Inilah Perangai Buruk yang Harus Dihindari Para Suami

loading...
Inilah Perangai Buruk yang Harus Dihindari Para Suami
Salah satu tanda perilaku suami yang berperangai buruk adalah suami yang selalu menghina istrinya, inilah yang harus dijauhi oleh para suami karena merupakan dosa besar dan perilaku yang sangat dibenci Allah Taala. Foto ilustrasi/ist
Impian memiliki pasangan hidup terbaik pasti diinginkan setiap orang. Seorang lelaki pasti mendambakan istri sholehah, begitu juga seorang wanita pasti menginginkan suami yang shaleh pula. Namun, bagaimana bila suami atau pasangan yang kita dapat ternyata memiliki perangai yang buruk ? Seperti apa dan bagaimana syariat memandang tipe suami terburuk ini?

Dinukil dari kitab “Aswaul Azwaj”, karya Abdullah al-Ju’aitsan dijelaskan tipe suami terburuk –bila tidak boleh dikatakan sebagai suami terburuk secara mutlak- adalah suami yang selalu menghina istrinya. Kenapa demikian? Karena, sebuah penghinaan itu dapat meruntuhkan batu besar.

Baca juga: Hati-hati, 10 Perilaku Suami pada Istri yang Dibenci Allah

Apalagi pada hati manusia. Bila seseorang menghadapi suatu perkara yang didalamnya mendapatkan penghinaan, ia tidak akan melupakannya sepanjang hidupnya. Penghinaan itu adakan selalu teringat dalam benaknya. Lantas, bagaimana jadinya bila seorang istri berada dalam penghinaan sepanjang hidupnya?

Islam sangat memuliakan wanita dan meninggikan kedudukannya. Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya, dan aku adalah orang yang paling baik terhadap istriku” (HR. At-Tirmidzi)

Orang-orang yang merendahkan perempuan bukan termasuk orang-orang yang berpindah dari keyakinan Islam. Tetapi mereka merupakan orang-orang yang masih menganut sisa-sisa keyakinan jahiliyah dan kebodohan dalam pemikiran mereka.

Seorang suami mungkin saja tidak merendahkan wanita secara umum, tetapi secara khusus ia telah merendahkan istrinya. Ini merupakan keadaan wanita yang paling malang. Akan tetapi, suami manapun yang berketurunan baik dan luas pandangannya tidak mungkin merendahkan istrinya meski istrinya adalah orang yang tidak berpendidikan sama sekali, sedang ia sangat terpelajar.

Meski istrinya seorang yang tidak puya wawasan sama sekali, sedangkan ia seorang yang berwawasan luas. Karena, persoalan ini tidak tergantung pada kelebihan atau sifat-sifat tertentu yang dimiliki seseorang. Manusia berasal dari daging dan darah yang dilengkapi dengan perasaan dan hati nurani. Manusia yang dimuliakan oleh sang pemilik kemuliaan dan keluhuran dengan memerintahkan agar para Malaikat bersujud kepadanya.

Baca juga: Nasihat Penting untuk Muslimah: Nomor 6 Terkait Harta

Bagaimana mungkin manusia yang dimuliakan seperti itu boleh direndahkan? Terutama ketika manusia yang bersangkutan adalah seorang suami yang ditangannyalah kehidupan seorang istri diletakkan. Masa depannya berada di tangan suaminya. Setelah kepada Allah, kepada suaminya suaminyalah ia bergantung. Tidak ada yang merendahkan seorang istri kecuali orang yang kerdil.

Bentuk penghinaan suami pada istrinya ini, di antaranya yakni:

1. Meremehkan pendapat istri

Tindakan pertama yang menunjukkan penghinaan terhadap istri adalah meremehkan pendapat dan ucapan wanita di mana pun dan dalam kesempatan apapun. Ada sebagian suami yang hampir-hampir tidak menghargai satu pun pendapat dari keluarganya yang perempuan, baik ibunya, saudarinya, atau putrinya atau istrinya.

Setiap salah seorang dari mereka dari mereka mengatakan kepadanya, ‘ persoalan ini sebaiknya begini’. Lalu sang suami mengetahui bahwa pendapat itu bersumber dari istrinya, ia pasti akan merendahkannya dengan mengatakan, “tidak usah ikut campur! Engkau tidak tahu apa-apa tentang persoalan ini”. Atau ungkapan semisalnya yang bersifat merendahkan. Hal ini lebih parah jika diucapkan di hadapan khalayak. Ini merupakan pembunuhan secara sengaja dengan belati beracun. Fenomena seperti ini masih ditemukan di beberapa keluarga.

2. Bersikap Superior

Bentuk penghinaan lain adalah superioritas terhadap istri, merendahkan kedudukannya membodoh-bodohkan ucapannya, tidak meminta pendapatnya dalam segala hal, baik dalam persoalan pembangunan rumah yang akan menjadi tempat tinggalnya, membeli mobil yang akan menjadi alat transportasinya, maupun dalam persoalan isi rumah yang akan dibeli.

Kita tentu saja tidak bermaksud bahwa seorang suami harus selalu mengambil pendapat istrinya. Akan tetapi, ia mestinya membuat istrinya merasa bahwa dirinya dihargai dan dihormati. Karena, bila seorang wanita telah merasa bahwa dirinya tidak dihargai dan tidak dihormati di mata suaminya dan meresa telah direndahkan oleh suaminya, ia akan merasa bahwa suaminya tidak memperlakukannya layaknya manusia, tetapi seperti binatang. Inilah wujud pernikahan yang paling buruk.

Baca juga: Makna Syahrullah Serta Keutamaan Bulan Muharram Bagi Umat Muslim

Wallahu A'lam
(wid)
preload video