Ummu Salamah : Periwayat Hadis Terbanyak dan Pencetus Seruan Jihad bagi Perempuan
Rabu, 13 Oktober 2021 - 07:00 WIB
loading...
Dalam beberapa riwayat, Ummu Salamah menjadi penyebab turunnya beberapa ayat Al-Quran, salah satunya tentang jihad bagi para kaum muslimah. Foto ilustrasi/istimewa
A
A
A
Selain Aisyah radhiyallahu'anha, sosok perempuan periwayat hadis Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam adalah, Ummu Salamah . Perempuan hebat yang ikut andil dalam membangun sebuh peradaban, khususnya Islam. Siapa beliau dan bagaimana pula kiprahnya dalam periwayat hadis ini?
Dikutip dari buku 'Perempuan Periwayat Hadis' yang ditulis Agung Danarta, disebutkan bahwa Ummu Salamah meriwayatkan hadis dari Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam sebanyak 622 hadis, periwayat hadis perempuan terbanyak kedua setelah Aisyah radhiyallahu'anha . Hadis-hadis tersebut tersebar di kitab-kitab seperti Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan al-Nasa’i, Sunan Ibn Majjah, Sunan Abi Dawud, Sunan al-Darimi, Al-Muwaththa’ dan Musnad Ahmad ibn Hanbal. Sedangkan dalam Musnad Ahmad sendiri, setidaknya terdapat 280 hadis yang disandarkan kepada Ummu Salamah.
Baca juga: Sayyidah Ummu Salamah, Istri Nabi Nan Rupawan dan Berumur Panjang
Ada beberapa hal yang menjadikan Ummu Salamah banyak meriwayatkan hadis Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Pertama, karena beliau termasuk assabiquna al-awwalun. Kedua, beliau pernah mengikuti hijrah ke Habasyah dan Madinah, dan hidup dengan Nabi Shallallahu alaihi wa sallam. dalam kurun waktu yang lama yaitu 6 tahun. Hal tersebut membuat Ummu Salamah banyak berinteraksi dengan baginda Nabi dan mendapat banyak riwayat langsung dari Rasulullah.
Setelah Rasulullah wafat, Ummu Salamah radhiyallahu'anha juga masih hidup dalam kurun waktu yang cukup lama yaitu 49 tahun. Sehingga hal tersebut membuat Ummu Salamah mempunyai kesempatan yang cukup panjang, untuk mengajarkan berbagai ilmu yang diperoleh dari Nabi.
Apalagi Ummu Salamah tetap tinggal di Madinah setelah Nabi wafat. Hal tersebut membuat orang-orang mudah untuk menemuinya. Selain meriwayatkan banyak hadis yang bersumber langsung dari Rasulullah, Ummu Salamah juga meriwayatkan hadis dari Abu Salamah dan Fathimah binti Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam.
Ummu Salamah sendiri, bernama lengkap Hindun binti Abi Umayyah ibn al-Mughirah ibn Abdullah ibn Umar ibn Mahzum al-Mahzumiyah. Lahir pada tahun 24 sebelum hijrah dari keluarga yang terhormat, yaitu Bani Makhzum. Ayahnya mempunyai julukan zaadur rakib, yang berarti pengembara yang berbekal. Karena bila sedang melakukan safar (perjalanan), Abi Umayyah selalu mengajak teman dan tidak lupa untuk membawa bekal. Bahkan beliau juga mencukupi bekal temannya. Sedangkan ibunya bernama Atikah binti Amir bin Rabiah al-Kinaniyah yang berasal dari Bani Farras.
Sebelum dinikahi oleh Rasulullah, Ummu Salamah menikah dengan Abdullah bin Abdul Asad bin Hilal bin Makhzum al-Quraisy atau yang dikenal dengan Abu Salamah. Abu Salamah merupakan salah seorang sahabat yang termasuk ke dalam orang-orang yang memeluk Islam di awal.
Baca juga: 8 Pintu Rezeki yang Diberikan Allah Ta'ala untuk HambaNya
Dari pernikahan dengan Abu Salamah tersebut, Ummu Salamah dikaruniai dua anak yaitu Umar dan Zainab. Akan tetapi, suaminya meninggal dalam Perang Uhud yang terjadi pada Jumadil Akhirah tahun 3 H sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitabnya Tahdzib al-Tahdzib.
Dikutip dari buku 'Perempuan Periwayat Hadis' yang ditulis Agung Danarta, disebutkan bahwa Ummu Salamah meriwayatkan hadis dari Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam sebanyak 622 hadis, periwayat hadis perempuan terbanyak kedua setelah Aisyah radhiyallahu'anha . Hadis-hadis tersebut tersebar di kitab-kitab seperti Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan al-Nasa’i, Sunan Ibn Majjah, Sunan Abi Dawud, Sunan al-Darimi, Al-Muwaththa’ dan Musnad Ahmad ibn Hanbal. Sedangkan dalam Musnad Ahmad sendiri, setidaknya terdapat 280 hadis yang disandarkan kepada Ummu Salamah.
Baca juga: Sayyidah Ummu Salamah, Istri Nabi Nan Rupawan dan Berumur Panjang
Ada beberapa hal yang menjadikan Ummu Salamah banyak meriwayatkan hadis Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Pertama, karena beliau termasuk assabiquna al-awwalun. Kedua, beliau pernah mengikuti hijrah ke Habasyah dan Madinah, dan hidup dengan Nabi Shallallahu alaihi wa sallam. dalam kurun waktu yang lama yaitu 6 tahun. Hal tersebut membuat Ummu Salamah banyak berinteraksi dengan baginda Nabi dan mendapat banyak riwayat langsung dari Rasulullah.
Setelah Rasulullah wafat, Ummu Salamah radhiyallahu'anha juga masih hidup dalam kurun waktu yang cukup lama yaitu 49 tahun. Sehingga hal tersebut membuat Ummu Salamah mempunyai kesempatan yang cukup panjang, untuk mengajarkan berbagai ilmu yang diperoleh dari Nabi.
Apalagi Ummu Salamah tetap tinggal di Madinah setelah Nabi wafat. Hal tersebut membuat orang-orang mudah untuk menemuinya. Selain meriwayatkan banyak hadis yang bersumber langsung dari Rasulullah, Ummu Salamah juga meriwayatkan hadis dari Abu Salamah dan Fathimah binti Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam.
Ummu Salamah sendiri, bernama lengkap Hindun binti Abi Umayyah ibn al-Mughirah ibn Abdullah ibn Umar ibn Mahzum al-Mahzumiyah. Lahir pada tahun 24 sebelum hijrah dari keluarga yang terhormat, yaitu Bani Makhzum. Ayahnya mempunyai julukan zaadur rakib, yang berarti pengembara yang berbekal. Karena bila sedang melakukan safar (perjalanan), Abi Umayyah selalu mengajak teman dan tidak lupa untuk membawa bekal. Bahkan beliau juga mencukupi bekal temannya. Sedangkan ibunya bernama Atikah binti Amir bin Rabiah al-Kinaniyah yang berasal dari Bani Farras.
Sebelum dinikahi oleh Rasulullah, Ummu Salamah menikah dengan Abdullah bin Abdul Asad bin Hilal bin Makhzum al-Quraisy atau yang dikenal dengan Abu Salamah. Abu Salamah merupakan salah seorang sahabat yang termasuk ke dalam orang-orang yang memeluk Islam di awal.
Baca juga: 8 Pintu Rezeki yang Diberikan Allah Ta'ala untuk HambaNya
Dari pernikahan dengan Abu Salamah tersebut, Ummu Salamah dikaruniai dua anak yaitu Umar dan Zainab. Akan tetapi, suaminya meninggal dalam Perang Uhud yang terjadi pada Jumadil Akhirah tahun 3 H sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitabnya Tahdzib al-Tahdzib.
Lihat Juga :