Kisah Perlawanan Sengit Kaum Khawarij Terhadap Khalifah Ali bin Abu Thalib
Minggu, 07 Februari 2021 - 18:22 WIB
loading...
A
A
A
Pada suatu hari kelompok ini berkumpul di rumah Abdullah bin Wahb Ar Rasibiy. Di tempat pertemuan ini tampil tokoh-tokoh mereka bergantian beragitasi membakar semangat perlawanan terhadap Ali bin Abu Thalib r.a.
Abdullah Ar Rasibiy dalam pidatonya mengatakan: "Saudara-saudara, bagi kaum yang beriman kepada Allah Ar Rahman, yang patuh kepada hukum Al-Qur'an, kehidupan dunia ini harus diisi dengan amr ma'ruf dan nahi mungkar, serta dengan perkataan yang benar walau pahit dan berbahaya."
"Sekalipun pahit dan berbahaya, tetapi pada hari kiamat kelak orang akan memperoleh keridhoan Allah dan kekal menikmati kehidupan surga. Oleh karena itu marilah kita keluar meninggalkan negeri yang penduduknya sudah menjadi zalim ini dan pergi ke daerah lain! Kita harus menolak bid'ah yang sesat ini (yakni: tahkim) dan menentang hukum yang durhaka!"
Baca juga: Misi Gagal Abu Hurairah dan Abu Darda Mendamaikan Ali bin Abu Thalib dengan Muawiyah
Sedang Hurqush bin Zuhair berkata: "Saudara-saudara, kesenangan di dunia ini sungguh amat sedikit. Tidak ayal lagi, kita ini pasti akan berpisah dengan dunia. Oleh karena itu kalian jangan sampai merasa terikat oleh keindahan dan kegemerlapannya, atau ingin tetap hidup selama-lamanya! Janganlah kalian lengah dari kewajiban menuntut kebenaran dan menentang kebatilan. Sesungguhnya Allah senantiasa beserta orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebajikan."
"Hai saudara-saudara," lanjutnya, "Kita sudah bersepakat bulat mengenai kebenaran itu. Sekarang angkatlah salah seorang dari kalian sebagai pemimpin. Sebab bagaimana pun juga kalian tetap memerlukan tiang untuk bersandar, dan membutuhkan adanya suatu lambang di mana kalian akan berhimpun di sekitarnya dan kembali kepadanya."
Habis berkumpul di rumah Abdullah Ar Rasibiy, mereka pergi bersama-sama ke rumah Zafr bin Hushn At Tha'iy.
Di rumah ini Zafr beragitasi dengan hebatnya: "Hai saudara-saudara, sebenarnya kita ini telah berjanji setia kepada Allah SWT untuk berbuat amr ma'ruf dan nahi mungkar, berkata benar dan berjuang menegakkan jalan yang lurus."
"Allah sudah memerintahkan kepada Rasul-Nya, Daud: 'Hai Daud, engkau telah kami jadikan Khalifah di bumi, maka laksanakanlah hukum dengan adil di antara sesama manusia, dan janganlah engkau menuruti hawa nafsu, sebab hal itu akan menyesatkan engkau dari jalan Allah. Orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan memperoleh siksa amat berat" (As Shad:26).
"Juga Allah telah berfirman," kata Zafr: "Barang siapa tidak menetapkan hukum menurut apa yang telah diturunkan Allah, mereka itu adalah orang-orang kafir." (Al-Ma'idah: 44).
"Oleh karena itu", kata Zafr selanjutnya, "bersumpahlah kalian untuk melawan orang yang dulu kita dukung ajarannya. Orang itu sekarang sudah mengikuti hawa nafsu, mengabaikan hukum Allah, berlaku zalim dalam menetapkan hukum dan melaksanakannya. Oleh karena itu perjuangan melawan orang-orang seperti itu adalah wajib bagi kaum mukminin."
Baca juga: Memberontak, Putra Amr bin Al-Ash: Ayah Akan Berbaring Bersama Muawiyah di Neraka!
"Aku bersumpah, demi Allah, seandainya tak ada seorang pun yang mau berjuang menghapus kemungkaran itu, atau tidak ada orang yang mau membantu perjuangan melawan orang-orang bathil dan durhaka itu, aku akan memerangi mereka seorang diri sampai aku berjumpa dengan Allah SWT. Biarlah Allah sendiri yang menjadi saksi, dengan lidah aku telah berjuang memperbaiki keadaan sesuai dengan kehendak-Nya dan menurut keridhoan-Nya."
Abdullah Ar Rasibiy dalam pidatonya mengatakan: "Saudara-saudara, bagi kaum yang beriman kepada Allah Ar Rahman, yang patuh kepada hukum Al-Qur'an, kehidupan dunia ini harus diisi dengan amr ma'ruf dan nahi mungkar, serta dengan perkataan yang benar walau pahit dan berbahaya."
"Sekalipun pahit dan berbahaya, tetapi pada hari kiamat kelak orang akan memperoleh keridhoan Allah dan kekal menikmati kehidupan surga. Oleh karena itu marilah kita keluar meninggalkan negeri yang penduduknya sudah menjadi zalim ini dan pergi ke daerah lain! Kita harus menolak bid'ah yang sesat ini (yakni: tahkim) dan menentang hukum yang durhaka!"
Baca juga: Misi Gagal Abu Hurairah dan Abu Darda Mendamaikan Ali bin Abu Thalib dengan Muawiyah
Sedang Hurqush bin Zuhair berkata: "Saudara-saudara, kesenangan di dunia ini sungguh amat sedikit. Tidak ayal lagi, kita ini pasti akan berpisah dengan dunia. Oleh karena itu kalian jangan sampai merasa terikat oleh keindahan dan kegemerlapannya, atau ingin tetap hidup selama-lamanya! Janganlah kalian lengah dari kewajiban menuntut kebenaran dan menentang kebatilan. Sesungguhnya Allah senantiasa beserta orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebajikan."
"Hai saudara-saudara," lanjutnya, "Kita sudah bersepakat bulat mengenai kebenaran itu. Sekarang angkatlah salah seorang dari kalian sebagai pemimpin. Sebab bagaimana pun juga kalian tetap memerlukan tiang untuk bersandar, dan membutuhkan adanya suatu lambang di mana kalian akan berhimpun di sekitarnya dan kembali kepadanya."
Habis berkumpul di rumah Abdullah Ar Rasibiy, mereka pergi bersama-sama ke rumah Zafr bin Hushn At Tha'iy.
Di rumah ini Zafr beragitasi dengan hebatnya: "Hai saudara-saudara, sebenarnya kita ini telah berjanji setia kepada Allah SWT untuk berbuat amr ma'ruf dan nahi mungkar, berkata benar dan berjuang menegakkan jalan yang lurus."
"Allah sudah memerintahkan kepada Rasul-Nya, Daud: 'Hai Daud, engkau telah kami jadikan Khalifah di bumi, maka laksanakanlah hukum dengan adil di antara sesama manusia, dan janganlah engkau menuruti hawa nafsu, sebab hal itu akan menyesatkan engkau dari jalan Allah. Orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan memperoleh siksa amat berat" (As Shad:26).
"Juga Allah telah berfirman," kata Zafr: "Barang siapa tidak menetapkan hukum menurut apa yang telah diturunkan Allah, mereka itu adalah orang-orang kafir." (Al-Ma'idah: 44).
"Oleh karena itu", kata Zafr selanjutnya, "bersumpahlah kalian untuk melawan orang yang dulu kita dukung ajarannya. Orang itu sekarang sudah mengikuti hawa nafsu, mengabaikan hukum Allah, berlaku zalim dalam menetapkan hukum dan melaksanakannya. Oleh karena itu perjuangan melawan orang-orang seperti itu adalah wajib bagi kaum mukminin."
Baca juga: Memberontak, Putra Amr bin Al-Ash: Ayah Akan Berbaring Bersama Muawiyah di Neraka!
"Aku bersumpah, demi Allah, seandainya tak ada seorang pun yang mau berjuang menghapus kemungkaran itu, atau tidak ada orang yang mau membantu perjuangan melawan orang-orang bathil dan durhaka itu, aku akan memerangi mereka seorang diri sampai aku berjumpa dengan Allah SWT. Biarlah Allah sendiri yang menjadi saksi, dengan lidah aku telah berjuang memperbaiki keadaan sesuai dengan kehendak-Nya dan menurut keridhoan-Nya."
Lihat Juga :