Ini Kewajiban Seorang Hamba Ketika Bencana Menimpa
Rabu, 20 Januari 2021 - 13:23 WIB
loading...
A
A
A
Bisa jadi Allah kirimkan bencana dan musibah kepada manusia agar manusia takut kepada Allah dan agar kaum muslimin kembali kepada Allah dan menghentian kesyirikan dan maksiat.
Baca juga: Pedagang Daging Ngaku Rugi Rp200 Juta dalam Dua Bulan
Allah berfirman :
وَمَا نُرْسِلُ بِالْآيَاتِ إِلَّا تَخْوِيفًا
“Tidaklah Kami mengirim tanda-tanda kekuasaan Kami kecuali untuk menakut-nakuti“. (Al-Isra’ : 59)
Ibnul Qayyim menjelaskan bahwa maksud menakuti-nakuti di sini adalah agar manusia takut kepada Allah. Beliau berkata,
أذن الله سبحانه لها في الأحيان بالتنفس فتحدث فيها الزلازل العظام فيحدث من ذلك لعباده الخوف والخشية والإنابة والإقلاع عن معاصيه والتضرع إليه والندم
“Terkadang Allah subhanahu mengizinkan bumi untuk bernafas maka terjadilah gempa bumi yang dahsyat, maka muncul rasa takut dan khawatir pada hati hamba-hamba Allah dan agar mau kembali kepada-Nya, meninggalkan kemaksiatan dan merendahkan diri di hadapan-Nya serta menyesal (atas dosa dan maksiat).” (Kitab Miftah Daris Sa’adah).
Baca juga : Dampak Banjir Bandang di Gunung Mas Puncak, Ribuan Warga Kota Bogor Alami Krisis Air Bersih
Maka do’a mutlak diperlukan manusia, karena manusia tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya dalam setiap musibah yang menimpa. Manusia harus berdoa kepada Allah Ta'ala agar dijauhkan dari setiap bencana atau musibah. Manusia mutlak membutuhkan pertolongan Allah.
Wallahu 'Alam
Baca juga: Pedagang Daging Ngaku Rugi Rp200 Juta dalam Dua Bulan
Allah berfirman :
وَمَا نُرْسِلُ بِالْآيَاتِ إِلَّا تَخْوِيفًا
“Tidaklah Kami mengirim tanda-tanda kekuasaan Kami kecuali untuk menakut-nakuti“. (Al-Isra’ : 59)
Ibnul Qayyim menjelaskan bahwa maksud menakuti-nakuti di sini adalah agar manusia takut kepada Allah. Beliau berkata,
أذن الله سبحانه لها في الأحيان بالتنفس فتحدث فيها الزلازل العظام فيحدث من ذلك لعباده الخوف والخشية والإنابة والإقلاع عن معاصيه والتضرع إليه والندم
“Terkadang Allah subhanahu mengizinkan bumi untuk bernafas maka terjadilah gempa bumi yang dahsyat, maka muncul rasa takut dan khawatir pada hati hamba-hamba Allah dan agar mau kembali kepada-Nya, meninggalkan kemaksiatan dan merendahkan diri di hadapan-Nya serta menyesal (atas dosa dan maksiat).” (Kitab Miftah Daris Sa’adah).
Baca juga : Dampak Banjir Bandang di Gunung Mas Puncak, Ribuan Warga Kota Bogor Alami Krisis Air Bersih
Maka do’a mutlak diperlukan manusia, karena manusia tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya dalam setiap musibah yang menimpa. Manusia harus berdoa kepada Allah Ta'ala agar dijauhkan dari setiap bencana atau musibah. Manusia mutlak membutuhkan pertolongan Allah.
Wallahu 'Alam
(wid)
Lihat Juga :