Agar Sholat Tarawih Terasa Mudah dan Banjir Pahala

loading...
Agar Sholat Tarawih Terasa Mudah dan Banjir Pahala
Sholat tarawih boleh dilakukan sendiri di rumah atau berjamaah, yang penting ikhlaskan niat dalam melaksanakan ibadah tarawih dan banyak meminta hidayah kepada Allah agar bisa beribadah dengan baik dan diterima ibadahnya. Foto ilustrasi/ist
Di malam-malam Ramadhan ini, melaksanakan sholat tarawih sangat dianjurkan dan akan mendapat banyak pahala . Nah muslimah, agar sholat tarawih ini terasa mudah ada beberapa tips yang bisa kita lakukan.

Ustadz Yulian Purnama memberikan tips agar sholat tarwih terasa mudah dan mendapat banjir pahala. Berikut tipsnya:

1. Niat shalat tarawih itu cukup di hati. Niat itu sangat mudah, tidak ada lafal niat khusus yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam ataupun para sahabat.

Baca juga: Tidur Qailullah, Sunnah Rasulullah yang Banyak Manfaatnya

2. Shalat tarawih tidak memiliki batasan rakaat tertentu. Mayoritas shalat tarawih dan shalat malam Nabi adalah 11 rakaat (8 rakaat + 3 witir), namun boleh lebih dari itu. Dan boleh juga kurang dari 11 rakaat, karena tidak ada batasan tertentu.



3. Shalat tarawih itu lebih utama dikerjakan secara berjama'ah, namun boleh juga dikerjakan sendirian. Boleh menambah shalat malam sendirian setelah tarawih dan witir berjamaah.

4. Shalat tarawih boleh dikerjakan setelah isya langsung, boleh ada jeda dulu, dan boleh diakhirkan hingga tengah malam atau akhir malam.

5. Shalat tarawih lebih utama dikerjakan dua rakaat salam. Namun boleh juga dikerjakan empat rakaat satu salam.

Baca juga: Mengajak Anak Berlatih dan Belajar Puasa

6. Shalat witir lebih utama dikerjakan dua rakaat salam, lalu satu rakaat. Namun boleh juga dikerjakan tiga rakaat satu salam.

7. Dianjurkan membaca surat yang panjang ketika tarawih, namun tidak harus. Bacalah surat-surat yang sesuai kemampuan.

8. Bagi yang hafalannya sedikit, boleh membaca surat yang sama diulang pada rakaat yang berbeda.

9. Yang tidak punya hafalan sama sekali kecuali Al Fatihah, maka boleh membaca dari mushaf.

10. Anak laki-laki yang sudah mumayyiz boleh menjadi imam dari orang tuanya

Baca juga: Jangan Diabaikan, Ini Adab Orang Tua Terhadap Anak

11. Tidak ada bacaan khusus di antara shalat tarawih ataupun setelahnya, yang dibaca bersama-sama, ini adalah perkara yang diada-adakan.

12. Tidak ada bacaan khusus setelah shalat witir yang dibaca bersama-sama, ini adalah perkara yang diada-adakan. Terdapat doa setelah witir yang shahih dari Nabi, namun hukum membacanya sunnah (tidak wajib), dan dibaca sendiri-sendiri.

13. Ceramah tarawih bukan bagian dari shalat tarawih, dan memang tidak ada perintah ataupun anjurannya. Jadi tidak mengapa jika tidak ada.

14. Tidak perlu membaca niat puasa bersama-sama setelah shalat witir, karena ini tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam ataupun para sahabat. Dan niat itu sangat mudah, cukup di hati tidak perlu dilafalkan.
halaman ke-1
cover top ayah
وَلَقَدۡ مَكَّـنّٰكُمۡ فِى الۡاَرۡضِ وَجَعَلۡنَا لَـكُمۡ فِيۡهَا مَعَايِشَ ؕ قَلِيۡلًا مَّا تَشۡكُرُوۡنَ
Dan sungguh, Kami telah menempatkan kamu di bumi dan di sana Kami sediakan (sumber) penghidupan untukmu. (Tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur.

(QS. Al-A’raf:10)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!