Menambal Amal yang Cacat

Kamis, 11 Februari 2021 - 06:42 WIB
loading...
A A A
1. Salat

Ash-Shan’ani dalam kitabnya Subulus Salam mengatakan, di antara hikmah salat sunat rawatib adalah sebagai penambal bagi kekurangan dan cacat yang terdapat dalam salat fardu, seperti kurang khusyu atau tawadhunya.

Hal ini didukung oleh hadis riwayat Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah dan Al-Hakim, “Amal seseorang yang pertama akan dihisab di hari kiamat adalah salatnya. Apabila dia menyempurnakannya dicatatlah baginya sempurna, jika dia tidak menyempurnakan salatnya, Allah akan berkata kepada malaikat-Nya, “Periksalah apakah kalian menemukan hamba-Ku ini memiliki salat sunnah, dengan itulah sempurnakan salat fardunya. Kemudian zakat juga seperti itu. Beberapa amal diambil sesuai ukurannya.” (Subulus-Salam, 2/4)

Hadis ini menunjukkan, bahwa bukan hanya salat yang akan diperiksa kekurangan dan cacatnya, tetapi juga zakat dan dikiaskanlah ibadah-ibadah lainnya seperti puasa. Jika ibadah ini terdapat kekurangan maka akan dilihat apakah ada amal yang dilakukan untuk menambal kekurangan dan cacat ibadah itu.

Baca juga: Sudjiwo Tedjo Sebut Istilah King Maker dan Madam Bansos Tendensius

2. Sedekah

Ketika kita puasa misalnya, puasa yang kita lakukan rawan untuk ditolak karena penjagaan yang kita lakukan juga sangat kurang. Cobalah duduk di sore hari menjelang berbuka, lalu renungkan apakah ibadah puasa kita hari ini bersih dari noda-noda dosa? Karena puasa yang diterima itu adalah puasa yang bersih dari noda dosa.

Untuk itulah diperlukan suatu amal yang diharapkan dapat menambal kekurangan dan menutupi cacat puasa kita itu. Amal yang diharapkan dapat menambal kekurangan dan cacat itu adalah bersedekah.

Sedekah itu amat besar manfaatnya. Bukan hanya menambal, tetapi juga mengembalikan pahala ibadah. Ini sangat penting, mengingat sering sekali pahala puasa kita hilang karena tindakan berdosa seperti gibah dan kurang menjaga pandangan.

Baca juga: Hati-hati! Modus Mafia Sertifikat Tanah Tambah Ngeri

Al-Ghazali mengutip argumen Ibnu Mas’ud, “Ada seseorang yang telah beribadah selama 70 tahun. Suatu hari dia terjerumus melakukan kekejian, lalu Allah menghapus amal-amalnya. Suatu ketika dia melewati seorang miskin, lalu dia bersedekah kepada si miskin itu dengan sepotong roti, maka Allah mengampuni dosa-dosanya dan mengembalikan kembali kepadanya kebaikan amalnya selama 70 tahun itu.” Luqman pernah berkata kepada anaknya, “Apabila engkau berbuat kesalahan, maka berikanlah sedekah.” (Ihya, 1/227)

Hadis Nabi Shallalahu alaihi wa sallam menyebutkan, “Sedekah itu memadamkan keburukan sebagaimana air memadamkan api.” (HR Ibnu Al-Mubarak, At-Tirmidzi dan lain-lain)

3. Istigfar
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Inilah 5 Amalan untuk...
Inilah 5 Amalan untuk Menambal Amal Ibadah yang Cacat
Rekomendasi
Laporan Baru PBB: Dunia...
Laporan Baru PBB: Dunia Berada dalam Kondisi Kebangkrutan Air Global
Pluvial Carnian Fenomena...
Pluvial Carnian Fenomena Hujan 2 Juta Tahun Lalu di Bumi Terungkap
Taman, Karpet, Lengkungan...
Taman, Karpet, Lengkungan dan Menara Gereja Meniru Arsitektur Dunia Islam
Artikel Terkini
Orang yang Mengganggu...
Orang yang Mengganggu Tetangganya Bukan Mukmin, Ini Dalil Hadis dan Penjelasan Ulama
Butuh 7 Hari, CQF Bangun...
Butuh 7 Hari, CQF Bangun Masjid Pertama Asmaul Husna di Aceh Tamiang
Kasus Teror Tetangga...
Kasus Teror Tetangga Viral, Begini Hak Tetangga Menurut Al-Qur'an dan Hadis
Mengapa Surat Al-Fatihah...
Mengapa Surat Al-Fatihah Disebut Induk Al-Qur'an? Ini Makna dan Keistimewaannya
Asal Usul Nama Surat...
Asal Usul Nama Surat Al-Baqarah: Kisah Sapi Betina yang Mengungkap Misteri Pembunuhan
Ayat-ayat Istimewa Surat...
Ayat-ayat Istimewa Surat Al Baqarah : Mengapa Ayat 255 Disebut Ayat Kursi?
Infografis
Abu Musa Jabir Bin Hayyan,...
Abu Musa Jabir Bin Hayyan, Ilmuwan Islam di Bidang Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved