Inilah Tipe Suami Terburuk Dalam Islam
Kamis, 08 April 2021 - 16:04 WIB
loading...
Seburuk-buruknya tipe suami adalah suami yang suka menghina istrinya sendiri, Allah sangat melaknat tipe suami seperti ini. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Tidak hanya pria saja yang memiliki impian untuk mempunyai istri yang baik dan sholehah. Begitupun setiap perempuan muslimah memiliki impian yang sama. Namun, bagaimana bila ada tipe suami yang buruk? Seperti apa dan bagaimana syariat memandang tipe suami terburuk ini?
Baca juga: Saat Istri Cemburu, Bagaimana Sikap Suami?
Dinukil dari kitab “Aswaul Azwaj”, karya Abdullah al-Ju’aitsan, atau dijelaskan tipe suami terburuk –bila tidak boleh dikatakan sebagai suami terburuk secara mutlak- adalah suami yang menghina istrinya. Kenapa demikian? Karena, sebuah penghinaan itu dapat meruntuhkan batu besar.
Bagaimana pula terhadap hati manusia ? Bila seseorang menghadapi suatu perkara yang didalamnya mendapatkan penghinaan, ia tidak akan melupakannya sepanjang hidupnya. Penghinaan itu adakan selalu teringat dalam benaknya. Lantas, bagaimana jadinya bila seorang istri berada dalam penghinaan sepanjang hidupnya?
Baca juga: Doa Agar Dilancarkan Proses Persalinan
Islam sangat memuliakan wanita dan meninggikan kedudukannya. Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya, dan aku adalah orang yang paling baik terhadap istriku” (HR. At-Tirmidzi)
Orang-orang yang merendahkan perempuan bukan termasuk orang-orang yang berpindah dari keyakinan Islam. Tetapi mereka merupakan orang-orang yang masih menganut sisa-sisa keyakinan jahiliyah dan kebodohan dalam pemikiran mereka.
Baca juga: Anjuran Berwudhu Sebelum Tidur, Bagaimana dengan Wanita Haid?
Seorang suami mungkin saja tidak merendahkan wanita secara umum, tetapi secara khusus ia telah merendahkan istrinya. Ini merupakan keadaan wanita yang paling malang. Akan tetapi, suami manapun yang berketurunan baik dan luas pandangannya tidak mungkin merendahkan istrinya meski istrinya adalah orang yang tidak berpendidikan sama sekali, sedang ia sangat terpelajar.
Meski istrinya seorang yang tidak puya wawasan sama sekali, sedangkan ia seorang yang berwawasan luas. Karena, persoalan ini tidak tergantung pada kelebihan atau sifat-sifat tertentu yang dimiliki seseorang. Manusia berasal dari daging dan darah yang dilengkapi dengan perasaan dan hati nurani. Manusia yang dimuliakan oleh sang pemilik kemuliaan dan keluhuran dengan memerintahkan agar para Malaikat bersujud kepadanya.
Baca juga: Ramadhan Menghitung Hari, Pusat Grosir Tanah Abang Padat Merayap
Bagaimana mungkin manusia yang dimuliakan seperti itu boleh direndahkan? Terutama ketika manusia yang bersangkutan adalah seorang suami yang ditangannyalah kehidupan seorang istri diletakkan. Masa depannya berada di tangan suaminya. Setelah kepada Allah, kepada suaminya suaminyalah ia bergantung. Tidak ada yang merendahkan seorang istri kecuali orang yang kerdil.
Baca juga: Saat Istri Cemburu, Bagaimana Sikap Suami?
Dinukil dari kitab “Aswaul Azwaj”, karya Abdullah al-Ju’aitsan, atau dijelaskan tipe suami terburuk –bila tidak boleh dikatakan sebagai suami terburuk secara mutlak- adalah suami yang menghina istrinya. Kenapa demikian? Karena, sebuah penghinaan itu dapat meruntuhkan batu besar.
Bagaimana pula terhadap hati manusia ? Bila seseorang menghadapi suatu perkara yang didalamnya mendapatkan penghinaan, ia tidak akan melupakannya sepanjang hidupnya. Penghinaan itu adakan selalu teringat dalam benaknya. Lantas, bagaimana jadinya bila seorang istri berada dalam penghinaan sepanjang hidupnya?
Baca juga: Doa Agar Dilancarkan Proses Persalinan
Islam sangat memuliakan wanita dan meninggikan kedudukannya. Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya, dan aku adalah orang yang paling baik terhadap istriku” (HR. At-Tirmidzi)
Orang-orang yang merendahkan perempuan bukan termasuk orang-orang yang berpindah dari keyakinan Islam. Tetapi mereka merupakan orang-orang yang masih menganut sisa-sisa keyakinan jahiliyah dan kebodohan dalam pemikiran mereka.
Baca juga: Anjuran Berwudhu Sebelum Tidur, Bagaimana dengan Wanita Haid?
Seorang suami mungkin saja tidak merendahkan wanita secara umum, tetapi secara khusus ia telah merendahkan istrinya. Ini merupakan keadaan wanita yang paling malang. Akan tetapi, suami manapun yang berketurunan baik dan luas pandangannya tidak mungkin merendahkan istrinya meski istrinya adalah orang yang tidak berpendidikan sama sekali, sedang ia sangat terpelajar.
Meski istrinya seorang yang tidak puya wawasan sama sekali, sedangkan ia seorang yang berwawasan luas. Karena, persoalan ini tidak tergantung pada kelebihan atau sifat-sifat tertentu yang dimiliki seseorang. Manusia berasal dari daging dan darah yang dilengkapi dengan perasaan dan hati nurani. Manusia yang dimuliakan oleh sang pemilik kemuliaan dan keluhuran dengan memerintahkan agar para Malaikat bersujud kepadanya.
Baca juga: Ramadhan Menghitung Hari, Pusat Grosir Tanah Abang Padat Merayap
Bagaimana mungkin manusia yang dimuliakan seperti itu boleh direndahkan? Terutama ketika manusia yang bersangkutan adalah seorang suami yang ditangannyalah kehidupan seorang istri diletakkan. Masa depannya berada di tangan suaminya. Setelah kepada Allah, kepada suaminya suaminyalah ia bergantung. Tidak ada yang merendahkan seorang istri kecuali orang yang kerdil.
Lihat Juga :