Leluasa di Dunia dan Bahagia di Akhirat
Selasa, 12 Januari 2021 - 08:56 WIB
loading...
A
A
A
(Baca juga: Khasiat Vaksin Sinovac Capai 65% )
Hal-hal semacam ini selain menimbulkan kegelisahan, juga tidak akan memberikan keberkahan. Dan, yang lebih berat lagi adalah Allah tidak ridha. Sungguh merugi orang yang demikian.
Tetapi, tentu tidak sedikit pula orang yang bisa menjadikan dunia ini benar-benar sebagai jalan baginya untuk mengejar rida Allah SWT. Ada yang kaya raya, tapi dengan kekayaannya itu ia semakin dekat dengan Allah. Ada juga yang menduduki jabatan tinggi, yang dengan jabatannya itu ia menetapkan keputusan dan menjalan kebijakan yang sejalan dengan apa yang Allah ridai. Ada yang punya popularitas besar, yang dengannya ia menebarkan inspirasi positif untuk mengajak lebih banyak orang semakin dekat dengan Allah.
(Baca juga: Merger Unicorn Harus Dongkrak Penjualan Produk Lokal )
Masya Allah! Inilah orang-orang beruntung itu. Dunia yang hanya persinggahan sementara ini benar-benar tidak mereka sia-siakan. Betapa menyesalnya mereka jika ada waktu yang terlewati secara sia-sia. Betapa nelangsanya mereka jika sadar ternyata ada kesempatan beramal saleh yang terlewatkan. Imam Ali bin Abi Thalib pernah menasihatkan,“Ketahuilah, dunia ini akan ditinggalkan di belakang. Sedangkan akhirat akan ditemui di depan. Dunia dan akhirat tersebut memiliki bawahan. Jadilah budak akhirat dan janganlah jadi budak dunia. Hari ini (di dunia) adalah hari beramal dan bukanlah hari perhitungan. Sedangkan besok (di akhirat) adalah hari perhitungan dan bukanlah hari beramal lagi.”
(Baca juga: Fitur-Fitur Baru Telegram yang Bikin WhatsApp Jadi Anak Kemarin Sore )
Semoga kita termasuk orang-orang yang memperolah keberuntungan sejati. Yakni mereka yang leluasa di dunia, bahagia di akhirat.Aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin. Wallahu A'lam
Hal-hal semacam ini selain menimbulkan kegelisahan, juga tidak akan memberikan keberkahan. Dan, yang lebih berat lagi adalah Allah tidak ridha. Sungguh merugi orang yang demikian.
Tetapi, tentu tidak sedikit pula orang yang bisa menjadikan dunia ini benar-benar sebagai jalan baginya untuk mengejar rida Allah SWT. Ada yang kaya raya, tapi dengan kekayaannya itu ia semakin dekat dengan Allah. Ada juga yang menduduki jabatan tinggi, yang dengan jabatannya itu ia menetapkan keputusan dan menjalan kebijakan yang sejalan dengan apa yang Allah ridai. Ada yang punya popularitas besar, yang dengannya ia menebarkan inspirasi positif untuk mengajak lebih banyak orang semakin dekat dengan Allah.
(Baca juga: Merger Unicorn Harus Dongkrak Penjualan Produk Lokal )
Masya Allah! Inilah orang-orang beruntung itu. Dunia yang hanya persinggahan sementara ini benar-benar tidak mereka sia-siakan. Betapa menyesalnya mereka jika ada waktu yang terlewati secara sia-sia. Betapa nelangsanya mereka jika sadar ternyata ada kesempatan beramal saleh yang terlewatkan. Imam Ali bin Abi Thalib pernah menasihatkan,“Ketahuilah, dunia ini akan ditinggalkan di belakang. Sedangkan akhirat akan ditemui di depan. Dunia dan akhirat tersebut memiliki bawahan. Jadilah budak akhirat dan janganlah jadi budak dunia. Hari ini (di dunia) adalah hari beramal dan bukanlah hari perhitungan. Sedangkan besok (di akhirat) adalah hari perhitungan dan bukanlah hari beramal lagi.”
(Baca juga: Fitur-Fitur Baru Telegram yang Bikin WhatsApp Jadi Anak Kemarin Sore )
Semoga kita termasuk orang-orang yang memperolah keberuntungan sejati. Yakni mereka yang leluasa di dunia, bahagia di akhirat.Aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin. Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :