5 Nama Hewan yang Diabadikan Menjadi Nama Surat Dalam Al Quran

loading...
5 Nama Hewan yang Diabadikan Menjadi Nama Surat Dalam Al Quran
Lebah menjadi salah satu hewan yang namanya diabadikan menjadi nama surat dalam Al Quran yakni surat A-Nahl. Foto istimewa
Penamaan surat yang ada dalam Al-Qur’an menggambarkan isi atau kandungan ayat di dalamnya. Salah satunya dinamai dengan nama-nama hewan, karena isi atau kandungan ayat di dalamnya ada kisah yang melibatkan hewan.

Jumhur atau mayoritas ulama bersepakat, penamaan surah-surah Al-Qur’an adalah berasal dari Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, meskipun ada beberapa yang berpendapat bahwa hal itu merupakan hasil ijtihad para sahabat.

Baca juga: Keajaiban Membaca Doa Iftitah yang Belum Banyak Diketahui

Nama-nama surat, sedikit banyak akan menggambarkan isi sebuah surah Al-Qur’an. Fungsinya seperti kata kunci, meskipun nanti memang banyak sekali ayat yang secara tampak tidak mengikuti alur kata kunci nama surat-nya. Tentang surat yang dinamai nama-nama hewan ini, setidaknya ada lima surat dalam Al-Qur'an yang dinamai nama hewan, yakni :

1. Surah Al-Baqarah

Al Baqarah yang bermakna ‘sapi betina’. Diberi nama demikian karena di dalamnya berisi sebuah kisah tentang Bani Israil yang terus-terusan bertanya soal sapi yang ingin disembeloh kepada Nabi Musa alaihissalam.

Baca juga: Iklim Semakin Ekstrim, Ini 3 Cara Menjaga Kesehatan Dalam Syariat

Surah ini terdiri dari 286 ayat dan terhimpun dari juz 1 hingga sebagian juz 3. Surah ini termasuk golongan Surat Madaniyah, dan ini jelas terlihat pada jumlah ayatnya yang banyak, sebagaimana ciri Surat Madaniyah lazimnya l.

2. Surah An-Nahl

Surat ini mempunyai arti ‘lebah’. Dinamakan demikian karena di dalamnya terdapat ayat ketika Allah SWT mewahyukan kepada lebah tentang cara membuat sarang dan lokasinya. Surah yang terletak di juz 14 ini termasuk Surah Makkiyah dan terdiri dari 128 ayat.

Baca juga: 5 Sifat Manusia yang Membuat Harta Menjadi Tercela

3. Surah An-Naml

Artinya berarti ‘semut’. Diambil nama demikian karena di dalamnya terdapat kisah gerombolan semut yang diinstruksikan masuk sarang oleh ratunya ketika Nabi Sulaiman dan pasukannya hendak lewat di sebuah jalan.

Nabi Sulaiman yang mengetahui hal itu hanya tersenyum.

حَتّٰىٓ اِذَآ اَتَوْا عَلٰى وَادِ النَّمْلِۙ قَالَتْ نَمْلَةٌ يّٰٓاَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوْا مَسٰكِنَكُمْۚ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمٰنُ وَجُنُوْدُهٗۙ وَهُمْ لَا يَشْعُرُوْنَ

Hingga ketika mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut, “Wahai semut-semut! Masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan bala tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.” (QS. An-Naml ayat 18)

Baca juga: Korut Bersiap Putuskan Hubungan dengan Malaysia, Sebut Malaysia Jahat

Surah ini termasuk Surah Makkiyah dan terletak di juz 19, serta terdiri dari 93 ayat.

4. Surah Al-Ankabut

Makna dari nama surat ini yakni ‘laba-laba’. Penamaan demikian karena di dalamnya terdapat ayat yang mengungkapkan perumpamaan para penyembah berhala dengan laba-laba yang terlalu percaya pada kekuatan sarangnya. Termasuk Surah Makkiyah, surah ini merupakan surah ke 29 dan terletak di juz 20, dan terdiri dari 69 ayat.
halaman ke-1
cover top ayah
وَاِذَا مَسَّ الۡاِنۡسَانَ الضُّرُّ دَعَانَا لِجَنۡۢبِهٖۤ اَوۡ قَاعِدًا اَوۡ قَآٮِٕمًا ۚ فَلَمَّا كَشَفۡنَا عَنۡهُ ضُرَّهٗ مَرَّ كَاَنۡ لَّمۡ يَدۡعُنَاۤ اِلٰى ضُرٍّ مَّسَّهٗ‌ؕ كَذٰلِكَ زُيِّنَ لِلۡمُسۡرِفِيۡنَ مَا كَانُوۡا يَعۡمَلُوۡنَ
Apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu darinya, dia kembali ke jalan yang sesat, seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk menghilangkan bahaya yang telah menimpanya. Begitulah, orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang mereka kerjakan.

(QS. Yunus:12)
cover bottom ayah
preload video