Kisah Hewan yang Memberi Isyarat di Zaman Para Nabi

Selasa, 09 Maret 2021 - 13:41 WIB
loading...
Kisah Hewan yang Memberi Isyarat di Zaman Para Nabi
Al-Quran menghidangkan kepada kita kisah-kisah para Nabi dan para Wali dengan sekumpulan hewan yang dapat memberi isyarat. Foto/Ist
A A A
Kisah hewan memberi isyarat di zaman para Nabi merupakan salah satu tanda kebesaran Allah 'Azza wa Jalla. Hewan-hewan ini memainkan perannya atas izin pencipta-Nya.

Al-Qur'an menghidangkan kepada kita kisah-kisah para Nabi dan para Wali dengan sekumpulan hewan-hewan yang ajaib. Qutbah Abdullah menceritakan bagaimana hewan ciptaan Allah ini memainkan perannya.

Baca Juga: Kisah Rasulullah Berdialog dengan Unta

Burung gagak bersama putra Nabi Adam 'alaihissalam Qabil, dalam peristiwa Qabil membunuh Habil dan menyembunyikan mayat adiknya ditunjukkan oleh burung gagak kepadanya. Burung gagak mengajarkan Qabil bagaimana cara memperlakukan jenazah saudaranya.

Lembu betina bersama Bani Israil dan Nabi Musa 'alahissalam yang dipilih untuk disembelih membongkar pembunuhan misteri. Akhirnya dibuktikan bahwa pembunuhan itu dilakukan oleh anak saudaranya sendiri, yang melakukan aduan tentang pembunuhan ayah saudaranya.

Serigala di zaman Nabi Yusuf 'alahissalam yang dituduh oleh saudara-saudaranya merobek-robek pakaian dan memangsa Nabi Yusuf. Tetapi kemudian terbukti bahwa kepekaan ayah mereka Nabi Yakub menyimpulkan bahwa perbuatan itu adalah komplotan jahat mereka kepada adik mereka sendiri, Nabi Yusuf.

Kemudian, burung Hudhud (sejenis pelatuk) di zaman Nabi Sulaiman 'alaihissalam memberi isyarat dan menceritakan tentang negeri Saba dan keberadaan Singgasana Ratu Bilqis yang menyembah matahari.

Burung-burung Ababil yang ditugaskan menghancurkan tentera bergajah Abrahah saat hendak menyerang Ka'bah. Saat itu gajah-gajah itu terpaku ketakutan tidak mau bergerak lantaran takut kepada Allah. Tentara Abrahah itu akhirnya musnah diazab Allah seperti daun-daun di makan ulat.

Di zaman Nabi Muhammad, seekor unta berlari dan meloncat menuju hadapan Rasulullah, sampai hampir menabrak tubuh Raulullah. Rasulullah صلى الله عليه وسلم terkejut dan bertanya: "Apa yang engkau alami sampai engkau meloncat sejauh itu hingga di depanku?" tanya Rasulullah.

Unta itu ketakutan dan berkata: "Ya Rasulullah , aku minta perlindungan darimu." Ketika itu, unta itu lari ketakutan karena melihat seorang Arab membawa pedang tajam hendak memotongnya. Kemudian Rasulullah menasehati orang itu untuk berbuat baik dan bersikap lembut kepada binatang.

Masih banyak lagi kisah-kisah hewan yang diceritakan Allah dalam Al-Qur'an dan Hadis sejak 15 abad lalu. Seorang cendekiawan Jerman, Brehm, yang sepanjang hidupnya mengkaji binatang dan akhirnya mengarang ensiklopedia menulis tentang kehidupan binatang-binatang itu.

Kata beliau: "Sesungguhnya bagi binatang yang menyusukan anak mempunyai ingatan, kepintaran dan perasaan hati."

"Ia juga mampu membedakan antara perkara dan memahami perbedaan masa, tempat, warna dan bunyi-bunyian. Begitu juga ia mampu mengenal sesuatu, memikir dan membuat keputusan."

"Ia juga dapat mengetahui bahaya-bahaya yang akan menimpa dan dapat pula memikirkan cara bagaimana mengelakkannya."

"Di antara hewan yang memiliki kemahiran dapat membuat perkiraan dan dugaan terhadap sesuatu perkara sebelum ia melakukannya."

"Binatang yang sensitif dan berani akan berkorban kehidupan demi kebaikan terhadap kalangannya sendiri."

Al-Qur'an telah mengingatkan umat manusia sejak diutusnya Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم. Ada banyak pelajaran dari hewan. Di antara diabadikan dalam Surah An-Naml Ayat 18 berikut:

"Sehingga apabila mereka sampai di lembah semut (daerah Palestina Syam), berkatalah seekor semut (yaitu raja semut, sewaktu melihat bala tentara Nabi Sulaiman): "Wahai semut-semut! Masuklah ke dalam sarang-sarang kalian, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari."

Mendengar perkataan raja semut itu, Nabi Sulaiman 'alaihissalam pun tersenyum dan tertawa. Kemudian beliau sujud syukur kepada Allah karena memberi anugerah kepadanya sehingga dapat memahami ketakutan para semut.

Beliua berdoa:

رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ

"Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh". (QS an-Naml: 19)

Wallahu A'lam

Baca Juga: Meraih Pahala dan Ampunan Allah Taala karena Menyayangi Binatang
(rhs)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1579 seconds (10.101#12.26)