Penemuan Kota Emas Raja Fir'aun: Al-Qur'an Memang Bukan Fiksi
Minggu, 11 April 2021 - 19:17 WIB
loading...
A
A
A
"Penemuan kota yang hilang ini adalah penemuan arkeologi terpenting kedua sejak makam Tutankhamun," kata Betsy Bryan, seorang profesor Egyptology di Universitas Johns Hopkins dan anggota misi arkeologi tersebut, dalam pernyataan, seperti dikutip GulfNews, Jumat (9/4/2021).
Baca juga: Kereta dan Kota Emas Firaun Ditemukan, Ahli Gali Keberadaan Tongkat Nabi Musa
Penemuan ini melengkapi penemuan terpenting di Dunia lainnya. Sebelumnya pada 2019 kereta yang digunakan Raja Fira'un untuk mengejar Nabi Musa AS juga ditemukan.
Arkeolog Ron Wyatt, mengklaim telah menemukan bangkai roda kereta tempur kuno yang berada di dasar Laut Merah pada tahun 1988. Ron Wyatt mengatakan bahwa bangkai kereta tempur Pharaoh yang tenggelam di Laut Merah tersebut digunakan saat mengejar Musa bersama para pengikutnya.
Jauh sebelum itu, yakni pada 1896, purbakalawan Loret, menemukan jenazah Firaun dalam bentuk mumi di Wadi al-Muluk (Lembah Para Raja) yang berada di daerah Thaba, Luxor, seberang Sungai Nil, Mesir.
Pada 1907, seorang Ahli arkeologi dan sejarah, Elliot Smith, membuka pembalut-pembalut mumi itu dan ternyata badan Fir’aun tersebut dalam keadaan utuh. Kemudian pada Juni 1975, seorang Ahli Bedah asal Prancis, Maurice Bucaille, mendapat izin untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang mumi tersebut.
Dia menemukan bahwa jasad mumi itu merupakan Fir’aun yang meninggal di laut. Adapun bukti-bukti tanda meninggalnya di laut adalah, terdapat bekas-bekas garam yang memenuhi sekujur tubuhnya. Walaupun sebab kematiannya, menurut dia, diakibatkan oleh shock.
Bucaille pada akhirnya berkeseimpulan bahwa sangat agung dan suci contoh-contoh yang diberikan ayat Al-Quran tentang tubuh Fir’aun. Sebab, penyelidikan dan penemuan modern telah menunjukkan kebenaran dari risalah Al-Quran mengenai sejarah mengenai itu.
Baca juga: Kota Emas Firaun Ditemukan, Semua Mata Dunia Tertuju ke Mesir
Pelajaran
Nah, jauh sebelum ilmu pengetahuan modern mampu menemukan jasad Firaun, Al-Qur'an terlebih dulu mengisyaratkan bahwa jasadnya akan diketemukan. Namun, penemuan jasad tersebut ditujukan Allah sebagai pelajaran bagi generasi selanjutnya.
Allah berfirman dalam Al-Quran Surah Yunus ayat 90-92 berbunyi:
Baca juga: Kereta dan Kota Emas Firaun Ditemukan, Ahli Gali Keberadaan Tongkat Nabi Musa
Penemuan ini melengkapi penemuan terpenting di Dunia lainnya. Sebelumnya pada 2019 kereta yang digunakan Raja Fira'un untuk mengejar Nabi Musa AS juga ditemukan.
Arkeolog Ron Wyatt, mengklaim telah menemukan bangkai roda kereta tempur kuno yang berada di dasar Laut Merah pada tahun 1988. Ron Wyatt mengatakan bahwa bangkai kereta tempur Pharaoh yang tenggelam di Laut Merah tersebut digunakan saat mengejar Musa bersama para pengikutnya.
Jauh sebelum itu, yakni pada 1896, purbakalawan Loret, menemukan jenazah Firaun dalam bentuk mumi di Wadi al-Muluk (Lembah Para Raja) yang berada di daerah Thaba, Luxor, seberang Sungai Nil, Mesir.
Pada 1907, seorang Ahli arkeologi dan sejarah, Elliot Smith, membuka pembalut-pembalut mumi itu dan ternyata badan Fir’aun tersebut dalam keadaan utuh. Kemudian pada Juni 1975, seorang Ahli Bedah asal Prancis, Maurice Bucaille, mendapat izin untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang mumi tersebut.
Dia menemukan bahwa jasad mumi itu merupakan Fir’aun yang meninggal di laut. Adapun bukti-bukti tanda meninggalnya di laut adalah, terdapat bekas-bekas garam yang memenuhi sekujur tubuhnya. Walaupun sebab kematiannya, menurut dia, diakibatkan oleh shock.
Bucaille pada akhirnya berkeseimpulan bahwa sangat agung dan suci contoh-contoh yang diberikan ayat Al-Quran tentang tubuh Fir’aun. Sebab, penyelidikan dan penemuan modern telah menunjukkan kebenaran dari risalah Al-Quran mengenai sejarah mengenai itu.
Baca juga: Kota Emas Firaun Ditemukan, Semua Mata Dunia Tertuju ke Mesir
Pelajaran
Nah, jauh sebelum ilmu pengetahuan modern mampu menemukan jasad Firaun, Al-Qur'an terlebih dulu mengisyaratkan bahwa jasadnya akan diketemukan. Namun, penemuan jasad tersebut ditujukan Allah sebagai pelajaran bagi generasi selanjutnya.
Allah berfirman dalam Al-Quran Surah Yunus ayat 90-92 berbunyi:
Lihat Juga :