Jadwal Puasa Maret 2021, Kesempatan untuk Qadha Puasa Ramadhan

loading...
Jadwal Puasa Maret 2021, Kesempatan untuk Qadha Puasa Ramadhan
Pada pertengahan Maret ini, umat Islam akan memasuki 1 Syaban 1441 Hijriyah, bulan yang dijadikan Rasulullah sebagai bulan berpuasa. Foto/Rusman H Siregar
Bulan Maret 2021 bertepatan dengan 17 Rajab-17 Sya'ban 1442 Hijriyah. Di bulan ini terdapat satu peristiwa penting yaitu Isra' wal Mikraj yaitu malam 27 Rajab bertepatan tanggal 11 Maret.

Kemudian pada pertengahan Maret, umat Islam akan memasuki 1 Sya'ban 1441 Hijriyah, bulan yang dijadikan Rasulullah صلى الله عليه وسلم sebagai bulan berpuasa sebelum masuknya bulan suci Ramadhan 13 April 2021.

Baca Juga: Macam-macam Puasa Sunnah dan Keutamaannya

Bagi yang masih memiliki utang puasa Ramadhan, saat ini adalah kesempatan untuk meng-qadha (menggantinya). Menurut kaidah fiqih, seorang yang berpuasa boleh menggabungkan niat puasa sunnah dengan niat qadha puasa.



Menggabungkan niat puasa Rajab dengan puasa qadha' Ramadhan hukumnya diperbolehkan (sah) dan pahala keduanya bisa didapatkan. Menurut Syekh Al-Barizi, meski hanya niat mengqadha' puasa Ramadhan, secara otomatis pahala berpuasa Rajab bisa didapatkan.

Keutamaan berpuasa diterangkan dalam satu Hadis berikut: "Setiap amalan manusia adalah untuknya kecuali puasa, sebab ia hanyalah untukku dan Akulah yang akan memberikan ganjaran padanya secara langsung". (HR Al-Bukhari)

Jadwal Puasa Sunnah Maret 2021
1. Senin 1 Maret 2021 - 17 Rajab 1442 H
2. Kamis 4 Maret 2021 - 20 Rajab 1442 H
3. Senin 8 Maret 2021 - 24 Rajab 1442 H
4. Kamis 11 Maret 2021 - 27 Rajab 1442 H (Isra' Mikraj)
5. Senin 15 Maret 2021 - 1 Sya'ban 1442 H
6. Kamis 18 Maret 2021 - 4 Sya'ban 1442 H
7. Senin 22 Maret 2021 - 8 Sya'ban 1442 H
8. Kamis 25 Maret 2021 - 11 Sya'ban 1442 H
9. Sabtu 27 Maret 2021 - 13 Sya'ban 1442 H (Ayyamul Biidh)
10. Ahad 28 Maret 2021 - 14 Sya'ban 1442 H (Ayyamul Biidh)
11. Senin 29 Maret 2021 - 15 Sya'ban 1442 H (Ayyamul Bidh)

Niat Puasa Sunnah Senin
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ اْلاِثْنَيْنِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu Shouma Yaumal Itsnaini Sunnatan Lillahi Ta'ala.
(Aku niat puasa hari Senin, sunnah karena Allah Ta'ala)

Niat Puasa Sunnah Kamis
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu Shouma Yaumal Khomiisi Sunnatan Lillahi Ta'ala.
(Aku niat puasa hari Kamis, sunnah karena Allah Ta'ala)

Niat Puasa Ayyamul Biidh
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ اَيَّامَ اْلبِيْضِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu Shouma Ghadin Ayyamul Biidh Sunnatan Lillahi Ta'ala.
(Aku niat berpuasa besok hari pada Ayyamul Bidh sunnah karena Allah Ta'ala)

Niat Puasa Rajab
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ رَجَبَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu Shouma Ghadin 'an Adai Sunnati Rojaba Lillahi Ta'ala.
(Aku berniat puasa sunnah Rajab besok hari karena Allah Ta'ala)

Baca Juga: Bolehkah Menggabungkan Puasa Rajab dan Qadha Puasa Ramadhan?
(rhs)
cover top ayah
وَقَالَ الشَّيۡطٰنُ لَـمَّا قُضِىَ الۡاَمۡرُ اِنَّ اللّٰهَ وَعَدَكُمۡ وَعۡدَ الۡحَـقِّ وَوَعَدْتُّكُمۡ فَاَخۡلَفۡتُكُمۡ‌ؕ وَمَا كَانَ لِىَ عَلَيۡكُمۡ مِّنۡ سُلۡطٰنٍ اِلَّاۤ اَنۡ دَعَوۡتُكُمۡ فَاسۡتَجَبۡتُمۡ لِىۡ‌ ۚ فَلَا تَلُوۡمُوۡنِىۡ وَلُوۡمُوۡۤا اَنۡفُسَكُمۡ‌ ؕ مَاۤ اَنَا بِمُصۡرِخِكُمۡ وَمَاۤ اَنۡتُمۡ بِمُصۡرِخِىَّ‌ ؕ اِنِّىۡ كَفَرۡتُ بِمَاۤ اَشۡرَكۡتُمُوۡنِ مِنۡ قَبۡلُ‌ ؕ اِنَّ الظّٰلِمِيۡنَ لَهُمۡ عَذَابٌ اَ لِيۡمٌ
Dan setan berkata ketika perkara (hisab) telah diselesaikan, “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku tidak dapat menolongmu, dan kamu pun tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu.” Sungguh, orang yang zhalim akan mendapat siksaan yang pedih.

(QS. Ibrahim:22)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!