Kisruh Pemerintahan Khalifah Ali bin Abi Thalib: Soal Unta, Siti Aisyah Dibohongi
Selasa, 26 Januari 2021 - 20:07 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Ketegangan Saat Sahabat Nabi Menolak Jadi Khalifah, Gantikan Utsman bin Affan
Sebagai jawaban atas surat Al-Asytar itu, Sitti Aisyah r.a. menulis: "Engkau adalah orang Arab pertama yang melancarkan fitnah, menganjurkan perpecahan dan membelakangi para Imam, yakni para Khalifah. Engkau mengerti bahwa dirimu tidak akan dapat melemahkan Allah. Engkau akan menerima pembalasan dari Allah atas perbuatanmu yang zalim terhadap seorang Khalifah, yakni Utsman bin Affan. Suratmu sudah kuterima dan aku sudah memahami apa yang ada di dalamnya. Allah sajalah yang akan melindungi diriku dari perbuatanmu. Akan lumpuhlah semua orang yang sesat dan durhaka seperti engkau itu, insyaa Allah!"
Baca juga: Kampanye Keji untuk Menumbangkan Kekhalifahan Ali bin Abi Thalib
Waktu perjalanan Sitti Aisyah sampai di Hau'ab, yaitu tempat sumber air kepunyaan Bani Amir Sha'sha'ah, ia digonggong banyak anjing, sampai unta yang dikendarainya lari kencang sukar dikendalikan. Waktu itu terdengarlah suara orang berteriak: "Hai, tahukah kalian, betapa banyaknya anjing di Hau'ab ini dan alangkah keras gonggongannya!"
Mendengar teriakan itu, Sitti Aisyah r.a. menarik tali kekang sekeras-kerasnya sambil berteriak kuat: "Itu anjing-anjing Hau'ab! Kembalikan aku! Aku mendengar sendiri Rasulullah pernah mengatakan...," ia menyebut apa yang pernah dikatakan oleh Rasulullah SAW kepadanya.
Baca juga: Menolak Jadi Khalifah, Ali bin Abi Thalib: Aku Lebih Baik Jadi Wazir
Saat itu Sitti Aisyah mendengar suara orang lain mengatakan: "Pelan-pelan! Kita sudah melewati Hau'ab!"
"Apakah ada saksi yang membenarkan perkataanmu?" tanya Sitti Aisyah r.a. mengejar suara tadi.
Kemudian beberapa orang Badui yang menjadi pengawal meneriakkan sumpah, bahwa benar-benar tempat itu sudah bukan Hau'ab lagi. Oleh karena itu Sitti Aisyah r.a. lalu melanjutkan perjalanan. (Bersambung)
Baca juga: Begini Nasib Sahabat Nabi yang Menolak Membaiat Ali sebagai Khalifah
Sebagai jawaban atas surat Al-Asytar itu, Sitti Aisyah r.a. menulis: "Engkau adalah orang Arab pertama yang melancarkan fitnah, menganjurkan perpecahan dan membelakangi para Imam, yakni para Khalifah. Engkau mengerti bahwa dirimu tidak akan dapat melemahkan Allah. Engkau akan menerima pembalasan dari Allah atas perbuatanmu yang zalim terhadap seorang Khalifah, yakni Utsman bin Affan. Suratmu sudah kuterima dan aku sudah memahami apa yang ada di dalamnya. Allah sajalah yang akan melindungi diriku dari perbuatanmu. Akan lumpuhlah semua orang yang sesat dan durhaka seperti engkau itu, insyaa Allah!"
Baca juga: Kampanye Keji untuk Menumbangkan Kekhalifahan Ali bin Abi Thalib
Waktu perjalanan Sitti Aisyah sampai di Hau'ab, yaitu tempat sumber air kepunyaan Bani Amir Sha'sha'ah, ia digonggong banyak anjing, sampai unta yang dikendarainya lari kencang sukar dikendalikan. Waktu itu terdengarlah suara orang berteriak: "Hai, tahukah kalian, betapa banyaknya anjing di Hau'ab ini dan alangkah keras gonggongannya!"
Mendengar teriakan itu, Sitti Aisyah r.a. menarik tali kekang sekeras-kerasnya sambil berteriak kuat: "Itu anjing-anjing Hau'ab! Kembalikan aku! Aku mendengar sendiri Rasulullah pernah mengatakan...," ia menyebut apa yang pernah dikatakan oleh Rasulullah SAW kepadanya.
Baca juga: Menolak Jadi Khalifah, Ali bin Abi Thalib: Aku Lebih Baik Jadi Wazir
Saat itu Sitti Aisyah mendengar suara orang lain mengatakan: "Pelan-pelan! Kita sudah melewati Hau'ab!"
"Apakah ada saksi yang membenarkan perkataanmu?" tanya Sitti Aisyah r.a. mengejar suara tadi.
Kemudian beberapa orang Badui yang menjadi pengawal meneriakkan sumpah, bahwa benar-benar tempat itu sudah bukan Hau'ab lagi. Oleh karena itu Sitti Aisyah r.a. lalu melanjutkan perjalanan. (Bersambung)
Baca juga: Begini Nasib Sahabat Nabi yang Menolak Membaiat Ali sebagai Khalifah
(mhy)
Lihat Juga :