Syarif Hidayatullah, Putra Mahkota Mesir yang Meninggalkan Tahtanya

Selasa, 27 April 2021 - 15:45 WIB
loading...
Syarif Hidayatullah,...
Ilustrasi/Ist
A A A
SEBELUM era Sunan Gunung Jati berdakwah di Jawa Barat, ada seorang ulama besar dari Bagdad datang di daerah Cirebon bersama 22 orang muridnya. Ulama besar itu bernama Syekh Kahfi. Ulama inilah yang lebih dahulu menyiarkan agama Islam di sekitar daerah Cirebon.

Baca juga: Kisah Sunan Muria Adu Sakti untuk Mendapatkan Si Cantik Dewi Roroyono

Al-kisah, buku Kisah dan Ajaran Wali Sanga karya H Lawrens Rasyidi menceritakan, putra Prabu Siliwangi dari Pajajaran bernama Pangeran Walangsungsang dan adiknya Rara Santang pada suatu malam mendapat mimpi yang sama. Mimpi itu terulang hingga tiga kali yaitu bertemu dengan Nabi Muhammad yang mengajarkan agama Islam.

Wajah Nabi Muhammad yang agung dan caranya menerangkan Islam demikian memesona membuat kedua anak muda itu merasa rindu. Tapi mimpi itu hanya terjadi tiga kali. Seperti orang kehausan, kedua anak muda itu mereguk air lebih banyak lagi, air yang akan menyejukkan jiwanya itu agama Islam.

Kebetulan mereka telah mendengar adanya Syekh Dzatul Kahfi atau lebih muda disebut Syekh Datuk Kahfi yang membuka perguruan Islam di Cirebon. Mereka mengutarakan maksudnya kepada Prabu Siliwangi untuk berguru kepada Syekh Datuk Kahfi, mereka ingin memperdalam agama Islam seperti ajaran Nabi Muhammad SAW. Tapi keinginan mereka ditolak oleh Prabu Siliwangi.

Baca juga: Sunan Kudus: Sang Eksekutor Syekh Siti Jenar dan Kebo Kenanga

Pangeran Walangsungsang dan adiknya nekad, keduanya melarikan diri dari istana dan pergi berguru kepada Syekh Datuk Kahfi di Gunung Jati. Setelah berguru beberapa lama di Gunung Jati, Pangeran Walangsungsang diperintahkan oleh Syekh Datuk Kahfi untuk membuka hutan di bagian selatan Gunung Jati.

Pangeran Walangsungsang adalah seorang pemuda sakti, tugas itu diselesaikannya hanya dalam beberapa hari. Daerah itu dijadikan pedukuhan yang makin hari banyak orang berdatangan menetap dan menjadi pengikut Pangeran Walangsungsang.

Setelah daerah itu ramai, Pangeran Walangsungsang diangkat sebagai kepala Dukuh dengan gelar Cakrabuana. Daerahnya dinamakan Tegal Alang-alang. Orang yang menetap di Tegal Alang-alang terdiri dari berbagai rasa atau keturunan, banyak pula pedagang asing yang menjadi penduduk tersebut, sehingga terjadilah pembauran dari berbagai ras dan pencampuran itu dalam bahasa Sunda disebut Caruban.

Maka Tegal Alang-alang disebut Caruban. Sebagian besar rakyat Caruban mata pencariannya adalah mencari udang kemudian dibuatnya menjadi petis yang terkenal.

Dalam bahasa Sunda Petis dari air udang itu, Cai Rebon. Daerah Carubanpun kemudian lebih dikenal sebagai Cirebon hingga sekarang ini.

Baca juga: Kisah Sunan Kudus Hentikan Wabah Virus di Arab, Minta Upah Batu

Setelah dianggap memenuhi syarat, Pangeran Cakrabuana dan Rarasantang di perintah Datuk Kahfi untuk melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci. Di Kota Suci Mekkah, kedua kakak beradik itu tinggal di rumah seorang ulama besar bernama Syekh Bayanillah sambil menambah pengetahuan agama.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Ketupat Lebaran, Asal-usul...
Ketupat Lebaran, Asal-usul dan Filosofisnya
Apakah Walisongo Keturunan...
Apakah Walisongo Keturunan Nabi Muhammad SAW?
Sejarah Sekaten, Peninggalan...
Sejarah Sekaten, Peninggalan Hindu yang Diislamisasi
Silsilah Nasab Sunan...
Silsilah Nasab Sunan Gunung Jati yang Tersambung kepada Rasulullah SAW
10 Ragam Tradisi Menyambut...
10 Ragam Tradisi Menyambut Kedatangan Ramadan di Indonesia
Apakah Walisongo Keturunan...
Apakah Walisongo Keturunan Nabi Muhammad SAW? Berikut Nasab Lengkapnya
Rekomendasi
Terumbu Karang Purba...
Terumbu Karang Purba Berusia 800 Tahun Ditemukan di Laut Merah
Mengenal Selat Gibraltar,...
Mengenal Selat Gibraltar, Laut Dua Warna yang Disebutkan dalam Al Quran
Mencairnya Es Ungkap...
Mencairnya Es Ungkap Rahasia Ribuan Tahun di Pegunungan Rocky
Artikel Terkini
Doa Memasuki Tahun Baru...
Doa Memasuki Tahun Baru Islam, Jangan Lupa Diamalkan!
Samakah 1 Muharram dengan...
Samakah 1 Muharram dengan 1 Suro? Simak Penjelasannya di Sini!
Perlukah Melakukan Resolusi...
Perlukah Melakukan Resolusi Hidup di Tahun Baru Islam?
Siap-siap Memasuki Muharram,...
Siap-siap Memasuki Muharram, Ini 4 Keutamaan Bulan Haram Tersebut!
Lambaian Tangan PPIH...
Lambaian Tangan PPIH Iringi 5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Makkah
Pulang Ibadah dari Tanah...
Pulang Ibadah dari Tanah Suci, Bolehkah Memakai Gelar Haji?
Infografis
Politikus Muslim Mulai...
Politikus Muslim Mulai Kuasai Politik AS, Sinyal Kebangkitan Islam di Paman Sam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved