Hati-hati Dengan Ucapan yang Paling Dibenci Allah SWT Ini
Selasa, 13 April 2021 - 07:32 WIB
loading...
A
A
A
قَالَ رَبِّ إِنِّي دَعَوْتُ قَوْمِي لَيْلًا وَنَهَارًا ( ) فَلَمْ يَزِدْهُمْ دُعَائِي إِلَّا فِرَارًا ( ) وَإِنِّي كُلَّمَا دَعَوْتُهُمْ لِتَغْفِرَ لَهُمْ جَعَلُوا أَصَابِعَهُمْ فِي آذَانِهِمْ وَاسْتَغْشَوْا ثِيَابَهُمْ وَأَصَرُّوا وَاسْتَكْبَرُوا اسْتِكْبَارًا
Nuh berkata: “Ya Tuhanku Sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan siang, Maka seruanku itu hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran). Setiap kali aku menyeru mereka (kepada iman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan jari mereka ke dalam telinganya dan menutupkan bajunya (kemukanya) dan mereka tetap (mengingkari) dan sangat menyombongkan diri. (QS. Nuh: 5 – 7)
Baca juga: KSAD Berikan Babinsa Seragam Khusus, Aman dari Serangan Senjata Tajam
Oleh karena itu, berhati-hatilah bila ingin berkata sesuatu terutama bila seseorang mengajak kepada kebaikan atau melarang dari melakukan kemungkaran. Terimalah dengan hati yang terbuka atau jawablah dengan jawapan yang lunak seperti ‘ terima kasih kerana tolong mengingatkan saya’, ‘ insya Allah saya akan berubah’ atau ucapan-ucapan positif yang lain.
Baca juga: Sigap Terapkan Prokes, Industri Sawit Mampu Bertahan di Tengah Pandemi
Atau apabila kita menerima nasehat, terimalah segala nasehat meskipun hal itu menyudutkan kita sebagai yang dinasehati. Ketidaksukaan atas sebuah nasehat haruslah ditahan sekuat tenaga agar tidak menunjukkan sikap sombong dan mudahnya berucap ' Uruslah dirimu sendiri", atau ucapan lain yang menyiratkan ketidaksukaan dan justru memperlihatkan kesombongan.
Baca juga: Sumur Tiga Rasa di Masjid Si Pitung, Begini Kisahnya
Wallahu A'lam
Nuh berkata: “Ya Tuhanku Sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan siang, Maka seruanku itu hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran). Setiap kali aku menyeru mereka (kepada iman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan jari mereka ke dalam telinganya dan menutupkan bajunya (kemukanya) dan mereka tetap (mengingkari) dan sangat menyombongkan diri. (QS. Nuh: 5 – 7)
Baca juga: KSAD Berikan Babinsa Seragam Khusus, Aman dari Serangan Senjata Tajam
Oleh karena itu, berhati-hatilah bila ingin berkata sesuatu terutama bila seseorang mengajak kepada kebaikan atau melarang dari melakukan kemungkaran. Terimalah dengan hati yang terbuka atau jawablah dengan jawapan yang lunak seperti ‘ terima kasih kerana tolong mengingatkan saya’, ‘ insya Allah saya akan berubah’ atau ucapan-ucapan positif yang lain.
Baca juga: Sigap Terapkan Prokes, Industri Sawit Mampu Bertahan di Tengah Pandemi
Atau apabila kita menerima nasehat, terimalah segala nasehat meskipun hal itu menyudutkan kita sebagai yang dinasehati. Ketidaksukaan atas sebuah nasehat haruslah ditahan sekuat tenaga agar tidak menunjukkan sikap sombong dan mudahnya berucap ' Uruslah dirimu sendiri", atau ucapan lain yang menyiratkan ketidaksukaan dan justru memperlihatkan kesombongan.
Baca juga: Sumur Tiga Rasa di Masjid Si Pitung, Begini Kisahnya
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :