Dahsyatnya Kiamat (4): Kengerian Sehari Sama Dengan Waktu 50 Ribu Tahun di Dunia

Jum'at, 26 Maret 2021 - 05:00 WIB
loading...
Dahsyatnya Kiamat (4): Kengerian Sehari Sama Dengan Waktu 50 Ribu Tahun di Dunia
Hari yang menggetarkan, duka cita dan penyesalan yang sesungguhnya adalah Hari Kiamat. Foto ilustrasi/Ist
A A A
Pada Hari Kiamat, semua manusia bertekuk lutut dan masing-masing sibuk meminta pertolongan kepada Allah, penguasa Hari Pembalasan. Kengerian sehari sama dengan waktu 50 ribu tahun di dunia.

Ulama besar Abad ke-4 Hijriyah Imam Abu Laits As-Samarqandi (wafat 373 H) dalam Kitab Tanbihul Ghafilin menceritakan dahsyatnya Hari Kiamat. Disebutkan, Sayyidina Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu meminta nasihat kepada Ka'ab. "Hai Ka'ab, sampaikan kepada kami kabar yang menggembirakan."

Baca Juga: Dahsyatnya Hari Kiamat (1): Malaikat Maut Menjerit Saat Mencabut Nyawanya Sendiri

Maka Ka'ab berkata: "Sesungguhnya bagi Allah ada 313 syari'at, tidak seorang yang menghadap kepada Allah dengan salah satu syari'at itu asal disertai dengan Kalimat 'Laa ilaha illallah' melainkan pasti dimasukkan ke dalam surga. Demi Allah, andaikan kamu tahu besarnya rahmat Allah niscaya kamu malas beramal."

"Hai saudara-saudara, bersiap-siaplah menghadapi hari Kiamat itu dengan amal soleh, dan menjauhi maksiat. Sebab tidak lama engkau akan menghadapi Kiamat dan menyesal terhadap masa hidupmu yang terbuang sia-sia. Ketahuilah bahwa bila kau mati berarti telah tiba hari Kiamatmu, sebagaimana kata Almughirah bin Syu'bah: "Kamu menantikan hari Kiamat, padahal kiamatmu ialah saat kematianmu."

Alqomah bin Qays ketika hadir dalam pemakaman jenazah lalu ia berdiri dan berkata: "Adapun hamba ini maka telah tiba kiamatnya, sebab seorang mati maka melihat segala persoalan hari Kiamat, yaitu surga, neraka dan Malaikat. Dan ia tidak dapat berbuat suatu amal, maka ia bagaikan seorang yang berada pada hari Kiamat, dan ia akan bangkit pada hari Kiamat menurut keadaannya di saat matinya. Maka sesungguhnya beruntunglah yang penghabisan amalnya kebaikan."

Yahya bin Mu'adz Arrazi ketika di majlisnya dibacakan ayat yang berbunyi: "Yauma nahsyurul muttqina ilarrahmani. Wa nasuqul mujrimina ila jahannama wirda (pada hari Kiamat itu Kami akan mengantar orang yang bertakwa menghadap Arahman (Allah) berkendaraan, sedang orang-orang yang durhaka Kami giring ke neraka berjalan kaki dan merasa haus."

Lalu ia berkata: "Tenanglah hai manusia, kamu kelak akan dihadapkan kepada Allah berduyun-duyun, dan menghadap pada Allah satu persatu, dan akan ditanya semua amalmu secara terperinci kalimat demi kalimat, sedang para wali diantar menghadap kepada Allah dengan berkendaraan. Adapun orang-orang durhaka didorong ke neraka jahannam berbondong-bondong. Semua akan terjadi bila bumi telah dilenyapkan, dan tiba Tuhanmu sedang Malaikat berbaris-baris, dan dihidangkan jahannam sebagai ancaman."

"Saudara-saudaraku, berhati-hatilah kamu dari kengerian sehari yang perkiraannya sama dengan 50 ribu tahun (di dunia). Hari yang menggetarkan, duka cita dan menyesal. Itulah hari yang besar, hari bangkitnya semua manusia untuk menghadap kepada Rabbul 'Alamin. Hari perhitungan dan pertimbangan dan pertanyaan, hari kegoncangan, yang menakutkan, hari kebangkitan. Hari dimana tiap manusia akan melihat apa yang telah dilakukannya."

"Hari dimana semua manusia dalam berbagai bentuk akan melihat amal perbuatannya. Hari dimana wajah manusia putih berseri-seri dan lain berwajah hitam, hari dimana seseorang tidak dapat menolong yang lainnya dan tidak berguna segala tipu daya. Hari dimana seorang ayah tidak dapat membantu anaknya sedikit pun. Hari dimana bahayanya bertebaran meluas, hari dimana tidak diterima uzur orang-orang yang zalim dan mereka tetap mendapat laknat serta siksa yang keji."

"Hari dimana tiap manusia mempertahankan dirinya sendiri. Hari dimana tiap ibu akan lalai terhadap bayi yang disusuinya. Bahkan tiap ibu yang mengandung akan menggugurkan kandungannya dan orang-orang bagaikan orang mabuk tetapi tidak mabuk karena minum arak, hanya kerana ngerinya siksaan Allah yang sangat keras."

Muqatil bin Sulaiman berkata: "Makhluk akan berdiri pada hari Kiamat selama seratus tahun, tenggelam dalam peluhnya sendiri dan seratus tahun dalam kegelapan mereka bingung, sedang seratus tahun lagi sibuk bagaikan gelombang mengajukan tuntutan kepada Tuhan."

"Sesungguhnya hari Kiamat itu sekira lima ribu tahun, tetapi bagi seorang mukmin yang ikhlas bagaikan sesaat. Karena itu wahai orang yang berakal sehat, hendaklah sabar terhadap penderitaan dunia dalam melaksanakan taat kepada Allah untuk memudahkan bagimu segala kesukaran-kesukaran hari Kiamat."

Demikian ulasan dahsyatnya Hari Kiamat yang digambarkan oleh Imam Abu Laits As-Samarqandi. Tidak ada maksud untuk menakut-nakuti, namun gambaran Hari Kiamat ini semata-mata untuk pengingat bagi hati yang lalai sekaligus ibrah untuk kita semua. Semoga Allah berkenan menyelamatkan kita pada hari semua makhluk dibangkitkan. Aamiin.

(Tamat)

Baca Juga: Dahsyatnya Kiamat (3): Semua Manusia Mencari Nabi Muhammad untuk Minta Syafa'at

Wallahu A'lam
(rhs)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2418 seconds (10.101#12.26)