Pernikahan Sang Pengantin Langit, Hanzhalah dan Jamilah

Selasa, 23 Februari 2021 - 13:51 WIB
loading...
A A A
Sesampainya di Uhud, Hanzhalah langsung menghunuskan pedangnya pada musuh. Kemenangan terlihat di awal-awal peperangan, hingga akhirnya pasukan Muslim nampak tergiur hingga banyak dari mereka meninggalkan pos. Dari sinilah pasukan Abu Sufyan melihat celah dan segera menyerang balik. Pasukan muslim diburu habis-habisan.

Namun demikian, Hanzhalah tak kehabisan semangat. Ia segera mendekati Abu Sufyan dan mematahkan salah satu kaki kudanya hingga membuat Abu Sufyan terpelanting ke tanah. Ternyata Syaddan bin Aswad sudah melirik keadaan Abu Sufyan dan segera menolongnya dari Hanzhalah. Dengan cepat, Syaddan melempar sebilah tombak ke tubuh Hanzhalah.

Baca juga: Kereta Api dari dan Menuju Jakarta Sudah Beroperasi Normal

Usai itu, Abu Sufyan dengan lantang berseru bahwa dirinya telah berhasil membunuh Hanzhalah, membalaskan dendam anaknya yang terbunuh di perang Badar. Hanzhalah meninggal dunia.

Perang telah usai, para mujahidin berjejer menyaksikan saudara-saudara mereka yang telah membeli surga dengan jiwa-jiwa mereka. Mereka mencari sahabat-sahabat mereka yang telah gugur. Hati yang selalu menunggu janji langit sedang mencari hati yang mendahuluinya ke langit. Tangan mereka meraba-raba jasad Hanzhalah yang berlumur darah.

Kabar meninggalnya Hanzhalah akhirnya sampai ke telinga Rasulullah. Di antara para sahabat yang menangisi kepergiannya, Rasulullah justru mengabarkan bahwa Hanzhalah telah dimandikan oleh para malaikat.

Baca juga: Soal Larangan Atribut FPI di Tengah Banjir, Habiburokhman: Kedepankan Kesabaran

Salah seorang sahabat yang penasaran akhirnya mendatangi langsung jenazah Hanzhalah. Betapa kagetnya ia saat melihat wajah Hanzhalah bercahaya dan menampakkan senyuman. Dari rambutnya, turun tetesan air yang mengingatkan pada air mata Jamilah yang bersedih. Kemudian Rasulullah mengabarkan lagi bahwa Hanzhalah tidak dihisab dan langsung dapat mencium bau surga.

Kenangan Sang Kekasih

Jamilah terus mereguk kenangan akan pertemuan singkat yang terpatri dalam jiwanya. Senandung kasih abadi merek berdua tidak mungkin dilupakan wanginya, masih tercium di tempat tidurnya. Wajahnya terpampang di atap kamarnya. Setelah kedua matanya tenteram dengan cahaya kematian syahid suaminya, dia masih membayangkan melihatnya di negeri langit.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Rekomendasi
Eksperimen Menyeramkan...
Eksperimen Menyeramkan Ini Ungkap Gambaran Kiamat
Temuan Ini Jadi Petunjuk...
Temuan Ini Jadi Petunjuk Ilmuwan Ungkap Kehidupan Lain di Dasar Laut
2 Gletser Besar yang...
2 Gletser Besar yang Jika Mencair Menjadi Ancaman Nyata Penduduk Bumi
Artikel Terkini
Mengapa Surat Al-Fatihah...
Mengapa Surat Al-Fatihah Disebut Induk Al-Qur'an? Ini Makna dan Keistimewaannya
Asal Usul Nama Surat...
Asal Usul Nama Surat Al-Baqarah: Kisah Sapi Betina yang Mengungkap Misteri Pembunuhan
Ayat-ayat Istimewa Surat...
Ayat-ayat Istimewa Surat Al Baqarah : Mengapa Ayat 255 Disebut Ayat Kursi?
Asbabun Nuzul 2 Ayat...
Asbabun Nuzul 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Kisah Turunnya Ayat yang Menenangkan Para Sahabat
Bacaan 2 Ayat Terakhir...
Bacaan 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah dan 3 Manfaatnya yang Dahsyat
Rahasia 2 Ayat Terakhir...
Rahasia 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Dibaca Malam Hari, Pahalanya Luar Biasa
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved