Memberi Kesenangan dan Bersenang-senang dengan Hati Suami
Kamis, 31 Desember 2020 - 15:05 WIB
loading...
A
A
A
“Manusia yang paling berat siksanya pada hari kiamat adalah orang yang menyerupakan dengan makhluk-makhluk Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Maksudnya yang menggambar itu dia merupakan makhluk-makhluk Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tidak boleh menggambar makhluk hidup dan itu dosa besar.
(Baca juga : Istri Abdullah bin Mas'ud dan Sedekahnya )
Akhirnya ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha berkata: “Maka kami jadikan kain gorden tersebut sebagai satu bantal atau dua bantal.”
Yang menjadi pelajaran dalam hadis ini adalah ‘Aisyah menginginkan jika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa sallam masuk ke dalam rumah, maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mendapati di dalam rumah sesuatu yang indah atau agar rumah tersebut dalam keadaan baik.
Maka seorang perempuan semestinya dia mempersiapkan rumah dan menertibkan rumah dan merapikan keadaan rumah tersebut sebagaimana dia juga semestinya mempersiapkan dirinya dengan persiapan yang sempurna dan bagus di dalam menyambut suaminya. Maka ini seluruhnya termasuk dari sifat-sifat yang terdapat di dalam sunnah Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa sallam untuk perempuan dan istri yang salehah.
Sekali lagi, semestinya seorang istri memperhatikan penampilannya di hadapan suaminya. Terutama apabila suaminya baru datang dari safar.
(Baca juga: Breaking News, Mantan Menteri Kehakiman Muladi Wafat )
Di zaman kita sekarang ini, seorang suami jika ingin pulang ke rumahnya maka hendaknya dia memberitahukan kepada istrinya agar istrinya bersiap-siap dan memperhatikan penampilannya di hadapan suaminya.
Termasuk dalil yang menunjukkan bahwa seorang istri juga membuat senang hati suaminya adalah hadis dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِنِسَائِكُمْ فِي الْجَنَّةِ؟قُلْنَا بَلَى يَا رَسُوْلَ الله كُلُّ وَدُوْدٍ وَلُوْدٍ، إِذَا غَضِبَتْ أَوْ أُسِيْءَ إِلَيْهَا أَوْ غَضِبَ زَوْجُهَا، قَالَتْ: هَذِهِ يَدِيْ فِي يَدِكَ، لاَ أَكْتَحِلُ بِغَمْضٍ حَتَّى تَرْضَى
Maksudnya yang menggambar itu dia merupakan makhluk-makhluk Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tidak boleh menggambar makhluk hidup dan itu dosa besar.
(Baca juga : Istri Abdullah bin Mas'ud dan Sedekahnya )
Akhirnya ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha berkata: “Maka kami jadikan kain gorden tersebut sebagai satu bantal atau dua bantal.”
Yang menjadi pelajaran dalam hadis ini adalah ‘Aisyah menginginkan jika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa sallam masuk ke dalam rumah, maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mendapati di dalam rumah sesuatu yang indah atau agar rumah tersebut dalam keadaan baik.
Maka seorang perempuan semestinya dia mempersiapkan rumah dan menertibkan rumah dan merapikan keadaan rumah tersebut sebagaimana dia juga semestinya mempersiapkan dirinya dengan persiapan yang sempurna dan bagus di dalam menyambut suaminya. Maka ini seluruhnya termasuk dari sifat-sifat yang terdapat di dalam sunnah Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa sallam untuk perempuan dan istri yang salehah.
Sekali lagi, semestinya seorang istri memperhatikan penampilannya di hadapan suaminya. Terutama apabila suaminya baru datang dari safar.
(Baca juga: Breaking News, Mantan Menteri Kehakiman Muladi Wafat )
Di zaman kita sekarang ini, seorang suami jika ingin pulang ke rumahnya maka hendaknya dia memberitahukan kepada istrinya agar istrinya bersiap-siap dan memperhatikan penampilannya di hadapan suaminya.
Termasuk dalil yang menunjukkan bahwa seorang istri juga membuat senang hati suaminya adalah hadis dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِنِسَائِكُمْ فِي الْجَنَّةِ؟قُلْنَا بَلَى يَا رَسُوْلَ الله كُلُّ وَدُوْدٍ وَلُوْدٍ، إِذَا غَضِبَتْ أَوْ أُسِيْءَ إِلَيْهَا أَوْ غَضِبَ زَوْجُهَا، قَالَتْ: هَذِهِ يَدِيْ فِي يَدِكَ، لاَ أَكْتَحِلُ بِغَمْضٍ حَتَّى تَرْضَى
Lihat Juga :