan Bacaan Al-Qur'an )
Setelah selesai berdakwah di Desa Roomo beliau berdakwah di Desa Sembalo. Setelah dakwah di Desa Sembalo dirasa telah membuahkan hasil, maka selanjutnya Syaikh Maulana Malik Ibrahim pindah ke kota Gresik dan menetap di Desa Sawo.
Saat tinggal di Desa Sawo tersebut, Syaikh Maulana Malik Ibrahim membangun langgar (surau) yang hingga kini dikenal dengan Langgar Sawo. Langgar itu tidak hanya berfungsi sebagai tempat shalat. Tetapi lebih menyerupai sebuah pesantren sederhana untuk mendidik warga sekitar terutama generasi mudanya dengan ilmu-ilmu agama.(Baca juga: Sunan Kalijaga (4): Dari Pakaian Takwa Sampai Suluk Linglung )
Selanjutnya Raja Majapahit juga memberikan sebidang tanah di pinggiran kota Gresik, yang di kenal dengan nama Desa Gapura.
Sunyoto menyebut di Desa Gapura inilah Syaikh Maulana Malik Ibrahim membuka pesantren untuk mendidik kader-kader pemimpin Islam yang diharapkan dapat melanjutkan misinya, menyampaikan kebenaran Islam kepada masyarakat di wilayah Majapahit yang sedang mengalami kemerosotan akibat perang saudara. (Baca juga: Raden Said, Mengguncang Istana dengan Bacaan Al-Qur'an )
(mhy)
Lihat Juga :