Hakikat Mimpi Menurut Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani
Sabtu, 09 Januari 2021 - 10:45 WIB
loading...
A
A
A
Misalnya, unta adalah hewan surga. Kuda sebagai hewan yang membawa tentara suci dalam peperangan menentang orang-orang kafir di sekelilingnya. Lembu jantan kepada Nabi Adam membajak tanah untuk ditanami gandum. Kambing biri-biri datangnya dari madu surga. Unta diciptakan dari cahaya surga, kuda dari selasih manis di dalam surga, biri-biri dari kunyit surga.
Baghal (hewan sejenis antara kuda dan keledai) menggambarkan suasana terendah seseorang yang menemui hati dan fikiran yang tenang. Apabila dia mimpikan baghal itu tandanya dia malas dalam melakukan ibadah sebab hawa nafsu badannya menahan, dan usaha ruhaninya tidak memberi hasil. Dia harus bertaubat dan melakukan kebajikan supaya mendapatkan hasil.
Keledai diciptakan dari batu surga dan diberikan untuk berkhidmat kepada Nabi Adam dan keturunannya. Keledai adalah lambang jasad dan keperluan kebendaan. Jasad adalah hewan yang membawa beban atau membawa ruh. Jika seseorang menjadi hamba kepada jasad dia adalah umpama orang yang memikul keledai di atas bahunya. Jadi, keledai melambangkan cara atau alat seseorang mengarahkan urusan akhiratnya di dalam dunia.
Sayyidina Ali radhiyallahu 'anhi berkata: "Jika aku tidak dibentuk oleh Tuhanku, aku tidak akan mengenal-Nya".
Kalam suci keluar dari lisan Imam Junaid Al-Baghdadi: "Tiada yang lain kecuali Allah di dalam jubahku". Terdapat rahasia-rahasia besar di dalam peringkat seperti ini yang dicapai oleh manusia sempurna. Terlalu sukar untuk menerangkannya dan terlalu panjang untuk menguraikannya. Ia hanya berkaitan dengan mereka yang menghabiskan hidupnya mengejar ilmu batin.
Untuk membentuk ruhani yang sempurna, seseorang memerlukan bimbingan dan teladan guru yang masih hidup. Guru-guru yang menjadi pembimbing adalah para Nabi dan orang-orang yang Allah warisi kebijaksanaan Para Nabi. Melalui pengajaran mereka, hati seseorang akan diterangi cahaya.
Guru yang masih hidup mestilah mereka yang tersambung dengan Nabi صلى الله عليه وسلم. Yaitu jika dia benar-benar pewaris Nabi, dia diajarkan untuk menjadi hamba Allah yang sabar. Para guru inilah yang menjadi wasilah dalam meniti jalan kebahagiaan.
(Baca Juga: Syarat Melakukan Zikir Menurut Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani)
Wallahu A'lam
Baghal (hewan sejenis antara kuda dan keledai) menggambarkan suasana terendah seseorang yang menemui hati dan fikiran yang tenang. Apabila dia mimpikan baghal itu tandanya dia malas dalam melakukan ibadah sebab hawa nafsu badannya menahan, dan usaha ruhaninya tidak memberi hasil. Dia harus bertaubat dan melakukan kebajikan supaya mendapatkan hasil.
Keledai diciptakan dari batu surga dan diberikan untuk berkhidmat kepada Nabi Adam dan keturunannya. Keledai adalah lambang jasad dan keperluan kebendaan. Jasad adalah hewan yang membawa beban atau membawa ruh. Jika seseorang menjadi hamba kepada jasad dia adalah umpama orang yang memikul keledai di atas bahunya. Jadi, keledai melambangkan cara atau alat seseorang mengarahkan urusan akhiratnya di dalam dunia.
Sayyidina Ali radhiyallahu 'anhi berkata: "Jika aku tidak dibentuk oleh Tuhanku, aku tidak akan mengenal-Nya".
Kalam suci keluar dari lisan Imam Junaid Al-Baghdadi: "Tiada yang lain kecuali Allah di dalam jubahku". Terdapat rahasia-rahasia besar di dalam peringkat seperti ini yang dicapai oleh manusia sempurna. Terlalu sukar untuk menerangkannya dan terlalu panjang untuk menguraikannya. Ia hanya berkaitan dengan mereka yang menghabiskan hidupnya mengejar ilmu batin.
Untuk membentuk ruhani yang sempurna, seseorang memerlukan bimbingan dan teladan guru yang masih hidup. Guru-guru yang menjadi pembimbing adalah para Nabi dan orang-orang yang Allah warisi kebijaksanaan Para Nabi. Melalui pengajaran mereka, hati seseorang akan diterangi cahaya.
Guru yang masih hidup mestilah mereka yang tersambung dengan Nabi صلى الله عليه وسلم. Yaitu jika dia benar-benar pewaris Nabi, dia diajarkan untuk menjadi hamba Allah yang sabar. Para guru inilah yang menjadi wasilah dalam meniti jalan kebahagiaan.
(Baca Juga: Syarat Melakukan Zikir Menurut Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani)
Wallahu A'lam
(rhs)
Lihat Juga :