Hari ke-10 Ramadhan! Jangan Cemaskan Rezeki, Khawatirkanlah Amalanmu
Kamis, 22 April 2021 - 18:25 WIB
loading...
Suasana di Masjid Nabawi Madinah menjelang kedatangan bulan Ramadhan beberapa waktu lalu. Foto/dok SINDOnews
A
A
A
Tak terasa kita sudah memasuki hari ke-10 puasa Ramadhan bertepatan dengan Kamis (22/4/2021). Dalam satu riwayat disebutkan bahwa keutamaan 10 hari pertama bulan Ramadhan merupakan turunnya rahmat dan kasih sayang Allah Ta'ala.
Untuk diketahui, Ramadhan terbagi menjadi tiga bagian, yakni 10 hari pertama dikenal sebagai fase diturunkannya rahmat Allah. 10 hari keduanya merupakan fase ampunan. Dan 10 hari terakhir adalah pembebasan dari api neraka.
Namun hakikatnya, semua hari-hari Ramadhan adalah ampunan dan keberkahan. Apa yang kita dapat hari ini bertepatan Hari ke-10 Ramadhan sebaiknya jadi bahan evaluasi dan muhasabah bagi kita.
Apakah kita layak diampuni Allah sebagaimana yang disabdakan Nabi tentang keutamaan Ramadhan? Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
"Barang siapa yang melaksanakan puasa Ramadhan dengan keimanan dan keikhlasan, maka diampuni dosanya yang telah lalu." (HR Al-Bukhari dan Muslim)
Ketahuilah, orang yang merugi di bulan Ramadhan adalah mereka yang hanya mendapat rasa lapar dan haus saja. Ada juga di antara umat yang khawatir dengan rezekinya, khawatir tidak makan dan takut tidak mendapatkan tunjangan Hari Raya. Padahal seharusnya kita khawatir dengan amalan kita diterima atau tidak oleh Allah Robbul 'Alamin.
10 Hari puasa Ramadhan telah kita lalui. Rasulullah صلى الله عليه وسلم mengingatkan tentang orang yang merugi di bulan Ramadhan sebagaimana dinukil dari Kitab Ihya' Ulumuddin Juz I Hal 235:
"Banyak orang yang berpuasa tapi tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali lapar dan haus. Ada yang mengatakan ia adalah orang yang berbuka dengan sesuatu yang haram. Ada yang mengatakan, ia adalah orang yang menahan diri dari makanan yang halal dan berbuka dengan (memakan) daging orang lain sebab gibah (menggunjing) dan gibah itu adalah haram. Dan ada yang mengatakan, ia adalah orang yang tidak menjaga anggota badannya dari macam-macam dosa".
Jangan Khawatir Soal Rezeki
Al-Habib Quraisy Baharun mengatakan dalam satu tausiyahnya agar tidak terlalu mengkhawatirkan masalah rezeki, ingtalah bahwa Allah Ta'ala menjamin rezeki semua makhluk hidup. Kita diminta khawatir terhadap amalan karena Allah tidak menjamin seseorang masuk surga.
Allah Ta'ala berfirman:
وَكَأَيِّن مِّن دَآبَّةٍ لَّا تَحْمِلُ رِزْقَهَا ٱللَّهُ يَرْزُقُهَا وَإِيَّاكُمْ ۚ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ
"Dan berapa banyak makhluk bergerak yang bernyawa yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendiri, Allah lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu. Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui" (QS Al-Ankabut: 60)
Untuk diketahui, Ramadhan terbagi menjadi tiga bagian, yakni 10 hari pertama dikenal sebagai fase diturunkannya rahmat Allah. 10 hari keduanya merupakan fase ampunan. Dan 10 hari terakhir adalah pembebasan dari api neraka.
Namun hakikatnya, semua hari-hari Ramadhan adalah ampunan dan keberkahan. Apa yang kita dapat hari ini bertepatan Hari ke-10 Ramadhan sebaiknya jadi bahan evaluasi dan muhasabah bagi kita.
Apakah kita layak diampuni Allah sebagaimana yang disabdakan Nabi tentang keutamaan Ramadhan? Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
"Barang siapa yang melaksanakan puasa Ramadhan dengan keimanan dan keikhlasan, maka diampuni dosanya yang telah lalu." (HR Al-Bukhari dan Muslim)
Ketahuilah, orang yang merugi di bulan Ramadhan adalah mereka yang hanya mendapat rasa lapar dan haus saja. Ada juga di antara umat yang khawatir dengan rezekinya, khawatir tidak makan dan takut tidak mendapatkan tunjangan Hari Raya. Padahal seharusnya kita khawatir dengan amalan kita diterima atau tidak oleh Allah Robbul 'Alamin.
10 Hari puasa Ramadhan telah kita lalui. Rasulullah صلى الله عليه وسلم mengingatkan tentang orang yang merugi di bulan Ramadhan sebagaimana dinukil dari Kitab Ihya' Ulumuddin Juz I Hal 235:
"Banyak orang yang berpuasa tapi tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali lapar dan haus. Ada yang mengatakan ia adalah orang yang berbuka dengan sesuatu yang haram. Ada yang mengatakan, ia adalah orang yang menahan diri dari makanan yang halal dan berbuka dengan (memakan) daging orang lain sebab gibah (menggunjing) dan gibah itu adalah haram. Dan ada yang mengatakan, ia adalah orang yang tidak menjaga anggota badannya dari macam-macam dosa".
Jangan Khawatir Soal Rezeki
Al-Habib Quraisy Baharun mengatakan dalam satu tausiyahnya agar tidak terlalu mengkhawatirkan masalah rezeki, ingtalah bahwa Allah Ta'ala menjamin rezeki semua makhluk hidup. Kita diminta khawatir terhadap amalan karena Allah tidak menjamin seseorang masuk surga.
Allah Ta'ala berfirman:
وَكَأَيِّن مِّن دَآبَّةٍ لَّا تَحْمِلُ رِزْقَهَا ٱللَّهُ يَرْزُقُهَا وَإِيَّاكُمْ ۚ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ
"Dan berapa banyak makhluk bergerak yang bernyawa yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendiri, Allah lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu. Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui" (QS Al-Ankabut: 60)
Lihat Juga :