Kisah Abdullah bin Hudzafah Mencium Kepala Kaisar Romawi
Kamis, 29 April 2021 - 04:05 WIB
loading...
A
A
A
Kata Kaisar, “Kalau begitu, saya bunuh engkau!”
Jawab Abdullah, “Silakan...! Lakukanlah sesuka Anda!”
Raja memerintahkan mengikat Abdullah di kayu salib. Kemudian diperintahkannya tukang panah memanah lengan Abdullah.
Sesudah itu Kaisar bertanya, “Bagaimana...? Maukah engkau masuk agama Nasrani?”
“Tidak!” kata Abdullah menahan perih akibat luka panah.
“Panah kakinya!” perintah Kaisar. Maka dipanah orang pula kakinya.
“Nah! Maukah engkau pindah agama?” tanya Kaisar membujuk ‘Abdullah tetap menolak.
Sesudah itu Kaisar menghentikan pesiksaan dengan panah. Abdullah diturunkan dari tiang salib. Kemudian Kaisar meminta sebuah kuali besar, lalu dituangkan minyak ke dalamnya dan diletakkan orang di atas tungku berapi.
Baca juga: Raja Kisra Berakhir Tragis karena Hina Nabi, Bandingkan dengan Raja Heraclius yang Hormat
Setelah minyak menggelegak, Kaisar meminta dua orang tawanan muslim. Seorang di antaranya dilemparkan ke dalam kuali. Sebentar kemudian, daging orang itu hancur sehingga tinggal tulang belulang. Kaisar menoleh kepada Abdullah, dan membujuknya masuk Nasrani. Tetapi Abdullah menolak lebih keras.
Setelah putus asa, Kaisar memerintahkan pengawal melemparkan Abdullah ke dalam kuali. Ketika pengawal menggiring Abdullah ke dekat kuali, Abdullah menangis. Para pengawal mengatakan kepada Kaisar, “Dia menangis, Paduka!” Kaisar menduga, tentu Abdullah menangis karena takut mati.
Kata Kaisar, “Bawa dia kembali kepadaku!”
Jawab Abdullah, “Silakan...! Lakukanlah sesuka Anda!”
Raja memerintahkan mengikat Abdullah di kayu salib. Kemudian diperintahkannya tukang panah memanah lengan Abdullah.
Sesudah itu Kaisar bertanya, “Bagaimana...? Maukah engkau masuk agama Nasrani?”
“Tidak!” kata Abdullah menahan perih akibat luka panah.
“Panah kakinya!” perintah Kaisar. Maka dipanah orang pula kakinya.
“Nah! Maukah engkau pindah agama?” tanya Kaisar membujuk ‘Abdullah tetap menolak.
Sesudah itu Kaisar menghentikan pesiksaan dengan panah. Abdullah diturunkan dari tiang salib. Kemudian Kaisar meminta sebuah kuali besar, lalu dituangkan minyak ke dalamnya dan diletakkan orang di atas tungku berapi.
Baca juga: Raja Kisra Berakhir Tragis karena Hina Nabi, Bandingkan dengan Raja Heraclius yang Hormat
Setelah minyak menggelegak, Kaisar meminta dua orang tawanan muslim. Seorang di antaranya dilemparkan ke dalam kuali. Sebentar kemudian, daging orang itu hancur sehingga tinggal tulang belulang. Kaisar menoleh kepada Abdullah, dan membujuknya masuk Nasrani. Tetapi Abdullah menolak lebih keras.
Setelah putus asa, Kaisar memerintahkan pengawal melemparkan Abdullah ke dalam kuali. Ketika pengawal menggiring Abdullah ke dekat kuali, Abdullah menangis. Para pengawal mengatakan kepada Kaisar, “Dia menangis, Paduka!” Kaisar menduga, tentu Abdullah menangis karena takut mati.
Kata Kaisar, “Bawa dia kembali kepadaku!”
Lihat Juga :