Renungan

Serakah Tak Mengenal Usia: Kisah Nenek Renta dan Khalifah Harun Al-Rasyid

loading...
Serakah Tak Mengenal Usia: Kisah Nenek Renta dan Khalifah Harun Al-Rasyid
Ilustrasi/Ist
SERAKAH memang tak mengenal usia. Maka tak usah heran jika menyaksikan pengusaha yang sudah amat renta, masih saja melakukan ekspansi bisnisnya. Para politisi gaek masih saja ingin merebut kekuasaan. Para pejabat tua enggan turun dari jabatannya dan terus berlomba memupuk kekayaan. Akibatnya di usia senja, mereka bukan hidup damai bersama cucu, melainkan meringkuk di penjara karena terbukti korupsi .

Baca juga: Renungan: Mengejar Wadah, Tak Sempat Menikmati Isi

Ya. Sikap serakah ini berbahaya karena membutakan hati. Korupsi di segala bidang pun terjadi. Dan korupsi tak aib lagi

Mengapa orang-orang tua masih saja cinta dunia dan membutakan diri tentang dekatnya kematian?

Setidaknya, kisah tentang Khalifah Harun ar-Rasyid dan nenek tua memberi contoh betapa cinta harta tak mengenal usia. Harun Ar-Rasyid adalah kalifah kelima dari kekalifahan Abbasiyah dan memerintah antara tahun 786 hingga 803.



Suatu ketika, Khalifah Harun Ar-Rashid bertitah agar setiap orang yang telah melihat Nabi Muhammad dalam hidupnya dibawa hadapannya.

Setelah beberapa waktu, seorang nenek amat tua dibawa menghadap Khalifah. Beliau bertanya kepada wanita tua itu, "Apakah kamu melihat dengan mata kepala sendiri Nabi Muhammad SAW ?"

"Oh, ya tuanku, saya melihat langsung," jawab wanita renta itu.

Baca juga: Renungan: Ingin Mendekati Tuhan? Berkhidmatlah kepada Sesama Manusia Dulu

Khalifah kemudian menanyakan, apakah dia ingat apa yang dikatakan Rasulullah. Dia bilang masih ingat dan berkata; "Ketika usia tua datang, ada dua hal yang menjadi muda. Pertama, harapan (aspirasi yang tinggi) dan kedua keserakahan akan uang."

Khalifah mengucapkan terima kasih kepada sang nenek renta, selanjutnya ia memberi sejumlah uang. Nenek itu berterimakasih, selanjutnya nenek diantar pengawal untuk pulang.

Saat dalam perjalanan pulang, si nenek ini tiba-tiba meminta dibawa kembali ke hadapan Khalifah.

"Mengapa kau kembali?" Khalifah bertanya begitu melihat wanita tua itu di hadapannya lagi.

"Saya hanya datang untuk menanyakan, apakah uang pemberian tuan untuk saya ini hanya sekali ini saja, apa setiap tahun saya akan menerima?"

Khalifah berpikir sejenak, lalu bertanya, "Bagaimana yang benar, apa yang dikatakan Rasulullah?"

“Dia memiliki harapan hidup bahkan juga keserakahan akan uang.”

Khalifah berkata, "Jangan khawatir, kamu akan dibayar setiap tahun."

Nenek itu beranjak hendak dibawa pulang, namun tiba-tiba ia jatuh dan meninggal dunia.

Baca juga: Renungan: Keserakahan dan Penyakit Iri
(mhy)
cover top ayah
وَقَدۡ نَزَّلَ عَلَيۡكُمۡ فِى الۡـكِتٰبِ اَنۡ اِذَا سَمِعۡتُمۡ اٰيٰتِ اللّٰهِ يُكۡفَرُ بِهَا وَيُسۡتَهۡزَاُبِهَا فَلَا تَقۡعُدُوۡا مَعَهُمۡ حَتّٰى يَخُوۡضُوۡا فِىۡ حَدِيۡثٍ غَيۡرِهٖۤ‌ ‌ ۖ اِنَّكُمۡ اِذًا مِّثۡلُهُمۡ‌ؕ اِنَّ اللّٰهَ جَامِعُ‌‌‌الۡمُنٰفِقِيۡنَ وَالۡكٰفِرِيۡنَ فِىۡ جَهَـنَّمَ جَمِيۡعَا
Dan sungguh, Allah telah menurunkan (ketentuan) bagimu di dalam Kitab (Al-Qur'an) bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk bersama mereka, sebelum mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena (kalau tetap duduk dengan mereka), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sungguh, Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di neraka Jahanam,

(QS. An-Nisa:140)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!