Kisah Imam Junaid dan Pengemis, Pelajaran Bagi yang Suka Ghibah
Kamis, 04 Maret 2021 - 15:05 WIB
loading...
A
A
A
Imam Junaid terperangah. Beliau merasa tidak pernah mengumpat pengemis itu. Sampai akhirnya Beliau sadar bahwa ia pernah menggunjingnya dalam hati soal etos kerja.
Dalam mimpi itu Imam Junaid didesak untuk meminta maafatas perbuatannya tersebut. Sejak saat itu Imam Junaid berusaha keras mencari si fakir ke semua penjuru.
Berulang kali beliau gagal menjumpainya. Hingga suatu ketika Imam Junaid melihatnya sedang memunguti dedaunan di atas sungai untuk dimakan. Dedaunan itu adalah sisa sayuran yang jatuh saat dicuci.Segera Imam Junaid menyapanya dan tanpa disangka keluar ungkapan balasan.
"Apakah kau akan mengulanginya lagi wahai Abul Qasim?""Tidak."
"Semoga Allah mengampuni diriku dan dirimu."
Imam Junaid beruntung. Peringatan untuk kesalahan "kecilnya" datang lewat mimpi sehingga bisa berbenah diri.
Lantas, bagaimana dengan orang-orang yang gemar mengumpat,mencela orang lain, bukan saja dalam hati, tapi juga terang-terangan lewat lisan dan tulisan? Semoga Allah menjauhkan kita dari perbuatan tercela seperti ghibah, namimah dan lainnya.
Sumber:
Kitab Raudhatur-Rayahin karya Abdul As'ad Al-Yafi'iAl-Yamani
Baca Juga: Ghibah Termasuk Dosa Besar, Begini Penjelasan Habib Quraisy Baharun
Wallahu A'lam
Dalam mimpi itu Imam Junaid didesak untuk meminta maafatas perbuatannya tersebut. Sejak saat itu Imam Junaid berusaha keras mencari si fakir ke semua penjuru.
Berulang kali beliau gagal menjumpainya. Hingga suatu ketika Imam Junaid melihatnya sedang memunguti dedaunan di atas sungai untuk dimakan. Dedaunan itu adalah sisa sayuran yang jatuh saat dicuci.Segera Imam Junaid menyapanya dan tanpa disangka keluar ungkapan balasan.
"Apakah kau akan mengulanginya lagi wahai Abul Qasim?""Tidak."
"Semoga Allah mengampuni diriku dan dirimu."
Imam Junaid beruntung. Peringatan untuk kesalahan "kecilnya" datang lewat mimpi sehingga bisa berbenah diri.
Lantas, bagaimana dengan orang-orang yang gemar mengumpat,mencela orang lain, bukan saja dalam hati, tapi juga terang-terangan lewat lisan dan tulisan? Semoga Allah menjauhkan kita dari perbuatan tercela seperti ghibah, namimah dan lainnya.
Sumber:
Kitab Raudhatur-Rayahin karya Abdul As'ad Al-Yafi'iAl-Yamani
Baca Juga: Ghibah Termasuk Dosa Besar, Begini Penjelasan Habib Quraisy Baharun
Wallahu A'lam
(rhs)
Lihat Juga :