3 Macam Rasa Malu yang Perlu Melekat Pada Diri
Sabtu, 03 April 2021 - 16:04 WIB
loading...
A
A
A
Mengingat sifat malu penting sebagai benteng memelihara akhlak seseorang dan sumber utama kebaikan, maka sifat ini perlu dimiliki dan dipelihara dengan baik.
Baca juga: Sekjen PDIP: Seperti GBK, Kawasan Halim Menjadi Paru-Paru Kota Jakarta
Sifat Malu yang Dimiliki Anak
Dalam kitab 'Fiqhul Haya', DR Muhammad Ismail Al-Muqoddam menjelaskan, sifat malu ini ternyata menjadi tanda kecerdasan seorang anak. Menurutnya, perilaku malu yang sudah tertanam pada anak semenjak kecil, menjadi kabar gembira bagi orang tuanya jika anak tersebut tumbuh menjadi sosok yang cerdas saat menginjak usia dewasa.
Karenanya seorang anak yang pemalu, janganlah diremehkan, tapi dibantu untuk memosisikan sikap malunya secara proposional.
Baca juga: Gus Ami: Jika Ingin Entaskan Kemiskinan, Perhatikan Pertanian
Ibnu Maskawih berkata, "Jika kamu melihat seorang anak kecil merasa malu, menundukkan pandangannya ke bawah dengan tersipu, juga tidak menataomu, maka ini adalah tanda keluhurannya dan merupakan bukti bahwa jiwanya sudah dapat membedakan antara yang baik dan yang buruk."(Tahdzib al-Akhlaq h 48),
Amr bin Uqbah berkata, "Ketika aku berusia 15 tahun, ayahku berkata kepadaku, 'Hai anakku, telah habis masa kanak-kanakmu. Maka dari itu, peganglah rasa malu dan masuklah kamu menjadi ahlinya serta janganlah kamu meninggalkannya, maka kamu akan tahu manfaat dari sifat malu'."
Baca juga: 10 Kasus Isu Perselingkuhan Terheboh Seleb Lokal dan Dunia
Wallahu A'lam
Baca juga: Sekjen PDIP: Seperti GBK, Kawasan Halim Menjadi Paru-Paru Kota Jakarta
Sifat Malu yang Dimiliki Anak
Dalam kitab 'Fiqhul Haya', DR Muhammad Ismail Al-Muqoddam menjelaskan, sifat malu ini ternyata menjadi tanda kecerdasan seorang anak. Menurutnya, perilaku malu yang sudah tertanam pada anak semenjak kecil, menjadi kabar gembira bagi orang tuanya jika anak tersebut tumbuh menjadi sosok yang cerdas saat menginjak usia dewasa.
Karenanya seorang anak yang pemalu, janganlah diremehkan, tapi dibantu untuk memosisikan sikap malunya secara proposional.
Baca juga: Gus Ami: Jika Ingin Entaskan Kemiskinan, Perhatikan Pertanian
Ibnu Maskawih berkata, "Jika kamu melihat seorang anak kecil merasa malu, menundukkan pandangannya ke bawah dengan tersipu, juga tidak menataomu, maka ini adalah tanda keluhurannya dan merupakan bukti bahwa jiwanya sudah dapat membedakan antara yang baik dan yang buruk."(Tahdzib al-Akhlaq h 48),
Amr bin Uqbah berkata, "Ketika aku berusia 15 tahun, ayahku berkata kepadaku, 'Hai anakku, telah habis masa kanak-kanakmu. Maka dari itu, peganglah rasa malu dan masuklah kamu menjadi ahlinya serta janganlah kamu meninggalkannya, maka kamu akan tahu manfaat dari sifat malu'."
Baca juga: 10 Kasus Isu Perselingkuhan Terheboh Seleb Lokal dan Dunia
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :