Agar Mati Tak Meninggalkan Utang: Begini Do'a dan Zikir Bebas dari Utang

loading...
Agar Mati Tak Meninggalkan Utang: Begini Doa dan Zikir Bebas dari Utang
Ilustrasi/Ist
Utang , apalagi jika utang itu besar, tentu membuat pusing. Soalnya, gara-gara lalai membayar utang dan ketika ia mati dalam kondisi masih berutang, maka sulit baginya untuk masuk surga .

Baca juga: Pemerintah Terbitkan Surat Utang Ritel, Pengamat: 2021 Bukan Iklim yang Tepat

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,

وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَوْ أَنَّ رَجُلاً قُتِلَ فِى سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ أُحْيِىَ ثُمَّ قُتِلَ مَرَّتَيْنِ وَعَلَيْهِ دَيْنٌ مَا دَخَلَ الْجَنَّةَ حَتَّى يُقْضَى عَنْهُ دَيْنُهُ

“Demi yang jiwaku ada ditanganNya, seandainya seorang laki-laki terbunuh di jalan Allah, kemudian dihidupkan lagi, lalu dia terbunuh lagi dua kali, dan dia masih punya utang, maka dia tidak akan masuk surga sampai utangnya itu dilunasi.” (HR Ahmad No. 22546, An Nasa’i No. 4684, Ath Thabarani dalam Al Kabir No. 556 Syaikh Al Albani mengatakan: hasan. Lihat Shahihul Jami’ No. 3600)



Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga bersabda,

نَفْسُ الْمُؤْمِنِ مُعَلَّقَةٌ بِدَيْنِهِ حَتَّى يُقْضَى عَنْهُ

“Jiwa seorang mukmin tergantung karena utangnya, sampai utang itu dilunaskannya.” (HR At Tirmidzi No. 1079, Ibnu Majah No. 2413, dishahihkan oleh Syaikh Syu’aib Al Arnauth dalamTahqiq Musnad Ahmad No. 10607)

Baca juga: Sri Mulyani Mau Cari Utang lagi, 6 Seri SBN Akan Diterbitkan

Menjelaskan hadis ini, As Suyuthi mengatakan orang mati dalam kondisi berutang maka tertahan untuk mencapai tempatnya yang mulia. Sementara Imam Al ‘Iraqi mengatakan urusan orang tersebut terhenti (tidak diapa-apakan), sehingga tidak bisa dihukumi sebagai orang yang selamat atau binasa, sampai ada kejelasan nasib utangnya itu sudah dibayar atau belum.” (Tuhfah Al Ahwadzi, 4/164, Darul Kutub Al-ilmiyah, Beirut, Syamilah)

Lantaran pentingnya membayar utang, Rasulullah SAW menolak menyolati mayit yang masih punya utang saat mininggal dunia.

Dari Jabir radhiallahu ‘anhu, dia berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُصَلِّي عَلَى رَجُلٍ مَاتَ وَعَلَيْهِ دَيْنٌ فَأُتِيَ بِمَيِّتٍ فَقَالَ أَعَلَيْهِ دَيْنٌ قَالُوا نَعَمْ دِينَارَانِ قَالَ صَلُّوا عَلَى صَاحِبِكُمْ

“Adalah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak mensalatkan laki-laki yang memiliki utang. Lalu didatangkan mayit ke hadapannya. Beliau bersabda: “Apakah dia punya utang?” Mereka menjawab: “Ya, dua dinar. Beliau bersabda, “Shalatlah untuk sahabat kalian.” (HR Abu Daud No. 3343, dishahihkan Syaikh Al-Albani dalamShahih wa Dhaif Sunan Abi Daud No. 3343)

Nabi ingin menjelaskan kepada para sahabatnya bahwa, utang sangat tidak layak ditunda dibayar sampai meninggal, jika ia mampu membayarnya.

Baca juga: Menelusuri Penyebab Bengkaknya Utang Sejumlah BUMN

Doa dan Zikir
Suatu keika Abu Umamah, salah seorang sahabat dari Anshar, duduk termenung di masjid di luar waktu salat dengan tatapan mata yang kosong jauh menerawang. Beberapa saat kemudian, Rasulullah SAW masuk ke dalam masjid dan menghampiri Abu Umamah.

Rasulullah bertanya, "Wahai Abu Umamah, aku melihatmu duduk di masjid di luar waktu salat, apa yang terjadi denganmu?"

Abu Umamah menjawab, "Ya Rasulullah, saat ini aku dalam kesulitan membayar utang."
halaman ke-1
cover top ayah
وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ اَنۡ يُّكَلِّمَهُ اللّٰهُ اِلَّا وَحۡيًا اَوۡ مِنۡ وَّرَآىٴِ حِجَابٍ اَوۡ يُرۡسِلَ رَسُوۡلًا فَيُوۡحِىَ بِاِذۡنِهٖ مَا يَشَآءُ‌ؕ اِنَّهٗ عَلِىٌّ حَكِيۡمٌ
Dan tidaklah patut bagi seorang manusia bahwa Allah akan berbicara kepadanya kecuali dengan perantaraan wahyu atau dari belakang tabir atau dengan mengutus utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan izin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Dia Mahatinggi, Mahabijaksana.

(QS. Asy-Syura:51)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!