Dahsyatnya Kiamat (3): Semua Manusia Mencari Nabi Muhammad untuk Minta Syafa'at
Rabu, 24 Maret 2021 - 17:58 WIB
loading...
A
A
A
Maka pergilah mereka kepada Nabi Ibrahim dan berkata: "Tolonglah kami di sisi Tuhan supaya segera memutuskan urusan kami." Nabi Ibrahim menjawab: "Itu bukan urusanku sebab saya telah dusta tiga kali."
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: "Ketiganya itu karena mempertahankan agama Allah yaitu ketika Nabi Ibrahim diajak ke upacara kaumnya, lalu ia menyatakan: "Inni Saqiem (sesungguhnya saya sakit). Kali kedua ketika berkata: "Bal fa’alahu kabiruhum hadza (bahwa yang menghancurkan berhala-berhala ini hanya inilah yang terbesar. Dali ketiga ketika istrinya diganggu oleh Raja yang zalim, lalu ia berkata: "Ini saudaraku."
Nabi Ibrahim berkata tidak ada sesuatu yang merisaukan hatiku kecuali bagaimana nasibku, tetapi kamu pergi saja kepada Nabi Musa Kalimullah yang langsung mendengar firman-firman Allah. Maka mereka pergi kepada Nabi Musa dan berkata: "Tolonglah kami, gunakan syafa'atmu untuk mengadap Tuhan supaya menyelesaikan urusan kami ini."
Nabi Musa menjawab: "Itu bukan urusanku, saya pernah membunuh orang tanpa hak, dan kini aku tidak memikirkan kecuali nasib diriku, tetapi pergilah kepada Nabi Isa, Ruhullah dan Kalimatullah."
Maka segera mereka pergi kepada Nabi Isa dan berkata: "Berilah jasa syafa'atmu. Mintalah kepada Tuhan supaya segera meringankan penderitaan kami ini." Jawab Nabi Isa: "Saya diangkat bersama ibuku oleh orang-orang sebagai Tuhan, dan kini tidak ada sesuatu yang merisaukan aku kecuali urusanku sendiri, tetapi bagaimana pendapatmu kalau ada barang terbungkus dan ditutup, apakah dapat mencapai barang itu jika tidak dibuka penutupnya?"
Jawab mereka: "Tidak." Maka Nabi Isa berkata: "Sesungguhnya Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم itu penutup semua Nabi dan Allah mengampunkan baginya apa yang lalu dan yang kemudian, lebih baik kamu pergi kepadanya.
Maka datanglah orang berbondong-bondong kepada Rasulullah. Lalu Nabi Muhammad menjawab: "Baiklah, sayalah yang akan membantu sehingga Allah mengizinkan bagi siapa yang dikehendakinya dan diridhainya. Kemudian ketika Allah hendak menyelesaikan makhluk-Nya, maka ada seruan: "Dimanakah Muhammad dan ummat-ummatnya?" Maka kamilah yang terakhir di dunia, dan yang pertama-tama hisabnya pada hari Kiamat.
Lalu aku berdiri bersama ummat-ummatku, maka ummat-ummat itu membukakan jalan untuk kami, sehingga ada suara, hampir saja ummat ini semuanya merupakan Nabi-nabi, kemudian aku maju ke pintu surga dan mengetuknya, lalu ditanya: "Siapakah itu?” Jawabku: "Nabi Muhammad Rasullullah."
Lalu dibukalah pintu surga dan aku masuk dan bersujud kepada Tuhan serta memuja Tuhan dengan pujian yang belum pernah diucapkan oleh seorang pun sebelumku. Kemudian aku diperintah: "Irfa' ra'saka wa qul yusina' wasai tu’tha, wasy fa tusyaffa (angkatlah kepalamu, dan katakan akan didengar, dan mintalah akan diberikan syafa’atmu akan diterima."
Maka saya memberikan syafa'atku pada orang-orang yang di dalam hatinya ada seberat zarrah atau jagung dari iman keyakinan di samping syahadat "La ilaha illallah wa anna Muhammad Rasulullah."
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: "Ketiganya itu karena mempertahankan agama Allah yaitu ketika Nabi Ibrahim diajak ke upacara kaumnya, lalu ia menyatakan: "Inni Saqiem (sesungguhnya saya sakit). Kali kedua ketika berkata: "Bal fa’alahu kabiruhum hadza (bahwa yang menghancurkan berhala-berhala ini hanya inilah yang terbesar. Dali ketiga ketika istrinya diganggu oleh Raja yang zalim, lalu ia berkata: "Ini saudaraku."
Nabi Ibrahim berkata tidak ada sesuatu yang merisaukan hatiku kecuali bagaimana nasibku, tetapi kamu pergi saja kepada Nabi Musa Kalimullah yang langsung mendengar firman-firman Allah. Maka mereka pergi kepada Nabi Musa dan berkata: "Tolonglah kami, gunakan syafa'atmu untuk mengadap Tuhan supaya menyelesaikan urusan kami ini."
Nabi Musa menjawab: "Itu bukan urusanku, saya pernah membunuh orang tanpa hak, dan kini aku tidak memikirkan kecuali nasib diriku, tetapi pergilah kepada Nabi Isa, Ruhullah dan Kalimatullah."
Maka segera mereka pergi kepada Nabi Isa dan berkata: "Berilah jasa syafa'atmu. Mintalah kepada Tuhan supaya segera meringankan penderitaan kami ini." Jawab Nabi Isa: "Saya diangkat bersama ibuku oleh orang-orang sebagai Tuhan, dan kini tidak ada sesuatu yang merisaukan aku kecuali urusanku sendiri, tetapi bagaimana pendapatmu kalau ada barang terbungkus dan ditutup, apakah dapat mencapai barang itu jika tidak dibuka penutupnya?"
Jawab mereka: "Tidak." Maka Nabi Isa berkata: "Sesungguhnya Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم itu penutup semua Nabi dan Allah mengampunkan baginya apa yang lalu dan yang kemudian, lebih baik kamu pergi kepadanya.
Maka datanglah orang berbondong-bondong kepada Rasulullah. Lalu Nabi Muhammad menjawab: "Baiklah, sayalah yang akan membantu sehingga Allah mengizinkan bagi siapa yang dikehendakinya dan diridhainya. Kemudian ketika Allah hendak menyelesaikan makhluk-Nya, maka ada seruan: "Dimanakah Muhammad dan ummat-ummatnya?" Maka kamilah yang terakhir di dunia, dan yang pertama-tama hisabnya pada hari Kiamat.
Lalu aku berdiri bersama ummat-ummatku, maka ummat-ummat itu membukakan jalan untuk kami, sehingga ada suara, hampir saja ummat ini semuanya merupakan Nabi-nabi, kemudian aku maju ke pintu surga dan mengetuknya, lalu ditanya: "Siapakah itu?” Jawabku: "Nabi Muhammad Rasullullah."
Lalu dibukalah pintu surga dan aku masuk dan bersujud kepada Tuhan serta memuja Tuhan dengan pujian yang belum pernah diucapkan oleh seorang pun sebelumku. Kemudian aku diperintah: "Irfa' ra'saka wa qul yusina' wasai tu’tha, wasy fa tusyaffa (angkatlah kepalamu, dan katakan akan didengar, dan mintalah akan diberikan syafa’atmu akan diterima."
Maka saya memberikan syafa'atku pada orang-orang yang di dalam hatinya ada seberat zarrah atau jagung dari iman keyakinan di samping syahadat "La ilaha illallah wa anna Muhammad Rasulullah."
Lihat Juga :