Renungan: Kisah Burung Ingin Mengubah Tradisi Ramadhan

Senin, 19 April 2021 - 05:00 WIB
loading...
A A A
Allah Ta’ala berfirman: “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku”.

“Benar katamu itu,” potong imam masjid setelah sekian lama menjadi pendengar setia provokasi cendekiawan di kampungnya itu. Lalu ia mempersilakan sang pemuda ini ke rumahnya. “Kita ngopi dulu di rumah,” ajaknya.

Baca juga: Renungan: Membunuh dengan Lidah, Belajar dari Kodok Budeg

Mereka pun melanjutkan obrolan di rumah imam masjid sembari menikmati kopi dan singkong goreng.

Setelah menyeruput kopinya, imam masjid mulai berganti bicara. Sepertinya ia lari dari provokasi anak muda ini. Ia menceritakan kisah burung hoopoe dan burung hantu. “Ini kisah mistis seorang filsuf masyhur, Syaikh Al-Isyraq,” ujarnya, sembari menyeruput kopinya lagi.

Sang cenderkiawan pun terdiam. “Mungkin antum sudah tahu kisah ini,” lanjut imam masjid, disambut senyum sarjana tersebut.

“Suatu kali ketika sedang terbang, burung hoopoe tiba di lingkungan beberapa burung hantu, lalu mampir di sarang mereka,” imam masjid mulai berkisah.

Sebagaimana yang dikenal baik oleh masyarakat Arab, burung hoopoe termasyhur karena ketajaman matanya, sementara burung-burung hantu pada siang hari buta.

Burung hoopoe melewatkan malam itu bersama burung-burung hantu di dalam sarang mereka, dan mereka menanyainya tentang segala macam hal.

Pada waktu fajar, ketika burung hoopoe berkemas dan siap untuk pergi, burung-burung hantu itu berkata, "Kawanku yang malang! Sungguh aneh, apa yang akan kamu lakukan ini? Bisakah kita bepergian pada siang hari?"

"Ini mengherankan," kata si Hoopoe, "Semua pekerjaan berlangsung pada siang hari."

"Apakah kamu gila?" burung-burung hantu itu bertanya. "Pada siang hari, dengan ketidakjelasan yang disebarkan matahari atas kegelapan malam, bagaimana kita bisa melihat?"

"Justru sebaliknya," kata si hoopoe, "Semua cahaya di dunia ini tergantung pada cahaya matahari, dan darinyalah segala sesuatu yang bersinar itu mendapatkan cahayanya. Sesungguhnya ia dinamakan 'mata dari hari', sebab ia merupakan sumber cahaya."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Bacaan Kamilin, Doa...
Bacaan Kamilin, Doa Setelah Salat Tarawih Lengkap dengan Dalilnya
Sejarah Salat Tarawih...
Sejarah Salat Tarawih 20 Rakaat, Simak Ulasannya di Sini!
Panduan Salat Tarawih...
Panduan Salat Tarawih 11 Rakaat dan 23 Rakaat, Kaum Muslim Wajib Tahu
10 Bacaan Surat Pendek...
10 Bacaan Surat Pendek Beserta Urutannya untuk Salat Tarawih
Tetap Berkah Meski di...
Tetap Berkah Meski di Rumah: Panduan Niat Salat Tarawih Sendiri
Siap Berjamaah! Panduan...
Siap Berjamaah! Panduan Niat Salat Tarawih 11 dan 23 Rakaat yang Penting Diketahui
Rekomendasi
Ilmuwan Menemukan Dunia...
Ilmuwan Menemukan 'Dunia Sponge Bob' Jauh di Bawah Es Antartika
Surat Einstein Ini Dapat...
Surat Einstein Ini Dapat Bantu Ilmuwan Pecahkan Misteri Alam Semesta
Fenomena Alam Ini yang...
Fenomena Alam Ini yang Bikin Tanah Bergerak dan Lubang Raksasa Bermuncuan
Artikel Terkini
Jelang Kedatangan Jemaah...
Jelang Kedatangan Jemaah Gelombang Kedua di Madinah, Wamenhaj Minta Petugas Haji Siaga
Mengapa Muharram Menjadi...
Mengapa Muharram Menjadi Awal Tahun Baru Hijriah?
Pemberangkatan Jemaah...
Pemberangkatan Jemaah Haji Gelombang Kedua dari Makkah Menuju Madinah Dimulai 7 Juni
Kumpulan Doa Pulang...
Kumpulan Doa Pulang Haji Lengkap dengan Zikirnya
Surat Al Ankabut Ayat...
Surat Al Ankabut Ayat 2-3, Mengingatkan Bahayanya Fitnah Akhir Zaman
Perilaku Manusia Modern...
Perilaku Manusia Modern dan Tanda Dekatnya Fitnah Dajjal
Infografis
Ilmuwan Ingin Redupkan...
Ilmuwan Ingin Redupkan Matahari untuk Atasi Pemanasan Global
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved