Mengambil Hikmah Puasa dalam Memerangi Pandemi Covid-19

Sabtu, 16 Mei 2020 - 16:43 WIB
loading...
Mengambil Hikmah Puasa...
Pimpinan Pesantren Al-Mizan Jatiwangi Majalengka, KH Maman Imanulhaq saat berbincang dalam satu acara. Foto/Abdul Rochim
A A A
Dalam Bahasa Arab, puasa dikenal dengan istilah shaum atau shiyam. Keduanya memiliki makna 'Al-Imsak' yaitu menahan diri atau menunda kesenangan.

Pimpinan Pesantren Al-Mizan Jatiwangi Majalengka, KH Maman Imanulhaq menuturkan, Pandemi Covid-19 mengharuskan kita untuk menunda banyak kesenangan seperti berkumpul dan bepergian. Kitapun dianjurkan untuk berada di rumah saja (stay at home).(Baca Juga: JQH NU Sampaikan 5 Seruan Terkait Corona, Salah Satunya Baca Ratib Al-Haddad)

"Hal tersebut sangat relevan dengan tujuan kita berpuasa yaitu menunda kesenangan dan mengkhusyukan diri di rumah dengan beribadah, bekerja dan meningkatkan kualitas komunikasi antaranggota keluarga demi terwujudnya ketahanan keluarga," ungkap Kiyai Maman, Sabtu (16/5/2020).

Menurutnya, sejauh ini Pemerintah telah optimal dalam memerangi Covid-19 ini. Namun ada beberapa catatan penting yang harus diperbaiki Pemerintah yaitu soal validasi data dan koordinasi antar lembaga dan kementerian. "Dua kelemahan sangat terlihat saat menghadapi Covid-19 . Kita butuh kerja keras, kerja sama dan kerja cerdas. Ini hikmah penting, memerangi virus Corona birokrasi pemerintah harus bergerak dengan sistematis, profesional dan sinergis, tidak boleh ada kebijakan yg tumpang tindih," ungkap anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi PKB yang menjadi mitra Kementerian Agama, Kementerian Sosial, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Badan Amil Zakat Nasional, Badan Wakaf Indonesia, Komisi Perlindungan Anak Indonesia, dan Badan Pengelola Keuangan Haji ini.

Dikatakan Kiyai Maman, masyarakat kita masih lemah dari sisi komitmen bersama menghadapi Covid-19 ini. Karena itu, edukasi dan sosialisasi harus terus ditingkatkan. "Jiwa gotong bangsa ini sedang diuji. Tidak boleh ada kelompok masyarakat yang egois dengan tidak mematuhi protokol kesehatan," tuturnya.(Baca Juga: Kesalehan Personal dan Sifat Egois di Tengah Wabah Corona)

Menurutnya, umat Islam masih terbelah dalam menghadapi Covid-19 . Saat ini, suasana Ramadhan benar- benar berubah. Lebih sunyi dan sedikit mencekam. Tapi ini mengajarkan kita tentang hakikat Ramadhan untuk lebih berintropeksi diri (muhasabah) dan tidak terjebak kepada prilaku keberagaman yang simbolik dan palsu. Semangat solidaritas dan berbagi tetap terliat. Dan pembagian zakat lebih subtansional.

"Saat ini, tidak ada yang berkerumun dan berdesak desakan hingga jatuh korban, saat pembagian zakat dari si kaya. Silaturahmi dan tradisi mudik sedikit berubah dan sepi. Tapi tetap akan bermakna," paparnya.

Secara keseluruhan, kata Kiyai Maman, pandemi ini memberi pelajaran penting bagi bangsa Indonesia untuk menumbuhkan kembali karakter gotong royong dengan solidaritas kebangsaan yang kuat, menguatkan pola keberagamaan yang subtansional penuh dengan kasih sayang, toleransi dan semangat berbagi.

"Kebencian, radikalisme dan terorisme ternyata bisa kita lawan bersama dengan menyadari bahwa persoalan kemamusiaan kita bukan politik identitas yang menonjolkan perbedaan tapi kemiskinan, kebodohan dan juga pendemi Covid-19 ," katanya.

Karena itu, pihaknya mendorong pemerintah untuk melayani masyarakat dengan profesional, berbasis data dan koordinatif. "Tiga poin itu menjadi momentum kebangkitan Bangsa Indonesia yang jatuh di bulan Mei ini," pungkas Wakil Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB ini.(Baca Juga: Ibadah Ramadhan di Tengah Wabah, Ini Kata KH Said Aqil Siroj)
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Mengapa Zulhijjah Termasuk...
Mengapa Zulhijjah Termasuk Bulan Haram? Begini Penjelasannya
Puasa Itu, Rahasia antara...
Puasa Itu, Rahasia antara Kita dan Allah SWT Saja!
Sidang Isbat Jadi Penentu...
Sidang Isbat Jadi Penentu Awal Puasa 1447 H, Begini Penjelasan Kemenag
Hasil Falakiyah Ponpes...
Hasil Falakiyah Ponpes di Jatim Tetapkan Awal Ramadan 2026 Jatuh pada Kamis 19 Februari
Hari Ini Kemenag Gelar...
Hari Ini Kemenag Gelar Pemantauan Hilal dan Sidang Isbat Penentuan Awal Ramadan 2026
10 Dalil Tentang Puasa...
10 Dalil Tentang Puasa yang Wajib Diketahui Umat Muslim
Rekomendasi
Bangunan 13 Lantai di...
Bangunan 13 Lantai di Chili Tiba-tiba Ditelan Bumi
Lautan Besar Ditemukan...
Lautan Besar Ditemukan Tersembunyi di Bawah Kerak Bumi
Jepang Menemukan 7.000...
Jepang Menemukan 7.000 Lebih Pulau Baru
Artikel Terkini
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
Amalan Sunnah 1 Muharram:...
Amalan Sunnah 1 Muharram: Puasa, Sedekah, Tobat hingga Silaturahim
Dalil Hadis tentang...
Dalil Hadis tentang Keutamaan Muharram dan Amalannya
Siap-siap Memasuki Muharram,...
Siap-siap Memasuki Muharram, Ini 4 Keutamaan Bulan Haram Tersebut!
Perlukah Melakukan Resolusi...
Perlukah Melakukan Resolusi Hidup di Tahun Baru Islam?
Doa Akhir dan Awal Tahun...
Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Islam yang Penting Diketahui!
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved