Begini Doa Harian yang Diajarkan Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani
Selasa, 19 Januari 2021 - 18:38 WIB
loading...
A
A
A
Pikirkanlah kaum Muslim, dan jangan berburuk niat kepada mereka, entah dalam hati, ucapan atau tindakan.
Doa tujuh kali
Doakanlah orang yang telah menzalimimu , dan takwalah kepada Allah Yang Mahakuasa lagi Mahaagung. Wajib bagimu makan segala yang dihalalkan, dan bertanyalah, tentang yang tak kau ketahui, kepada orang yang memiliki ma’rifat.
Baca juga: Bolehkah Wali Mengumpat Seseorang? Ini Jawaban Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani
Berbaiklah senantiasa terhadap Allah Yang Mahakuasa lagi Mahaagung. Bersamalah dengan-Nya. Bersamalah dengan selain-Nya, sepanjang dibutuhkan untuk bersama-Nya.
Bersedekahlah di kala pagi. Berdoalah di malam hari bagi Muslim yang meninggal.
Ucapkanlah tujuh kali di pagi hari dan sore hari. Allahumma ajirna minan nar, yang maknanya, “Ya Allah! Lindungilah kami dari api neraka.”
Berdoalah selalu: A’udzubillahi-issma’i-il-‘alim minasy-syaithan-ir-rajim, yang maknanya, “Aku berlindung kepada Allah Yang Mahamendengar lagi Mahamengetahui dari setan yang terkutuk.”
Lalu agungkanlah Dia dengan ayat-ayat terakhir Surah Hasyr: “Dialah Allah, yang tiada Tuhan selain Dia, yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, Dialah yang Mahapemurah lagi Mahapenyayang. Dialah Allah, yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Mahasuci, Yang Mahasejahtera, yang mengaruniakan keamanan, Yang Mahamemelihara, Yang Mahaperkasa, Yang Mahakuasa, yang memiliki segala keagungan.
Mahasuci Allah dari segala yang mereka persekutukan. Dialah Allah, Pencipta, Pewujud, Pembentuk, Pemilik nama-nama terbaik. "Bertasbihlah kepada-Nya segala yang di langit dan di bumi. Dan Dialah yang Mahakuasa lagi Mahabijaksana,” demikian nasehat Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani.
Baca juga: Di Mana Posisi Kita? Begini Jawaban Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani
Doa tujuh kali
Doakanlah orang yang telah menzalimimu , dan takwalah kepada Allah Yang Mahakuasa lagi Mahaagung. Wajib bagimu makan segala yang dihalalkan, dan bertanyalah, tentang yang tak kau ketahui, kepada orang yang memiliki ma’rifat.
Baca juga: Bolehkah Wali Mengumpat Seseorang? Ini Jawaban Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani
Berbaiklah senantiasa terhadap Allah Yang Mahakuasa lagi Mahaagung. Bersamalah dengan-Nya. Bersamalah dengan selain-Nya, sepanjang dibutuhkan untuk bersama-Nya.
Bersedekahlah di kala pagi. Berdoalah di malam hari bagi Muslim yang meninggal.
Ucapkanlah tujuh kali di pagi hari dan sore hari. Allahumma ajirna minan nar, yang maknanya, “Ya Allah! Lindungilah kami dari api neraka.”
Berdoalah selalu: A’udzubillahi-issma’i-il-‘alim minasy-syaithan-ir-rajim, yang maknanya, “Aku berlindung kepada Allah Yang Mahamendengar lagi Mahamengetahui dari setan yang terkutuk.”
Lalu agungkanlah Dia dengan ayat-ayat terakhir Surah Hasyr: “Dialah Allah, yang tiada Tuhan selain Dia, yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, Dialah yang Mahapemurah lagi Mahapenyayang. Dialah Allah, yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Mahasuci, Yang Mahasejahtera, yang mengaruniakan keamanan, Yang Mahamemelihara, Yang Mahaperkasa, Yang Mahakuasa, yang memiliki segala keagungan.
Mahasuci Allah dari segala yang mereka persekutukan. Dialah Allah, Pencipta, Pewujud, Pembentuk, Pemilik nama-nama terbaik. "Bertasbihlah kepada-Nya segala yang di langit dan di bumi. Dan Dialah yang Mahakuasa lagi Mahabijaksana,” demikian nasehat Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani.
Baca juga: Di Mana Posisi Kita? Begini Jawaban Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani
(mhy)
Lihat Juga :