Konsep Puasa Syari’ah, Thariqah, dan Hakikat Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani

Senin, 22 Februari 2021 - 15:53 WIB
loading...
A A A
Arti dari 'Banyak yang berbuka tetapi berpuasa', menurut Syaikh Abdul Qadir, "adalah orang yang perutnya tidak berpuasa, tetapi menjaga anggota tubuhnya dari perbuatan terlarang dan menyakiti orang lain”. 37

Syaikh Abdul Qâdir mengutip dua hadist qudsi “Puasa itu untukku dan akulah yng akan membalasnya” (H.R. Muslim) dan hadist qudsi yang lain: “Bagi orang yang berpuasa akan mendapat dua kebahagiaan, pertama ketika berbuka, kedua ketika melihat Aku”.38

Menurut Syaikh Abdul Qâdir, ulama ahli syari’ah dan ahli thariqah berbeda pendapat tentang hadis di atas. Menurut ahli syari’ah yang dimaksud dengan berbuka adalah makan saat matahari tenggelam. Sedangkan ru’yah yang mereka maksud adalah melihat hilal untuk mementukan jatuhnya hari raya Idul Fitri.

Adapun pengertian menurut ahli thariqah, berbuka ialah kebahagiaan saat masuk surga, saat mencicipi semua kenikmatan surga. Yang dimaksud dengan ru’yah menurut ahli thariqah ialah melihat Allah SWT secara nyata pada hari kiamat dengan pandangan sirri. Semoga dengan kemuliaan Allah SWT, Ia menganugerahkan kepada kita untuk bisa melihat-Nya.

Konsep puasa thariqah Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani ini sejalan dengan pemikiran Imam Ghazali.

Imam Ghazali tidak melulu memandang puasa sebagai ibadah badaniyah. Oleh karena itu, gagasannya tentang rahasia puasa pun menyadarkan kita akan pentingnya menunaikan ibadah puasa secara lahir batin.

Berikut ini enam rahasia puasa menurut Imam al Ghazali yang ditulis dalam kitab fenomenalnya Ihya’ Ulum ad Din.

Pertama adalah menundukkan mata dan mencegahnya dari memperluas pandangan ke semua yang dimakruhkan, dan dari apapun yang melalaikan hati untuk berzikir kepada Allah.

Berikutnya adalah menjaga lisan dari igauan, dusta, mengumpat, fitnah, mencela, tengkar, dan munafik.

Kedua, menahan telinga dari mendengar hal-hal yang dimakruhkan. Karena semua yang haram diucapkan, haram pula didengarkan. Allah menyamakan antara mendengar dan memakan perkara haram “sammâ’ûna lil kadzibi akkâlûna lis suht”.

Ketiga, mencegah bagian tubuh yang lain seperti tangan dan kaki dari tindakan-tindakan dosa, juga mencegah perut dari makan barang syubhat ketika berbuka.

Baca juga: Beda Pendapat Syaikh Abdul Qadir dengan Ulama Lain Soal Salat Wustha

Mana mungkin bermakna, orang berpuasa dari makanan halal lalu berbuka dengan makanan haram. Ibaratnya seperti orang yang membangun gedung tetapi menghancurkan kota.

Nabi Muhammad pernah bersabda, “Banyak sekali orang yang berpuasa namun yang ia dapat hanya lapar dan haus. Ia adalah orang yang berbuka dengan haram.

“Ia yang berpuasa lalu berbuka dengan memakan daging sesama, yaitu dengan ghibah.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Inilah Orang-orang yang...
Inilah Orang-orang yang Mendapat Rukhsah Tidak Puasa di Bulan Ramadan
Rukun dan Syarat Wajib...
Rukun dan Syarat Wajib Puasa Ramadan yang Wajib Diketahui Umat Muslim
Sahur, Amalan Pembeda...
Sahur, Amalan Pembeda Ibadah Puasa dalam Islam dan Non-Muslim
Perintah Puasa Ramadan...
Perintah Puasa Ramadan Melalui 3 Tahapan, Begini Penjelasannya
Bolehkah Seorang Atlet...
Bolehkah Seorang Atlet Profesional Tidak Berpuasa Ketika Menjalani Pertandingan Resmi?
Kisah Qais bin Shirman...
Kisah Qais bin Shirman : Sahabat Nabi yang Tidak Sahur dan Tidak Berbuka Puasa
Rekomendasi
Lakukan Praktik Inses,...
Lakukan Praktik Inses, Ini Penderitaan yang Dialami Firaun Tutankhamun
Bisakah Bumi Dilubangi...
Bisakah Bumi Dilubangi sampai Tembus? Ini Jawabannya
Topan Lupit Terjang...
Topan Lupit Terjang 3 Wilayah, Warga Jepang Diminta Waspada
Artikel Terkini
Bacaan Niat 3 Jenis...
Bacaan Niat 3 Jenis Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Deretan Dalil Kuat Anjuran...
Deretan Dalil Kuat Anjuran 3 Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Jadwal Puasa Muharam...
Jadwal Puasa Muharam 1448 H Tahun 2026, Kapan Puasa Tasu'a dan Asyura Dilaksanakan?
Jangan Libatkan Anak...
Jangan Libatkan Anak dalam Konflik Perceraian, Ini Pesan Buya Yahya untuk Orang Tua
Ramai Kasus Perebutan...
Ramai Kasus Perebutan Hak Asuh Anak, Begini Aturan Hadhanah dalam Islam
5 Putusan Rasulullah...
5 Putusan Rasulullah SAW tentang Hak Asuh Anak Setelah Perceraian
Infografis
Hukum Puasa Ramadan...
Hukum Puasa Ramadan Bagi Wanita Hamil Menurut Islam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved