Hari ke-10 Ramadhan! Jangan Cemaskan Rezeki, Khawatirkanlah Amalanmu
Kamis, 22 April 2021 - 18:25 WIB
loading...
A
A
A
Dalam satu hadis, Nabi bersabda:
إن الرزق ليطلب العبد كما يطلبه أجله
"Sesungguhnya rezeki akan mengejar seorang hamba seperti ajal mengejarnya" (HR. Ibnu Majah No 5312)
Allah dan Rasul-Nya yang mulia tidak meninggalkan umat Islam tanpa petunjuk. Begitu juga dengan Ramadhan yang mulia, jangan sampai ia dibiarkan lewat begitu saja.
Rasulullah bersabda: "Celakalah seseorang, aku disebut-sebut di depannya dan ia tidak mengucapkan sholawat kepadaku. Dan celakalah seseorang, bulan Ramadhan menemuinya kemudian keluar sebelum ia mendapatkan ampunan. Dan celakalah seseorang yang kedua orang tuanya berusia lanjut namun kedua orangtuanya tidak dapat memasukkannya ke dalam Surga (karena kebaktiannya)." (HR at-Tirmidzi)
"Celakalah seorang hamba yang mendapati bulan Ramadhan kemudian Ramadhan berlalu dalam keadaan dosa-dosanya belum diampuni." (HR Ahmad)
Karena itu, memasuki 10 hari kedua Ramadhan ini kita harus tingkatkan ibadah, perbanyak membaca Al-Qur'an dan sedekah. Jangan sampai Ramadhan diisi dengan perbuatan yang dapat menghilangkan pahala puasa.
Jangan pula khawatir dengan urusan rezeki karena Ramadhan adalah bulan yang diberkahi. Terkait amalan, harus ada rasa takut (khauf) dan harap (roja') kepada Allah. Mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang diampuni dan dirahmati di bulan Ramadhan.
Baca Juga: Ramadhan di Tarim, Sholat Tarawih Bisa 100 Rakaat Hingga Jelang Subuh
إن الرزق ليطلب العبد كما يطلبه أجله
"Sesungguhnya rezeki akan mengejar seorang hamba seperti ajal mengejarnya" (HR. Ibnu Majah No 5312)
Allah dan Rasul-Nya yang mulia tidak meninggalkan umat Islam tanpa petunjuk. Begitu juga dengan Ramadhan yang mulia, jangan sampai ia dibiarkan lewat begitu saja.
Rasulullah bersabda: "Celakalah seseorang, aku disebut-sebut di depannya dan ia tidak mengucapkan sholawat kepadaku. Dan celakalah seseorang, bulan Ramadhan menemuinya kemudian keluar sebelum ia mendapatkan ampunan. Dan celakalah seseorang yang kedua orang tuanya berusia lanjut namun kedua orangtuanya tidak dapat memasukkannya ke dalam Surga (karena kebaktiannya)." (HR at-Tirmidzi)
"Celakalah seorang hamba yang mendapati bulan Ramadhan kemudian Ramadhan berlalu dalam keadaan dosa-dosanya belum diampuni." (HR Ahmad)
Karena itu, memasuki 10 hari kedua Ramadhan ini kita harus tingkatkan ibadah, perbanyak membaca Al-Qur'an dan sedekah. Jangan sampai Ramadhan diisi dengan perbuatan yang dapat menghilangkan pahala puasa.
Jangan pula khawatir dengan urusan rezeki karena Ramadhan adalah bulan yang diberkahi. Terkait amalan, harus ada rasa takut (khauf) dan harap (roja') kepada Allah. Mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang diampuni dan dirahmati di bulan Ramadhan.
Baca Juga: Ramadhan di Tarim, Sholat Tarawih Bisa 100 Rakaat Hingga Jelang Subuh
(rhs)
Lihat Juga :