6 Pelajaran Berharga dari Virus Bernama Corona

loading...
6 Pelajaran Berharga dari Virus Bernama Corona
6 Pelajaran Berharga dari Virus Bernama Corona
Imam Shamsi Ali
Presiden Nusantara Foundation
Pendiri Pesantren Nur Inka Nusantara Madani USA


Keresahan dan kekhawatiran yang ditimbulkan oleh virus Corona benar-benar ril dan semakin menjadi-jadi. Hanya saja semua fokus pada apa dan bagaimana menghadapi penyebaran virus tersebut.

Tentu hal itu penting. Tapi alangkah bijaknya seandainya manusia juga bisa mengambil 'ibar (kata jamak dari 'ibrah) atau pelajaran-pelajaran dari kasus ini. Karena sejatinya, bagi orang-orang beriman, tak satu peristiwa yang terjadi dalam hidup ini kecuali memiliki hikmah-hikmah (wisdoms).

Salah satu hikmah (pelajaran) penting dari kasus Corona ini adalah bahwa kasus ini mengingatkan sekaligus menyingkap beberapa fakta tentang manusia itu sendiri. Berikut beberapa fakta tentang manusia yang terungkap oleh kasus Corona:



1. Manusia itu, siapapun dan bagaimanapun dunianya, sangat terbatas dalam segala hal.
Corona justru barangkali berwujud lemah. Tapi manusia yang kerap merasa hebat nampak tidak mampu menghadapinya. China dan Amerika saat ini barangkali dua negara yang memiliki kekuatan terbesar dunia, ternyata juga ketar-ketir. Al-Qur'an mengingatkan itu: "dan adalah manusia itu lemah (terbatas)".

2. Ilmu dan pengetahuan manusia tentang hidup dan segala yang terkait dengan hidup sangat terbatas dan sedikit.
Kalau sekiranya manusia hebat dalam keilmuan, tentu sebelum hal ini terjadi sudah dipersiapkan perangkat untuk menangkalnya. Buktinya setelah sekian nyawa telah melayang, obatnya juga belum ditemukan. Al-Qur'an mengingatkan: "Dan tidaklah kamu diberikan ilmu kecuali sedikit".

3. Manusia itu memiliki tabiat yang cenderung 'panik'.
Panik adalah sebuah sikap yang karena kekhawatiran berlebihan bereaksi tanpa pertimbangan sehat. Reaksi tanpa pertimbangan ini membawa kepada ragam akibat yang tidak sehat, bahkan destruktif. Panik inilah yang menjadikan banyak manusia yang bereaksi di luar batas. Memborong barang-barang kebutuhan dari pertokohan sehingga ada pihak lain yang dirugikan. Al-Qur'an mengingatkan: "Dan adalah manusia itu 'ajuula (tergesa-tergesa)".

4. Manusia itu sangat rapuh dan labil dalam segala hal.
Dengan meluasnya berita tentang Corona di media massa, bahkan siang malam tiada henti, menyebabkan banyak orang yang kemudian mengalami goncangan jiwa. Rumah-rumah sakit membludak, bukan karena Corona. Tapi lebih karena ketakutan berlebihan. Al-Qur'an menyebutkan dua penyakit berbahaya manusia: "ketakutan dan kesedihan (khauf wa hazan)."

5. Manusia itu memiliki tendensi egoistik yang tinggi.
Tendensi ini kemudian melahirkan berbagai manipulasi dalam hidup. Hal ini terlihat betapa sebagian menggunakan kesempatan "musibah" ini untuk meraup keuntungan pribadi dengan memanipulasi harga barang-barang keperluan dasar untuk menghadapi Corona. Masker misalnya tiba-tiba habis di pasaran dan hanya ditemukan dengan harga yang ratusan kali lipat. Al-Qur'an mengingatkan: "Dan kamu mencintai harta dengan cinta yang berlebihan".

6. Manusia itu perlu sadar zaman.
Dunia kita adalah dunia global yang ditandai oleh sataunya apa yang disebut ketergantungan (interdependence). Corona awalnya terjadi di China. Kini hampir semua bagian dunia ikut merasakan akibatnya. Bahkan Amerika tersadarkan kebutuhan obat-obatannya terancam krisis Karena selama ini 80% diproduksi oleh China. Al-Qur'an menyebutkan: "Sungguh Kami (Tuhan) telah jadikan kamu dari seorang laki dan seorang wanita. Lalu Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku untuk saling mengenal".

Semoga Corona tidak saja hadir membawa seribu satu kekhawatiran dan ketakutan. Tapi juga hadir untuk mengingatkan manusia dalam banyak hal. Terutama tentang realita akan dirinya sendiri.

Sayangnya, manusia terkadang hanyut dalam rayuan duniawi yang melalaikan (lahwun), bahkan menjadikannya lupa (sahwun) akan realita dirinya. Kelalaian demi kelalaian, bahkan keangkuhan demi keangkuhan manusia itulah yang menjadi penyebab perlunya peringatan dari masa ke masa.

Kita diingatkan kisah Fir’aun yang karena keangkuhannya diingatkan oleh Allah berkali-kali dengan ragam peringatan (bala atau bencana). Semoga ujian Corona ini menyadarkan manusia untuk belajar rendah hati, bahkan merendahkan diri di hadapan yang Maha Tinggi lagi Maha Kuasa. Semoga!
(rhs)
cover top ayah
اِنَّ الۡمُنٰفِقِيۡنَ يُخٰدِعُوۡنَ اللّٰهَ وَهُوَ خَادِعُوْهُمۡ‌ ۚ وَاِذَا قَامُوۡۤا اِلَى الصَّلٰوةِ قَامُوۡا كُسَالٰى ۙ يُرَآءُوۡنَ النَّاسَ وَلَا يَذۡكُرُوۡنَ اللّٰهَ اِلَّا قَلِيۡلًا
Sesungguhnya orang munafik itu hendak menipu Allah, tetapi Allah-lah yang menipu mereka. Apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka lakukan dengan malas. Mereka bermaksud ria (ingin dipuji) di hadapan manusia. Dan mereka tidak mengingat Allah kecuali sedikit sekali.

(QS. An-Nisa:142)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video