Waspadai Pandangan Mata yang Khianat
Senin, 12 April 2021 - 18:04 WIB
loading...
A
A
A
Maksud zina hati artinya berhasrat atau berkeinginan melakukannya. Dalam Shahih Hibban bab az-Ziina wahdah, ada riwayat yang menunjukkan bahwa hati pun berzina. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Setiap anak Adam (manusia) memiliki bagian dari zina yang mesti ia dapati. Maka zina mata ialah memandang, zina lisan adalah mengucapkan dan zina hati adalah menginginkannya, sedangkan kemaluanlah yang membenarkan atau mendustakannya.”
Baca juga: Rocky Gerung: Ideologi Pancasila Dijadikan Alat Membujuk Orang Memusuhi Orang Lain
Mata yang khianat berusaha menutupi pengkhianatannya, tetapi pengkhianatan ini tidak tersembunyi dari Allah. Rahasia yang tertutup itu disembunyikan oleh dada, tetapi ia terbuka di hadapan pengetahuan Allah.
Dalam keseharian, contoh perbuatan ini misalnya adalah seperti orang yang malu, tak berani melihat konten yang tak senonoh di media sosial, ataupun majalah, saat ada keluarga atau temannya yang sholeh. Tetapi manakala bersendirian, hilanglah rasa malu itu karena merasa tak ada yang melihat, padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Melihat. Atau juga seperti orang yang mencuri pandang kepada lawan jenisnya, dengan adanya hasrat di hati.
Baca juga: Sidang Habib Rizieq Tak Terbuka untuk Umum, Pengacara: Putusan Bisa Batal Demi Hukum
Itulah pengkhianatan mata. Berbeda antara kondisi yang dikesankan kepada orang lain dengan kondisi sebenarnya. Dia mengesankan seakan sangat shalih dan selalu menjaga matanya dari hal haram. Padahal realitanya tidak demikian. Dia hanya berpura-pura belaka.
Wallahu A'lam
“Setiap anak Adam (manusia) memiliki bagian dari zina yang mesti ia dapati. Maka zina mata ialah memandang, zina lisan adalah mengucapkan dan zina hati adalah menginginkannya, sedangkan kemaluanlah yang membenarkan atau mendustakannya.”
Baca juga: Rocky Gerung: Ideologi Pancasila Dijadikan Alat Membujuk Orang Memusuhi Orang Lain
Mata yang khianat berusaha menutupi pengkhianatannya, tetapi pengkhianatan ini tidak tersembunyi dari Allah. Rahasia yang tertutup itu disembunyikan oleh dada, tetapi ia terbuka di hadapan pengetahuan Allah.
Dalam keseharian, contoh perbuatan ini misalnya adalah seperti orang yang malu, tak berani melihat konten yang tak senonoh di media sosial, ataupun majalah, saat ada keluarga atau temannya yang sholeh. Tetapi manakala bersendirian, hilanglah rasa malu itu karena merasa tak ada yang melihat, padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Melihat. Atau juga seperti orang yang mencuri pandang kepada lawan jenisnya, dengan adanya hasrat di hati.
Baca juga: Sidang Habib Rizieq Tak Terbuka untuk Umum, Pengacara: Putusan Bisa Batal Demi Hukum
Itulah pengkhianatan mata. Berbeda antara kondisi yang dikesankan kepada orang lain dengan kondisi sebenarnya. Dia mengesankan seakan sangat shalih dan selalu menjaga matanya dari hal haram. Padahal realitanya tidak demikian. Dia hanya berpura-pura belaka.
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :