Aa Gym : Amal Baik dan Berkah

loading...
Aa Gym : Amal Baik dan Berkah
Apapun hal baik yang datang kepada kita pasti datangnya adalah dari Allah Taala, begitupun dengan kepahitan yang datang kepada kita adalah atas izin dari Allah. Foto ilustrasi/ist
Dalam kehidupan sehari-hari, sebagai seorang muslim kita selalu terkait kepada Allah . Semakin terkait kepada Allah maka akan semakin mempunyai kekuatan . Begitupun semakin kita jauh dan tidak terkait kepada Allah maka kita akan semakin lemah. Laa haula wa laa quwwata illa billah, tiada daya (kekuatan) kecuali dengan izin Allah.

Baca juga: Masih Junub di Waktu Subuh, Bagaimana Hukum Puasanya?

KH Abdullah Gymnastiar atau dikenal dengan sapaan Aa Gym mengungkapkan hal tersebut dalam tausiyah onlinenya di laman pondok pesantren Daarut Tauhid. Menurutnya, salah satu hal yang harus kita waspadai dari diri kita adalah jika kita bertidak tanpa menghitung untung dan ruginya (dalam pandangan Allah) dari tindakan yang kita lakukan.

Perhatikan firman Allah Ta'ala berikut:

وَالْعَصْرِۙ – ١
اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ – ٢
اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ – ٣



“Demi masa, sungguh manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran”. (QS. Al Ashr: 1 – 3).

Baca juga: Inilah Kegiatan' Ngabuburit' Sesuai Sunnah Rasulullah, Yuk Amalkan!

Ada beberapa hal yang harus selalu kita ingat dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Apapun hal baik yang datang kepada kita pasti datangnya adalah dari Allah Ta’ala, begitupun dengan kepahitan yang datang kepada kita adalah atas izin dari Allah. Tetapi yang menentukan apakah itu menjadi keuntungan bagi kita atau justru kerugian adalah:

1. Menambah iman atau tidak

Apakah sesuatu yang kita lakukan itu akan menambah iman kita kepada Allah atau justru akan mengurangi kadar keimanan kita. Jika sesuatu yang kita lakukan itu menambah iman maka dampaknya adalah akan memberi ketenangan kepada kita, tetapi jika sesuatu hal yang kita lakukan itu malah mengurangi iman kita maka dampaknya adalah hati kita justru akan menjadi tidak tenang, galau, cemas, bingung.

Baca juga: Yang Merugi di Bulan Ramadhan, Siapa Saja Mereka?

Jadi ketika kita hendak melakukan sesuatu terlebih dahulu harus kita pikirkan apakah itu adalah pekerjaan yang menambah iman atau justru mengurangi iman.

2. Jadi amal shaleh atau salah

Selanjutnya kita perlu pertimbangkan terlebih dahulu sebelum melakukan sesuatu hal adalah apakah sesuatu tersebut adalah bagian dari amal shaleh atau bukan. Saat melakukan sesuatu hal pasti ada waktu yang dibutuhkan, jangan sampai waktu yang kita pergunakan untuk melakukan sesuatu hal malah tidak menjadi amal shaleh bagi kita.

Baca juga: Perempuan Indonesia Kian Berdaya

Salah satu cara kita mengukur apakah sesuatu itu adalah amal shaleh atau bukan adalah dengan cara pikirkan terlebih dahulu apakah kita siap mati atau tidak saat sedang melakukan sesuatu tersebut. Jika kita merasa ragu untuk siap mati ketika sedang melakukan sesuatu tersebut terarti itu adalah amalan yang salah, tetapi jika kita siap kalau harus mati saat melakukan hal tersebut, boleh jadi itu adalah amalan shaleh.

3. Menjadi contoh baik atau buruk

Sederhananya adalah apakah kita ingin sembunyi-sembunyi, orang lain jangan sampai mengetahui hal yang kita lakukan, atau kita merasa tidak masalah jika ada orang lain yang mengetahui dan mengikuti sesuatu yang kita lakukan. Dengan tolak ukur tersebut kita akan bisa menilai diri sendiri apakah hal yang akan kita lakukan akan menjadi pahala atau menjadi dosa.

Baca juga: PNM Menuju Rekor Dunia, Incar 1 Juta Nasabah Tahun Ini

Karena itu, Aa Gym menegaskan, pada intinya adalah diri kita sendiri bisa menilai dan menimbang apakah amalan dan pekerjaan yang kita lakukan atau hendak kita lakukan itu baik disisi Allah atau tidak, menjadi kebaikan bagi diri kita atau tidak. Karena mau tidak mau kita harus menentukan sikap apakah kita akan melakukan sesuatu yang bernilai baik atau sebaiknya.

"Karena jika hati sudah dipenuhi dengan maksiat maka akan sulit kebaikan masuk kedalam diri kita, begitupun sebaliknya jika hati kita sudah dipenuhi dengan kebaikan dan keimanan kepada Allah Ta’ala maka akan sulit bagi maksiat dan perilaku dosa untuk masuk kedalam diri kita,"tutupnya.

Baca juga: Protes Lockdown, PM Prancis Dibombardir Paket Celana Dalam

Wallahu A'lam
(wid)
cover top ayah
وَتَرَى الۡجِبَالَ تَحۡسَبُهَا جَامِدَةً وَّهِىَ تَمُرُّ مَرَّ السَّحَابِ‌ؕ صُنۡعَ اللّٰهِ الَّذِىۡۤ اَتۡقَنَ كُلَّ شَىۡءٍ‌ؕ اِنَّهٗ خَبِيۡرٌۢ بِمَا تَفۡعَلُوۡنَ‏
Dan engkau akan melihat gunung-gunung, yang engkau kira tetap di tempatnya, padahal ia berjalan (seperti) awan berjalan. (Itulah) ciptaan Allah yang mencipta dengan sempurna segala sesuatu. Sungguh, Dia Mahateliti apa yang kamu kerjakan.

(QS. An-Naml:88)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!