Tabarruk dan Anjuran Ziarah ke Makam Orang Saleh
Selasa, 02 Maret 2021 - 18:07 WIB
loading...
A
A
A
Dinukil dari Ibnu Jama'ah (as-Syafi’i) yang menyatakan; "Abdullah bin Ahmad bin Hanbal pernah menceritakan perihal ayahnya. Ia (Abdullah) meriwayatkan: 'Aku pernah bertanya kepada ayahku tentang seseorang yang menyentuh mimbar Rasulallah dan bertabarruk dengan mengusap-usap juga menciumnya. Dan melakukan kuburan sebagaimana hal tadi (mengusap dan mencium) dengan tujuan mengharap pahala Allah’. Beliau menjawab: "Tidak mengapa". (Lihat: Wafa' al-Wafa’ jilid: 4 halaman: 1414)
Imam Al-Hafizh Abu al Faraj Abdurrahman Ibn al Jauzi (wafat 597 H) –salah seorang ulama Ahlussunnah terkemuka bermadzhab Hanbali hidup jauh sebelum Ibnu Taimiyah dalam kitabnya "Sifat as-Shofwah jilid 2" halaman 324, menganjurkan ziarah ke makam orang-orang saleh dan Tawassul. Di halaman itu ditulis yang artinya sebagai berikut: "Dia (Imam Ma'ruf al Karkhi) adalah obat yang mujarab, karenanya siapa yang memiliki kebutuhan maka datanglah ke makamnya dan berdoalah (meminta kepada Allah) di sana; maka keinginannya akan terkabulkan Insya Allah.
Makam beliau (Imam Ma'ruf al-Karkhi) sangat terkenal di Baghdad, yaitu tempat untuk mencari berkah. Imam Ibrahim Al- Harbi berkata: "Makam Imam Ma’ruf al Karkhi adalah obat yang mujarab."
Imam Al-Hafizh Abu Bakr Ahmad bin Ali yang lebih dikenal dengan Imam al-Khathib Al-Baghdadi (wafat 463 H) dalam Kitab Tarikh Baghdadi halaman 123, 125 menulis tentang tabarruknya Imam Syafi'i di makam Imam Abu Hanifah. Dalam kitabnya beliau menulis yang artinya: "--dengan sanadnya-- berkata: Aku mendengar Imam asy-Syafi'i berkata: 'Sesungguhnya saya benar-benar melakukan tabarruk (mencari berkah) kepada Imam Abu Hanifah. Aku mendatangi makamnya setiap hari untuk ziarah, jika ada suatu masalah yang menimpaku maka aku sholat dua rakaat dan aku mendatangi makam Imam Abu Hanifah. Aku meminta kepada Allah agar terselesaikan urusanku di samping makam beliau, hingga tidak jauh setelah itu maka keinginanku telah dikabulkan.
Disebutkan beberapa riwayat yang menyebutkan bahwa di kompleks pemakaman tempat Imam Abu Hanifah dikuburkan (Kufah) terdapat salah salah seorang anak cucu dari Imam Ali bin Abi Thalib yang sering dijadikan tempat ziarah dan mencari berkah oleh orang-orang Islam.
Baca Juga: Kisah Tabarruk Ngalap Berkah di Zaman Para Nabi dan Sahabat
Wallahu A'lam
Imam Al-Hafizh Abu al Faraj Abdurrahman Ibn al Jauzi (wafat 597 H) –salah seorang ulama Ahlussunnah terkemuka bermadzhab Hanbali hidup jauh sebelum Ibnu Taimiyah dalam kitabnya "Sifat as-Shofwah jilid 2" halaman 324, menganjurkan ziarah ke makam orang-orang saleh dan Tawassul. Di halaman itu ditulis yang artinya sebagai berikut: "Dia (Imam Ma'ruf al Karkhi) adalah obat yang mujarab, karenanya siapa yang memiliki kebutuhan maka datanglah ke makamnya dan berdoalah (meminta kepada Allah) di sana; maka keinginannya akan terkabulkan Insya Allah.
Makam beliau (Imam Ma'ruf al-Karkhi) sangat terkenal di Baghdad, yaitu tempat untuk mencari berkah. Imam Ibrahim Al- Harbi berkata: "Makam Imam Ma’ruf al Karkhi adalah obat yang mujarab."
Imam Al-Hafizh Abu Bakr Ahmad bin Ali yang lebih dikenal dengan Imam al-Khathib Al-Baghdadi (wafat 463 H) dalam Kitab Tarikh Baghdadi halaman 123, 125 menulis tentang tabarruknya Imam Syafi'i di makam Imam Abu Hanifah. Dalam kitabnya beliau menulis yang artinya: "--dengan sanadnya-- berkata: Aku mendengar Imam asy-Syafi'i berkata: 'Sesungguhnya saya benar-benar melakukan tabarruk (mencari berkah) kepada Imam Abu Hanifah. Aku mendatangi makamnya setiap hari untuk ziarah, jika ada suatu masalah yang menimpaku maka aku sholat dua rakaat dan aku mendatangi makam Imam Abu Hanifah. Aku meminta kepada Allah agar terselesaikan urusanku di samping makam beliau, hingga tidak jauh setelah itu maka keinginanku telah dikabulkan.
Disebutkan beberapa riwayat yang menyebutkan bahwa di kompleks pemakaman tempat Imam Abu Hanifah dikuburkan (Kufah) terdapat salah salah seorang anak cucu dari Imam Ali bin Abi Thalib yang sering dijadikan tempat ziarah dan mencari berkah oleh orang-orang Islam.
Baca Juga: Kisah Tabarruk Ngalap Berkah di Zaman Para Nabi dan Sahabat
Wallahu A'lam
(rhs)
Lihat Juga :