Kisah Isra Mikraj: Ini Penyebab Nabi Musa Menangis Saat Jumpa Nabi Muhammad

Selasa, 09 Maret 2021 - 13:04 WIB
loading...
Kisah Isra Mikraj: Ini...
Ilustrasi/Ist
A A A
SETELAH melakukan isra ’ berupa perjalanan malam dari Masjidil Haram menuju Baitul Maqdis dengan mengendarai transportasi surga, Buroq, Nabi pun melanjutkan mi’raj ditemani malaikat Jibril . Perjalanan malam dari dari Baitul Maqdis menuju langit dunia hingga berjumpa dengan Allah ‘azza wajalla.

Baca juga: Hukum Merayakan Isra Mikraj, Jangan Sampai Gagal Paham

Sebanyak tujuh lapis langit yang Nabi lalui. Setiap langit terdapat nabi-nabi terdahulu. Langit pertama bertemu Nabi Adam , langit kedua bertemu Nabi Yahya bin Zakaria dan Nabi Isa bin Maryam , langit ketiga bertemu Nabi Yusuf , langit keempat bertemu Nabi Idris , langit kelima bertemu Nabi Harun bin Imran, langit keenam bertemu Nabi Musa bin Imran , dan langit ketujuh bertemu Nabi Ibrahim .

Safyurrahman al-Mubarakfuri dalam kitabnya Rahiq al-Makhtum, sebagaimana dikutip laman Nahdlatul Ulama menjelaskan setiap Nabi yang dijumpai Nabi Muhammad mengucapkan salam, lalu mereka menjawab dan mengakui kenabian Muhammad SAW.

Tapi ada yang aneh. Nabi Muhammad sempat terhenti saat berjumpa dengan Nabi Musa. Ketika hendak melanjutkan perjalanan ke langit ketujuh, Nabi Musa tiba-tiba menangis . “Apa yang membuatmu menangis?” tanya Nabi Muhammad penasaran.

“Aku menangis, karena ada orang yang lebih muda diutus setelahku, tapi umatnya lebih banyak yang masuk surga daripada umatku,” jawab Nabi Musa penuh penyesalan.

Baca juga: 5 Pesan Buya Yahya Dibalik Mukjizat Isra Mikraj

Nabi Musa menangis karena merasa sedih, jumlah umatnya lebih sedikit dari umat Nabi Muhammad dan kemuliaan umatnya juga dikalahkan oleh umat Nabi Muhammad yang lebih muda darinya. Padahal, masa umat Nabi Musa jauh lebih lama dibanding masa umat Nabi Muhammad.

Syaikh Badruddin Ahmad al-Aini dalam kitabnya Umdtaul Qari menjelaskan, “Musa menangis karena merasa sedih atas umatnya. Jumlahnya lebih sedikit dibanding umat Muhammad dan keutamaannya kalah dengan umat Muhammad.”

Sikap Nabi Musa demikian bukanlah karena rasa iri (hasud) dengan Nabi Muhammad. Melainkan karena merasa menyesal. Mengapa dulu umatnya banyak melanggar perintah Allah, sehingga mempengaruhi derajat kedudukannya di sisi Tuhannya.

Ketaatan suatu umat merupakan prestasi seorang Nabi. Semakin tinggi tingkat ketaatannya, semakin tinggi pula derajat Nabi yang membimbingnya di sisi Allah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
15 Hikmah Isra Mikraj...
15 Hikmah Isra Mikraj bagi Kehidupan, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Khotbah Jumat : Isra...
Khotbah Jumat : Isra Mikraj dan Kualitas Salat
9 Ayat-ayat Al Quran...
9 Ayat-ayat Al Quran tentang Isra Mikraj, Terbanyak di Surat Al Isra dan An-Najm
5 Bacaan Istighfar Rajab...
5 Bacaan Istighfar Rajab Lengkap dengan Huruf Arab, Latin dan Artinya
Kisah Lengkap Isra Mikraj,...
Kisah Lengkap Isra Mikraj, Mukjizat Luar Biasa Nabi Muhammad SAW
Masjidil Aqsa, Saksi...
Masjidil Aqsa, Saksi Bisu Perjalanan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW
Rekomendasi
Monumen Batu Minoa Berusia...
Monumen Batu Minoa Berusia 4.000 Tahun Ditemukan di Yunani
Bromo Bersalju: Selimut...
Bromo Bersalju: Selimut Kristal Es Ajaib Selimuti Lautan Pasir, Pertanda Apa?
Menembus Langit Asia,...
Menembus Langit Asia, Dwidayatour Jadi Saksi Pertama Aurora yang Memesona
Artikel Terkini
Bolehkah Menggabungkan...
Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Sunnah?
Tahun Baru Islam 1448...
Tahun Baru Islam 1448 H Jadi Momentum Kebangkitan Umat Islam Hadapi Tantangan Global
Puasa Tasua, Keutamaan...
Puasa Tasua, Keutamaan dan Jadwal Pelaksanaannya
Tak Banyak yang Tahu,...
Tak Banyak yang Tahu, Ini 7 Larangan di Bulan Muharram
Ucapkan Selamat Tahun...
Ucapkan Selamat Tahun Baru 1448 Hijriah, Menag Ajak Umat Jaga Persatuan
Jadwal Puasa Muharam...
Jadwal Puasa Muharam 1448 H Tahun 2026, Kapan Puasa Tasu'a dan Asyura Dilaksanakan?
Infografis
10 Ilmuwan Muslim yang...
10 Ilmuwan Muslim yang Mengubah Wajah Ilmu Pengetahuan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved