Sifat Tawadhu Jalan Menuju Kedudukan Mulia

loading...
Sifat Tawadhu Jalan Menuju Kedudukan Mulia
Sebagai seorang muslimah yang baik, tentu kita harus senantiasa bersikap tawadhu ini agar termasuk ke dalam golongan orang yang bertakwa kepada Allah Taala. Foto ilustrasi/ist
Tawadhu atau rendah hati merupakan sebuah akhlak dalam Islam yang tergolong ke dalam akhlak terpuji . Tawadhu dalam Islam berarti seseorang menempatkan dirinya lebih rendah di hadapan Allah dan hamba-hamba Allah Subhanahu wa ta'ala.

Firman Allah Ta’ala :

وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

“ Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman “.(QS Asy-Syu'ra : 215)



Baca juga: 5 Resep Penenang Hati Cara Rasulullah

Seperti yang kita tahu, segala perkara yang ada dalam Islam pasti memiliki keutamaan dan keburukan bagi yang melakukannya, dan dalam perkara rendah hati, seseorang yang melakukan atau memiliki sikap rendah akan mendapatkan beberapa keutamaan dari sikap rendah hati.

Rasulullah Shallallaahu’alaihi wa sallam adalah teladan utama dalam sikap rendah hati. Ketawadhu’an beliau ketika bergaul, berinteraksi dengan sahabatnya, tanpa pernah menghinanya. Jaminan surga kepada beliau tak menghalanginya untuk selalu memperbanyak doa, salat, puasa dan amal saleh lainnya. Rasulullah juga senantiasa memotivasi umatnya untuk terus memperbaiki hatinya, memperbanyak ilmu, meningkatkan kualitas iman dan amal saleh sampai meninggal dunia.



Baca juga: Kaum Perempuan Dalam Bahaya Besar!

Dalam syariat Islam, ada beberapa keutamaan rendah hati ini, yakni :

1. Akan memberikan jalan menuju surga

Rasulullah SAW. bersabda : “Tidak akan masuk surga siapa yang dalam hatinya terdapat kesombongan walaupun hanya sebesar zarrah.” (HR Muslim)

2. Mencegah agar tidak sombong

Allah mencela orang yang sombong. Dalam firman Allah Ta'ala disebutkan:

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ مَن كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا...."

".....Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri," (QS An-Nisa : 36)

Baca juga: Syarat Sempurnanya Iman dengan Mencintai Sesama Saudara Muslim

Kemudian hadis Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

“Dan Allah mewahyukan kepadaku agar kalian saling merendah diri agar tidak ada seeorang pun yang berbangga diri pada yang lain dan agar tidak seorang pun berlaku zhalim pada yang lain.” (HR. Muslim)
halaman ke-1 dari 2
cover top ayah
وَاِذَا مَسَّ الۡاِنۡسَانَ الضُّرُّ دَعَانَا لِجَنۡۢبِهٖۤ اَوۡ قَاعِدًا اَوۡ قَآٮِٕمًا ۚ فَلَمَّا كَشَفۡنَا عَنۡهُ ضُرَّهٗ مَرَّ كَاَنۡ لَّمۡ يَدۡعُنَاۤ اِلٰى ضُرٍّ مَّسَّهٗ‌ؕ كَذٰلِكَ زُيِّنَ لِلۡمُسۡرِفِيۡنَ مَا كَانُوۡا يَعۡمَلُوۡنَ
Apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu darinya, dia kembali ke jalan yang sesat, seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk menghilangkan bahaya yang telah menimpanya. Begitulah, orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang mereka kerjakan.

(QS. Yunus:12)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video