Larangan Bersumpah Kecuali dengan Nama Allah
Senin, 22 Februari 2021 - 14:51 WIB
loading...
A
A
A
5 Hukum Sumpah Ditinjau dari Aspek Hukum
1. Sumpah bisa menjadi wajib yaitu sumpah dalam membela kebenaran atau mencegah kemungkaran.
2. Sunnah jika untuk menguatkan suatu kebaikan tertentu.
3. Mubah apbila untuk menguatkan sesuatu dalam kehidupan sehari-hari.
4. Makruh untuk melakukan perkara yang makruh, untuk melariskan barang dagangan.
5. Haram untuk sesuatu yang haran, atau seperti bersumpah palsu dan berdusta dalam sumpah.
"Dusta dalam sumpah merupakan dosa besar dan sangat dibenci Allah terlebih ketika sumpahnya hanya digunakan untuk mendapatkan keuntungan duniawi semata," tegas Ustaz Rikza.
Dalam sebuah riwayat disebutkan, dari Abdullah bin Amru, bahwa seorang Arab badui menemui Nabi Muhammad dan bertanya: 'Wahai Rasulullah , apa sajakah dosa-dosa besar itu? ' Beliau menjawab, "Menyekutukan Allah" 'Lantas selanjutnya apa? Nabi menjawab, "Mendurhakai orang tua." 'Lalu selanjutnya apa? Nabi menjawab: "Sumpah ghamus." Kami bertanya; 'apa makna ghamus? ' Beliau jawab, "Yaitu sumpah palsu, dusta, yang karena sumpahnya ia bisa menguasai harta seorang muslim, padahal sumpahnya adalah bohong belaka." (HR Al-Bukhari)
Baca Juga: Hasil Mubahalah Sungguh Mengerikan, Begini Al-Qur'an Mengajarkan
Wallahu A'lam
1. Sumpah bisa menjadi wajib yaitu sumpah dalam membela kebenaran atau mencegah kemungkaran.
2. Sunnah jika untuk menguatkan suatu kebaikan tertentu.
3. Mubah apbila untuk menguatkan sesuatu dalam kehidupan sehari-hari.
4. Makruh untuk melakukan perkara yang makruh, untuk melariskan barang dagangan.
5. Haram untuk sesuatu yang haran, atau seperti bersumpah palsu dan berdusta dalam sumpah.
"Dusta dalam sumpah merupakan dosa besar dan sangat dibenci Allah terlebih ketika sumpahnya hanya digunakan untuk mendapatkan keuntungan duniawi semata," tegas Ustaz Rikza.
Dalam sebuah riwayat disebutkan, dari Abdullah bin Amru, bahwa seorang Arab badui menemui Nabi Muhammad dan bertanya: 'Wahai Rasulullah , apa sajakah dosa-dosa besar itu? ' Beliau menjawab, "Menyekutukan Allah" 'Lantas selanjutnya apa? Nabi menjawab, "Mendurhakai orang tua." 'Lalu selanjutnya apa? Nabi menjawab: "Sumpah ghamus." Kami bertanya; 'apa makna ghamus? ' Beliau jawab, "Yaitu sumpah palsu, dusta, yang karena sumpahnya ia bisa menguasai harta seorang muslim, padahal sumpahnya adalah bohong belaka." (HR Al-Bukhari)
Baca Juga: Hasil Mubahalah Sungguh Mengerikan, Begini Al-Qur'an Mengajarkan
Wallahu A'lam
(rhs)
Lihat Juga :