Memakmurkan Masjid dan Balasan Pahala yang Mengamalkannya
Jum'at, 09 April 2021 - 10:17 WIB
loading...
A
A
A
مَنْ بَنَى لِلَّهِ مَسْجِدًا بَنَى اللَّهُ لَهُ مِثْلَهُ فِي الجَنَّةِ
“Barangsiapa membangun masjid karena Allah Ta’ala, Allah akan buatkan yang semisal untuknya di surga”. (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah, shahih).
Pada sabda Nabi di atas tertulis “karena Allah”, menurut Syaikh As-Sa'di maksudnya tujuan membangun masjid adalah hanya untuk meraih pahala dan ridha Allah Ta’ala, bukan karena ingin berbangga diri di hadapan manusia, mendapatkan pujian atau agar namanya selalu dikenang sebagai orang yang membangun masjid tersebut, ini semua adalah niat yang batil, tidak benar, walau sebanyak apapun harta yang dia keluarkan untuk membangun masjid tersebut.
Baca juga: Kemenag Tegaskan Syarat Umrah Harus Vaksin Tersertifikasi WHO
Maka, barangsiapa membangun masjid dengan niat yang ikhlas, maka termasuk amal yang paling utama. Lihatlah masjid yang dibangun oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, hanya terbuat dari batu dan pelepah kurma. Ketika hujan pun bocor. Tetapi masjid tersebut menjadi masjid yang mulia, karena memang dibangun di atas ketakwaan kepada Allah Ta’ala.
Karenanya, makmurkanlah masjid dengan memfungsikannya sebagaimana Rasulullah SAW dan para sahabat memfungsikan Masjid Nabawi. Rasulullah Shallallahu ’Alaihi wa sallam mencontohkan bagaimana memfungsikan masjid, setelah masjid itu berdiri secara fisik.
Baca juga: Jelang Ramadhan, Kabupaten Bekasi Siapkan Aplikasi Pasar Online
Imam Ibnul Jauzi juga mengatakan, “Yang dimaksud dengan memakmurkan masjid (dalam ayat ini) ada dua pendapat, yakni selalu mendatangi masjid dan berdiam di dalamnya (untuk beribadah kepada Allah Ta’ala), kedua membangun masjid dan memperbaikinya”.
Wallahu A'lam
“Barangsiapa membangun masjid karena Allah Ta’ala, Allah akan buatkan yang semisal untuknya di surga”. (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah, shahih).
Pada sabda Nabi di atas tertulis “karena Allah”, menurut Syaikh As-Sa'di maksudnya tujuan membangun masjid adalah hanya untuk meraih pahala dan ridha Allah Ta’ala, bukan karena ingin berbangga diri di hadapan manusia, mendapatkan pujian atau agar namanya selalu dikenang sebagai orang yang membangun masjid tersebut, ini semua adalah niat yang batil, tidak benar, walau sebanyak apapun harta yang dia keluarkan untuk membangun masjid tersebut.
Baca juga: Kemenag Tegaskan Syarat Umrah Harus Vaksin Tersertifikasi WHO
Maka, barangsiapa membangun masjid dengan niat yang ikhlas, maka termasuk amal yang paling utama. Lihatlah masjid yang dibangun oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, hanya terbuat dari batu dan pelepah kurma. Ketika hujan pun bocor. Tetapi masjid tersebut menjadi masjid yang mulia, karena memang dibangun di atas ketakwaan kepada Allah Ta’ala.
Karenanya, makmurkanlah masjid dengan memfungsikannya sebagaimana Rasulullah SAW dan para sahabat memfungsikan Masjid Nabawi. Rasulullah Shallallahu ’Alaihi wa sallam mencontohkan bagaimana memfungsikan masjid, setelah masjid itu berdiri secara fisik.
Baca juga: Jelang Ramadhan, Kabupaten Bekasi Siapkan Aplikasi Pasar Online
Imam Ibnul Jauzi juga mengatakan, “Yang dimaksud dengan memakmurkan masjid (dalam ayat ini) ada dua pendapat, yakni selalu mendatangi masjid dan berdiam di dalamnya (untuk beribadah kepada Allah Ta’ala), kedua membangun masjid dan memperbaikinya”.
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :