Renungan: Kisah Burung Ingin Mengubah Tradisi Ramadhan

Senin, 19 April 2021 - 05:00 WIB
loading...
A A A
Baca juga: Renungan: Memeluk Dunia, Belajar dari Burung Pelatuk

Tetapi burung-burung hantu itu mengira dapat mengalahkan logika si hoopoe dengan menanyakan mengapa tak seorang pun dapat melihat pada siang hari.

"Janganlah beranggapan bahwa lewat analogi dengan diri kalian sendiri setiap orang itu seperti kalian. Semua yang lain dapat melihat pada siang hari. Lihatlah aku. Aku dapat melihat, aku berada di dunia yang dapat dilihat, dapat diamati. Ketidakjelasan itu telah hilang, dan aku dapat mengenali permukaan yang cemerlang dengan jalan menyingkapkannya tanpa gangguan keragu-raguan."

Ketika burung-burung hantu itu mendengar ini, mereka menjadi ribut menjerit-jerit dan, sambil bertengkar satu sama lainnya, mereka berkata, "Burung ini berbicara tentang kemampuan melihat pada siang hari, ketika kita terserang kebutaan."

Dengan segera mereka menyerang si hoopoe dan melukainya dengan paruh dan cakar mereka. Mereka mengutuknya dengan memanggilnya 'si melek-siang-hari;' sebab kebutaan pada siang hari merupakan kewajaran di kalangan mereka.

"Jika kamu tidak menarik kembali perkataanmu," ujar burung-burung hantu, "Kamu akan dibunuh!"

"Jika aku tidak membuat diriku buta," pikir si hoopoe, "mereka akan membunuhku. Karena mereka merasakan kesakitan terutama pada mata mereka, kebutaan dan kematian akan terjadi secara serentak."

Dan kemudian, diilhami oleh pepatah, "Berbicaralah dengan orang-orang sesuai dengan tingkat kecerdasan mereka," dia menutup matanya dan berkata, "Lihat! Aku menjadi buta seperti kalian."

Melihat memang demikianlah halnya, mereka berhenti memukul dan melukai si burung hoopoe, yang menyadari bahwa mengungkap rahasia Ilahi di kalangan orang-orang yang tidak percaya sama saja dengan menyebarkan rahasia kekafiran mereka. Dan karenanya, sampai tiba waktu perpisahan, secara susah payah dia bertahan dengan berpura-pura buta dan berkata:

"Berkali-kali aku mengatakan bahwa aku akan menyingkapkan semua rahasia di dunia yang fana ini. Tetapi, karena takut akan pedang dan adanya hasrat untuk menyelamatkan diriku, [aku telah mengunci] bibirku dengan seribu paku."

Dia mengeluh dalam-dalam dan berkata, "Dalam diriku ada banyak pengetahuan; jika aku melepaskannya, aku akan terbunuh."

Imam masjid menutup ceritanya, disambut senyum lebar sang cendekiawan. “Saya paham,” ujar sarjana itu mengangkat pantatnya dari kursi, lalu mengulurkan tangannya bersalaman. “Saya bukan burung hoopoe,” tuturnya setelah mengucap salam.

Baca juga: Renungan: Meraih Suksesi, Belajar dari Pohon Jati
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Bacaan Kamilin, Doa...
Bacaan Kamilin, Doa Setelah Salat Tarawih Lengkap dengan Dalilnya
Sejarah Salat Tarawih...
Sejarah Salat Tarawih 20 Rakaat, Simak Ulasannya di Sini!
Panduan Salat Tarawih...
Panduan Salat Tarawih 11 Rakaat dan 23 Rakaat, Kaum Muslim Wajib Tahu
10 Bacaan Surat Pendek...
10 Bacaan Surat Pendek Beserta Urutannya untuk Salat Tarawih
Tetap Berkah Meski di...
Tetap Berkah Meski di Rumah: Panduan Niat Salat Tarawih Sendiri
Siap Berjamaah! Panduan...
Siap Berjamaah! Panduan Niat Salat Tarawih 11 dan 23 Rakaat yang Penting Diketahui
Rekomendasi
10 Lubang Terdalam di...
10 Lubang Terdalam di Bumi, Nomor 8 Dipercaya sebagai Istana Kerajaan Jin
Arkeolog Yakin Suku...
Arkeolog Yakin Suku Indian Kuno Saksi Kedahsyatan Banjir Besar di Zaman Nabi Nuh
Temuan Ini Buktikan...
Temuan Ini Buktikan Kedekatan Manusia Purba dengan Dinosaurus
Artikel Terkini
Mengapa Muharram Menjadi...
Mengapa Muharram Menjadi Awal Tahun Baru Hijriah?
Pemberangkatan Jemaah...
Pemberangkatan Jemaah Haji Gelombang Kedua dari Makkah Menuju Madinah Dimulai 7 Juni
Kumpulan Doa Pulang...
Kumpulan Doa Pulang Haji Lengkap dengan Zikirnya
Surat Al Ankabut Ayat...
Surat Al Ankabut Ayat 2-3, Mengingatkan Bahayanya Fitnah Akhir Zaman
Perilaku Manusia Modern...
Perilaku Manusia Modern dan Tanda Dekatnya Fitnah Dajjal
Jemaah Gelombang Kedua...
Jemaah Gelombang Kedua Tiba di Madinah, Wamenhaj Dahnil Minta KKHI Siaga Penuh
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved