Prof Sonny: Taawun Salah Satu Indikator Takwa Berjamaah
Senin, 18 Mei 2020 - 16:45 WIB
loading...
A
A
A
وَسَارِعُوۡۤا اِلٰى مَغۡفِرَةٍ مِّنۡ رَّبِّكُمۡ وَجَنَّةٍ عَرۡضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالۡاَرۡضُۙ اُعِدَّتۡ لِلۡمُتَّقِيۡنَۙ
Artinya: Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa, (QS Ali Imran : 133)
الَّذِيۡنَ يُنۡفِقُوۡنَ فِى السَّرَّآءِ وَالضَّرَّآءِ وَالۡكٰظِمِيۡنَ الۡغَيۡظَ وَالۡعَافِيۡنَ عَنِ النَّاسِؕ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الۡمُحۡسِنِيۡنَۚ
Artinya: (yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan, (QS Ali Imran : 134)
وَالَّذِيۡنَ اِذَا فَعَلُوۡا فَاحِشَةً اَوۡ ظَلَمُوۡۤا اَنۡفُسَهُمۡ ذَكَرُوا اللّٰهَ فَاسۡتَغۡفَرُوۡا لِذُنُوۡبِهِمۡ وَمَنۡ يَّغۡفِرُ الذُّنُوۡبَ اِلَّا اللّٰهُ ۖ وَلَمۡ يُصِرُّوۡا عَلٰى مَا فَعَلُوۡا وَهُمۡ يَعۡلَمُوۡنَ
Artinya: dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzhalimi diri sendiri, (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui. (QS Ali Imran : 135)
Pertama, orang yang berinfak dalam keadaan lapang dan sempit. “Jika ditanya lebih sering infak waktu senang atau susah. Mungkin jawabannya yang pertama ya, seringkali kali kita berinfak pas kita senang, ada harta, kesempatan dan kesehatan,” ujar Prof Sonny.
Dalam hal ini, paparnya, yang ingin diuji adalah konsistensi pemikiran dan jiwa kita baik dalam keadaan senang maupun susah karena terkadang saat manusia senang, lupa dengan Tuhannya, saat susah barulah mengingat Tuhan. Perbedaan infak saat senang maupun susah hanya terletak pada intensitasnya saja.
Sony memberi contoh saat pandemi Covid-19 melanda Malaysia. Banyak warga Indonesia yang mengalami kendala akibat adanya lockdown. (Baca Juga: 6 Pelajaran Berharga dari Virus Bernama Corona )
Muhammadiyah menjadi jaringan pengaman sosial bagi kawan-kawan yang ada di Malaysia. “Pekan pertama lockdown kita sudah bergerak menampung keluhan masyarakat, kemudian kita membantu memberikan sembako. Meskipun kawan-kawan juga bisa dibilang tidak dalam keadaan senang, tapi dalam persyarikatan ini keinginan untuk menolong sudah tidak diragukan lagi, karena keadaan kita juga terbatas, maka kita menggalang donasi,” ujarnya.
Artinya: Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa, (QS Ali Imran : 133)
الَّذِيۡنَ يُنۡفِقُوۡنَ فِى السَّرَّآءِ وَالضَّرَّآءِ وَالۡكٰظِمِيۡنَ الۡغَيۡظَ وَالۡعَافِيۡنَ عَنِ النَّاسِؕ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الۡمُحۡسِنِيۡنَۚ
Artinya: (yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan, (QS Ali Imran : 134)
وَالَّذِيۡنَ اِذَا فَعَلُوۡا فَاحِشَةً اَوۡ ظَلَمُوۡۤا اَنۡفُسَهُمۡ ذَكَرُوا اللّٰهَ فَاسۡتَغۡفَرُوۡا لِذُنُوۡبِهِمۡ وَمَنۡ يَّغۡفِرُ الذُّنُوۡبَ اِلَّا اللّٰهُ ۖ وَلَمۡ يُصِرُّوۡا عَلٰى مَا فَعَلُوۡا وَهُمۡ يَعۡلَمُوۡنَ
Artinya: dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzhalimi diri sendiri, (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui. (QS Ali Imran : 135)
Pertama, orang yang berinfak dalam keadaan lapang dan sempit. “Jika ditanya lebih sering infak waktu senang atau susah. Mungkin jawabannya yang pertama ya, seringkali kali kita berinfak pas kita senang, ada harta, kesempatan dan kesehatan,” ujar Prof Sonny.
Dalam hal ini, paparnya, yang ingin diuji adalah konsistensi pemikiran dan jiwa kita baik dalam keadaan senang maupun susah karena terkadang saat manusia senang, lupa dengan Tuhannya, saat susah barulah mengingat Tuhan. Perbedaan infak saat senang maupun susah hanya terletak pada intensitasnya saja.
Sony memberi contoh saat pandemi Covid-19 melanda Malaysia. Banyak warga Indonesia yang mengalami kendala akibat adanya lockdown. (Baca Juga: 6 Pelajaran Berharga dari Virus Bernama Corona )
Muhammadiyah menjadi jaringan pengaman sosial bagi kawan-kawan yang ada di Malaysia. “Pekan pertama lockdown kita sudah bergerak menampung keluhan masyarakat, kemudian kita membantu memberikan sembako. Meskipun kawan-kawan juga bisa dibilang tidak dalam keadaan senang, tapi dalam persyarikatan ini keinginan untuk menolong sudah tidak diragukan lagi, karena keadaan kita juga terbatas, maka kita menggalang donasi,” ujarnya.
Lihat Juga :