Konsep Sholat Thariqah atau Sholat Qalbu Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani

Senin, 15 Februari 2021 - 10:57 WIB
loading...
A A A
Baca juga: Sejarah Diwajibkannya Salat, Awalnya Nabi Diajarkan 2 Rakaat Oleh Jibril

Syaikh Abdul Qâdir al-Jîlani berkata orang yang salat sedang bermunajat dengan Tuhannya. Sedangkan tempat munajat adalah qalbu. Bila qalbu lalai (ghaflah), maka batallah shalat qalbu sekaligus shalat badannya karena qalbu merupakan inti, dan anggota badan yang lain mengikuti”.

Menurut Syaikh Abdul Qâdir al-Jîlani, shalat syari’ah dan shalat thariqah harus dijalankan bersamaan, karena jika tidak maka shalatnya tidak diterima Allah SWT. Karena menurut beliau qalbu merupakan pusat dari segala aktivitas manusia baik secara zahir maupun batin.

Qalbu secara fisik berarti jantung yang berfungsi sebagi organ pemompa dan menyalurkan darah ke seluruh tubuh, sedangkan qalbu ruhani adalah inti dari ruh yang berfungsi sebagai alat untuk memahami.

Sehingga jika qalbu lalai dalam salat, maka salat kita batal.

Shalat thariqah
Adapun waktu pelaksanaan salat thariqah menurut Syaikh Abdul Qâdir al-Jîlani adalah seumur hidup. Hal ini berdasarkan perkataan beliau:

“Sedangkan salat tarekat dilakukan seumur hidup tanpa batas waktu. Masjidnya adalah qalbu. Cara berjamaahnya ialah dengan asma tauhid melalui lisan batin. Imamnya adalah rasa rindu di dalam qalbu untuk sampai kepada Allah SWT. Kiblatnya adalah Al Hadhrah Al Ahadiyah (fase tertinggi dari maqam ruh) yakni hadirat Allah yang maha Tunggal dan keindahan Allah SWT. Itulah kiblat yang hakiki. Selamanya, qalbu dan ruh tidak boleh lepas dari salat ini.”

Berbeda dengan salat syari’ah, salat thariqah dilakukan seumur hidup. Walaupun kita sudah selesai melaksanakan salat syari’ah, salat thariqah tidak boleh berhenti. Selamanya qalbu tidak boleh lepas dari salat thariqah ini. Hal ini sejalan dengan ayat AL-Qur’an “Wa aqimis shalâta lidzikrî” yang maksudnya dan dirikanlah salat untuk mengingat-Ku.

Baca juga: Fadhilah Salat Sunnah Awwabin Diganjar Pahala Ibadah 12 Tahun

Jadi ketika salat qalbu harus senantiasa ingat kepada Allah dan zikir (ingat kepada Allah) harus dilakukan setiap saat baik dalam keadaan berdiri, duduk, maupun berbaring. (QS Ali ‘Imrân: 191)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Mengapa Orang Malas...
Mengapa Orang Malas Berdoa? Begini Penjelasan Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani
Kisah Syaikh Abdul Qadir...
Kisah Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani Menghidupkan Tulang Belulang Ayam
Pusara Syaikh Abdul...
Pusara Syaikh Abdul Qadir Kedua Terpenting Setelah Makam Nabi Muhammad SAW
Waspadai Kerasnya Hati,...
Waspadai Kerasnya Hati, Itu Tanda Allah Jauh Darimu
Kisah Ajaib Syekh Abdul...
Kisah Ajaib Syekh Abdul Qadir Jilani Diludahi Nabi
Doa Syekh Abdul Qadir...
Doa Syekh Abdul Qadir Jilani Menyambut Bulan Ramadhan
Rekomendasi
Ekosistem Menghilang,...
Ekosistem Menghilang, Hal Ini Lebih Menakutkan dari Rencana Trump Soal Greenland
Bisakah Keju Dibuat...
Bisakah Keju Dibuat dari Susu Paus? Ini Jawabannya
Benua Australia dan...
Benua Australia dan Asia Diklaim Ilmuwan Bakal Bertabrakan
Artikel Terkini
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
Bolehkah Menggabungkan...
Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Sunnah?
Tahun Baru Islam 1448...
Tahun Baru Islam 1448 H Jadi Momentum Kebangkitan Umat Islam Hadapi Tantangan Global
Puasa Tasua, Keutamaan...
Puasa Tasua, Keutamaan dan Jadwal Pelaksanaannya
Tak Banyak yang Tahu,...
Tak Banyak yang Tahu, Ini 7 Larangan di Bulan Muharram
Ucapkan Selamat Tahun...
Ucapkan Selamat Tahun Baru 1448 Hijriah, Menag Ajak Umat Jaga Persatuan
Infografis
Berjasa dalam Penemuan...
Berjasa dalam Penemuan Obat Kanker, 3 Ilmuwan Meraih Nobel Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved