Ngerinya Durhaka Kepada Orang Tua, Dosa Besar yang Mengiringi Syirik

loading...
Ngerinya Durhaka Kepada Orang Tua, Dosa Besar yang Mengiringi Syirik
Agama Islam juga melarang uqqul wlidain (durhaka kepada kedua orang tua), bahkan memasukkannya ke dalam dosa-dosa besar yang mengiringi syirik. Foto ilustrasi/ist
Dalam beberapa waktu terakhir, kasus-kasus anak yang menggugat orang tuanya ke pengadilan makin marak diberitakan. Ada karena hal sepele, misalnya karena permintaannya yang tidak dipenuhi sampai ke hal harta warisan yang dituntutnya. Fenomena apakah ini? Akankah makin banyak anak yang mendurhakai orang tuanya? Lantas bagaimana hukum anak durhaka ini menurut pandangan syariat?

Dalam Islam orang tua memiliki kedudukan yang mulia . Bahkan disebutkan dalam sebuah hadis bahwa : “Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua, dan murkanya Allah tergantung pada murkanya orang tua.” (HR. Al-Hakim)

Baca juga : Inilah Keindahan Bidadari yang Digambarkan Al-Qur'an dan Rasulullah

Maksud dari hadis tersebut adalah, Allah akan meridhai kita jika orang tua kita meridhainya, dan apabila orangtua kita murka kepada kita maka Allah pun begitu. Karena itu, jika anak mendurhakai orang tuanya, maka itu termasuk dosa besar dan Allah Ta'ala akan memberikan azab kepadanya.



Mengutip ceramah Ustad Abu Isma’il Muslim al-Atsari dijelaskan bahwa sesungguhnya jasa kedua orang tua terhadap anaknya sangat besar. Fakta ini tidak bisa diingkari oleh siapapun juga. Seorang ibu telah mengandung anaknya dalam keadaan lemah dan susah. Dia menyabung nyawa untuk melahirkan anaknya. Kemudian memelihara dan menyusui dengan penuh kelelahan dan perjuangan selama dua tahun. Allâh Azza wa Jalla memberitakan sebagian jasa tersebut dalam firman-Nya :

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا ۖ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۖ وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا

"Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan. [QS al-Ahqâf:15]

Baca juga : Rezeki-rezeki yang Sering Dilupakan dan Diabaikan

Demikian juga sang bapak menantang panas dan hujan guna mencukupi kebutuhan keluarganya. Sehingga tidak heran jika keduanya memiliki hak yang harus dipenuhi oleh sang anak, bahkan hak orang tua itu mengiringi hak Allâh Azza wa Jalla.
Allah Ta'ala berfirman:
halaman ke-1
cover top ayah
فَمَنۡ يُّرِدِ اللّٰهُ اَنۡ يَّهۡدِيَهٗ يَشۡرَحۡ صَدۡرَهٗ لِلۡاِسۡلَامِ‌ۚ وَمَنۡ يُّرِدۡ اَنۡ يُّضِلَّهٗ يَجۡعَلۡ صَدۡرَهٗ ضَيِّقًا حَرَجًا كَاَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِى السَّمَآءِ‌ؕ كَذٰلِكَ يَجۡعَلُ اللّٰهُ الرِّجۡسَ عَلَى الَّذِيۡنَ لَا يُؤۡمِنُوۡنَ
Barangsiapa dikehendaki Allah akan mendapat hidayah (petunjuk), Dia akan membukakan hatinya untuk menerima Islam. Dan barangsiapa dikehendaki-Nya menjadi sesat, Dia jadikan dadanya sempit dan sesak, seakan-akan dia (sedang) mendaki ke langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.

(QS. Al-An’am:125)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video