Renungan: Mengejar Wadah, Tak Sempat Menikmati Isi
Sabtu, 03 April 2021 - 07:03 WIB
loading...
A
A
A
Jika kalian hanya berkonsentrasi pada cangkir, kita tidak akan punya waktu untuk menikmati, rasa dan menghargai air di dalamnya."
Baca juga: Renungan: Ingin Mendekati Tuhan? Berkhidmatlah kepada Sesama Manusia Dulu
Masalah pertama kita adalah mata yang selalu dilanda kerinduan untuk hal-hal yang orang lain miliki, dan melupakan karunia kita sendiri yang diberikan oleh Allah dan lupa untuk menikmatinya.
Allah berfirman:
وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِ ۚ وَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ
“Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan di dunia untuk Kami cobai mereka dengannya. Dan karunia Tuhanmu adalah lebih baik dan lebih kekal.” (QS. 20:131).
Kedua, kita seringkali mengeluh tentang sakit sepele dan masalah yang kita hadapi di dunia ini, sementara melupakan penderitaan yang sebenarnya yang boleh jadi akan kita hadapi di akhirat kelak lantaran kesalahan dan kelalaian. Kita juga lupa untuk menyadari bahwa kesenangan yang sebenarnya adalah bila kita mampu memenuhi tugas kita untuk meringankan penderitaan orang-orang di sekitar kita.
وَكَذَٰلِكَ نَجْزِي مَنْ أَسْرَفَ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِآيَاتِ رَبِّهِ ۚ وَلَعَذَابُ الْآخِرَةِ أَشَدُّ وَأَبْقَىٰ
“Dan demikanlah Kami membalas orang yang melampaui batas dan tidak percaya terhadap ayat-ayat Tuhannya. Dan sesungguhnya azab di akhirat itu lebih berat dan lebih kekal.” (QS. 20:127)
Baca juga: Renungan: Keserakahan dan Penyakit Iri
Baca juga: Renungan: Ingin Mendekati Tuhan? Berkhidmatlah kepada Sesama Manusia Dulu
Masalah pertama kita adalah mata yang selalu dilanda kerinduan untuk hal-hal yang orang lain miliki, dan melupakan karunia kita sendiri yang diberikan oleh Allah dan lupa untuk menikmatinya.
Allah berfirman:
وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِ ۚ وَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ
“Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan di dunia untuk Kami cobai mereka dengannya. Dan karunia Tuhanmu adalah lebih baik dan lebih kekal.” (QS. 20:131).
Kedua, kita seringkali mengeluh tentang sakit sepele dan masalah yang kita hadapi di dunia ini, sementara melupakan penderitaan yang sebenarnya yang boleh jadi akan kita hadapi di akhirat kelak lantaran kesalahan dan kelalaian. Kita juga lupa untuk menyadari bahwa kesenangan yang sebenarnya adalah bila kita mampu memenuhi tugas kita untuk meringankan penderitaan orang-orang di sekitar kita.
وَكَذَٰلِكَ نَجْزِي مَنْ أَسْرَفَ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِآيَاتِ رَبِّهِ ۚ وَلَعَذَابُ الْآخِرَةِ أَشَدُّ وَأَبْقَىٰ
“Dan demikanlah Kami membalas orang yang melampaui batas dan tidak percaya terhadap ayat-ayat Tuhannya. Dan sesungguhnya azab di akhirat itu lebih berat dan lebih kekal.” (QS. 20:127)
Baca juga: Renungan: Keserakahan dan Penyakit Iri
Lihat Juga :