Syekh Ali Jaber, Ahli Qur'an yang Pernah Jadi Guru Tahfizh di Masjid Nabawi
Kamis, 14 Januari 2021 - 12:07 WIB
loading...
A
A
A
Kisah beliau menjadi imam Tarawih di Masjid Sunda Kelapa Jakarta Pusat bermula saat melaksanakan shalat Maghrib di masjid itu. Seusai shalat, ada salah seorang pengurus masjid memintanya untuk menjadi imam shalat Tarawih di Masjid Sunda Kelapa, karena saat itu hampir mendekati bulan Ramadhan. Sejak itulah ia terus mendapat kepercayaan masyarakat di sejumlah tempat di Indonesia.
Demi menunjang komunikasinya dalam berdakwah, Syekh Ali Jaber pun mulai belajar bahasa Indonesia. Sebagai seorang hafizh, Syekh Ali memang begitu menginginkan agarbanyak di antara umat Islam Indonesia juga dapat hafal Al-Qur'an.
Beliau ingin menjadi khadimul Qur'an, pelayan Al-Qur'an, yang mengabdikan dirinya untuk mengajarkan Al-Qur'an. Menurutnya, semua bisa hafal Al-Qur'an, bahkan hafal Al-Qur'an itu mudah. Yang sulit adalah mengamalkannya.
Keinginannya itu kian terbuka lebar untuk diwujudkan. Sebagai pengajar tahfizh Al-Qur'an di Islamic Centre Cakranegara, Lombok dan berdakwah melalui media bersama Ustadz Yusuf Mansur dalam program "Nikmatnya Sedekah" di salah satu stasiun televisi swasta, dan Indonesia Menghafal.
Tahun 2009-2010, Syekh Ali mendatangkan keluarganya untuk membantu program menghafal Al-Qur'an di Indonesia. Kesebelas adiknya, baik yang laki-laki maupun perempuan, juga hafal Al-Qur'an. Kini ia baru menyadari manfaat didikan orangtuanya yang keras dalam mengajarkan agama. Sekaligus Syekh Ali benar-benar merasakan manfaatnya dalam belajar Al-Qur'an.
"Saya merasa bersyukur atas pendidikan yang diberikan orangtua kepada saya," katanya. Beliau berharap bisa bermanfaat untuk umat Islam dan juga untuk dirinya sendiri, danmeraih ridha Allah. Syekh Ali Jaber juga merasa bersyukur bisa begitu diterima semua kalangan di Indonesia. Dakwahnya yang sejuk dan lugas disukai banyak kalangan.
Syekh Ali Jaber menguasai banyak ilmu Al-Qur'an dan Hadis serta ilmu hikmah sehingga membuatnya dikenal dan memiliki banyak jamaah. Beliau benar-benar sangat perhatian terhadap Al-Qur'an. Kini, Indonesia kehilangan guru sekaligus ulama faqih. Umat Islam berduka karena ilmu terangkat (hilang) dengan wafatnya para ulama. Semoga Allah menyayangi Syekh Ali Jaber. Al-Faatihah.
Baca Juga: Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia dalam Keadaan Negatif Covid-19
![Syekh Ali Jaber, Ahli Qur'an yang Pernah Jadi Guru Tahfizh di Masjid Nabawi]()
Sumber:
Mengenal Syekh Ali Jaber Lebih Dekat - Yayasan Syekh Ali Jaber
Demi menunjang komunikasinya dalam berdakwah, Syekh Ali Jaber pun mulai belajar bahasa Indonesia. Sebagai seorang hafizh, Syekh Ali memang begitu menginginkan agarbanyak di antara umat Islam Indonesia juga dapat hafal Al-Qur'an.
Beliau ingin menjadi khadimul Qur'an, pelayan Al-Qur'an, yang mengabdikan dirinya untuk mengajarkan Al-Qur'an. Menurutnya, semua bisa hafal Al-Qur'an, bahkan hafal Al-Qur'an itu mudah. Yang sulit adalah mengamalkannya.
Keinginannya itu kian terbuka lebar untuk diwujudkan. Sebagai pengajar tahfizh Al-Qur'an di Islamic Centre Cakranegara, Lombok dan berdakwah melalui media bersama Ustadz Yusuf Mansur dalam program "Nikmatnya Sedekah" di salah satu stasiun televisi swasta, dan Indonesia Menghafal.
Tahun 2009-2010, Syekh Ali mendatangkan keluarganya untuk membantu program menghafal Al-Qur'an di Indonesia. Kesebelas adiknya, baik yang laki-laki maupun perempuan, juga hafal Al-Qur'an. Kini ia baru menyadari manfaat didikan orangtuanya yang keras dalam mengajarkan agama. Sekaligus Syekh Ali benar-benar merasakan manfaatnya dalam belajar Al-Qur'an.
"Saya merasa bersyukur atas pendidikan yang diberikan orangtua kepada saya," katanya. Beliau berharap bisa bermanfaat untuk umat Islam dan juga untuk dirinya sendiri, danmeraih ridha Allah. Syekh Ali Jaber juga merasa bersyukur bisa begitu diterima semua kalangan di Indonesia. Dakwahnya yang sejuk dan lugas disukai banyak kalangan.
Syekh Ali Jaber menguasai banyak ilmu Al-Qur'an dan Hadis serta ilmu hikmah sehingga membuatnya dikenal dan memiliki banyak jamaah. Beliau benar-benar sangat perhatian terhadap Al-Qur'an. Kini, Indonesia kehilangan guru sekaligus ulama faqih. Umat Islam berduka karena ilmu terangkat (hilang) dengan wafatnya para ulama. Semoga Allah menyayangi Syekh Ali Jaber. Al-Faatihah.
Baca Juga: Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia dalam Keadaan Negatif Covid-19

Sumber:
Mengenal Syekh Ali Jaber Lebih Dekat - Yayasan Syekh Ali Jaber
(rhs)
Lihat Juga :