Renungan

Penderitaan Hidup: Apakah Kita Air Dalam Gelas atau Sebuah Danau

loading...
Penderitaan Hidup: Apakah Kita Air Dalam Gelas atau Sebuah Danau
Ilustrasi/Ist
SEBAGIAN dari kita menghadapi persoalan hidup dalam penderitaan . Hidup serba kekurangan dan sering mendapatkan penghinaan. Baru jatuh cinta langsung putus. Baru menjabat tiba-tiba tergusur. Kaya mendadak, miskin pun tiba-tiba.

Baca juga: Serakah Tak Mengenal Usia: Kisah Nenek Renta dan Khalifah Harun Al-Rasyid

Rasa sakit demikian sungguh memilukan. Sebagian dari kita mampu menahan sakit, bahkan tak tampak sedang sakit. Namun tak sedikit yang mengerang, merintih dan memaki.

Suatu hari, seorang guru dan muridnya duduk di tepi danau. Ia tiba-tiba mengambil air dari danau nan jernih dengan sebuah gelas. Selanjutnya ia memerintahkan muridnya itu memasukkan segenggam garam dalam segelas air itu lalu memita muridnya untuk meminumnya. Belum lagi masuk dalam kerongkongan, sang murid mumuntahkan air itu. Bah...

"Bagaimana rasanya?" tanya sang guru belagak pilon.



"Asin…," ujar murid sembari meludah berkali-kali.

Baca juga: Renungan: Mengejar Wadah, Tak Sempat Menikmati Isi

Sang guru tertawa. Kemudian ia meminta murid itu mengambil segenggam garam lagi dan meminta muridnya menabur garam itu ke dalam danau. Setelah garam ditabur, guru itu mengambil air dari danau lagi dan memerintahkan muridnya untuk minum air itu.

Saat murid itu meneguk air, sang guru bertanya. "Bagaimana rasanya?"

"Segar!" jawab murid.

"Apakah kamu merasakan garam?" tanya guru.

"Tidak…!"

Guru itu lalu menggeser duduknya mendekati muridnya. Ia memegang tangan sang murid dengan kasih dia berkata, “Rasa sakit dalam hidup adalah garam murni, tidak lebih, tidak kurang. Jumlah penderitaan hidup tetap sama, persis sama. Tetapi jumlah yang kamu rasakan tergantung pada wadah dan volume air yang akan kita masuki garam. Jadi, ketika kamu sakit, satu-satunya hal yang dapat kamu lakukan adalah memperbesar wadah yang akan menampung rasa. Berhentilah menjadi gelas tapi jadilah danau..!"

Lalu, apakah kita termasuk air dalam gelas atau sebuah danau?

Baca juga: Renungan: Ingin Mendekati Tuhan? Berkhidmatlah kepada Sesama Manusia Dulu
(mhy)
cover top ayah
فَلَا تُعۡجِبۡكَ اَمۡوَالُهُمۡ وَلَاۤ اَوۡلَادُهُمۡ‌ؕ اِنَّمَا يُرِيۡدُ اللّٰهُ لِيُعَذِّبَهُمۡ بِهَا فِى الۡحَيٰوةِ الدُّنۡيَا وَتَزۡهَقَ اَنۡفُسُهُمۡ وَهُمۡ كٰفِرُوۡنَ
Maka janganlah harta dan anak-anak mereka membuatmu kagum. Sesungguhnya Allah akan menyiksa mereka dengan harta itu dalam kehidupan dunia dan kelak akan mati dalam keadaan kafir.

(QS. At-Taubah:55)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!