Idul Fitri Sebagai Pengingat Akan Akhirat, Begini Kata Imam Ghazali

Rabu, 12 Mei 2021 - 17:24 WIB
loading...
A A A
Melihat keganjilan itu, keluarganya heran dan bertanya, “Wahai Shalih, bukankah ini hari raya, hari bersuka cita. Kenapa engkau bersedih seperti ini?”

Shalih menjawab, “Aku tahu ini adalah hari raya Idul Fitri. Tapi, selama ini aku telah melaksanakan perintah-perintah Allah, dan aku tidak tahu, apakah amalku diterima atau tidak?!”

Lalu Shalih duduk di emperan mushola. Lagi-lagi, keganjilan Shalih itu memancing perhatian warga. “Mengapa engkau tidak duduk di tengah mushola saja?” tanya warga.

Shalih menjawab, “Aku datang untuk meminta belas kasih (rahmat) Allah, maka di sini lah tempat yang layak untuk seorang peminta.” (lihat Durratun Nashihin, hal 277)

Baca juga: Idul Fitri 1442 Hijriah, Wapres Ma’ruf Amin Tidak Gelar Open House

Kisah Shalilh tersebut memiliki pesan moral yang sangat mendalam. Saat Idul Fitri tiba, kebanyakan orang memaknai hari itu sebagai hari bersuka cita. Sampai kadang terlalu larut dalam kesenangan dunia. Itulah mengapa pada malam Idul Fitri, Rasulullah menganjurkan kita untuk menghidupkankannya dengan beribadah dan memperbanyak mengingat Allah.

Rasulullah saw pernah bersabda,

مَنْ قَامَ لَيْلَتَىِ الْعِيدَيْنِ لِلهِ مُحْتَسِبًا لَمْ يَمُتْ قَلْبُهُ يَوْمَ تَمُوتُ الْقُلُوبُ. (رواه الشافعي وابن ماجه)

Artinya, “Siapa saja yang qiyamul lail pada dua malam Id (Idul Fitri dan Idul Adha) karena Allah demi mengharap ridha-Nya, maka hatinya tidak akan mati pada hari di mana hati manusia menjadi mati,” (HR. As-Syafi’i dan Ibn Majah).

Idul Fitri bukanlah momen berfoya-foya dengan kesenangan duniawi. Apalagi sampai lupa kepada Allah SWT. Justru, menurut Syekh Utsman bin Hasan bin Ahmad al-Khuwayri, hikmah adanya Idul Fitri di dunia adalah sebagai pengingat akan akhirat.

Saat Idul Fitri, kita akan menyaksikan begitu banyak orang keluar rumah dengan segala macam rupanya, sebagaimana nanti di akhirat kelak. Sebagian mereka ada yang berjalan kaki, ada berkendara, ada yang memakai baju dan tidak, ada yang busananya begitu mewah, ada yang berbusana biasa saja, ada yang tertawa gembira, dan ada pula yang berduka (liat Durratun Nashihin, hal 277-278)
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Tobat Menurut Imam Ghazali:...
Tobat Menurut Imam Ghazali: Ilmu, Hal dan Amal
Umat Islam Wajib Berilmu...
Umat Islam Wajib Berilmu dan Mandiri, Begini Penjelasan Syaikh Al-Qardhawi
Puisi Erotis yang Dibaca...
Puisi Erotis yang Dibaca Pada Pertemuan Para Sufi Menurut Imam Al-Ghazali
Penggunaan Musik dan...
Penggunaan Musik dan Tarian yang Bersifat Keagamaan Menurut Imam Al-Ghazali
Imam Al-Ghazali: Musik...
Imam Al-Ghazali: Musik Itu Menyenangkan Tidak Lantas Membuatnya Haram
Imam Al-Ghazali: Puasa...
Imam Al-Ghazali: Puasa Berarti Musnahnya Kehendak Nafsu
Rekomendasi
Cerro El Cono Diyakini...
Cerro El Cono Diyakini Piramida yang Tersembunyi di Hutan Amazon
Temuan Ini! Bikin Joe...
Temuan Ini! Bikin Joe Biden Yakin Banget Jakarta Tenggelam 10 Tahun Lagi
Kereta dan Kota Emas...
Kereta dan Kota Emas Firaun Ditemukan, Ahli Gali Keberadaan Tongkat Nabi Musa
Artikel Terkini
Bacaan Niat 3 Jenis...
Bacaan Niat 3 Jenis Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Deretan Dalil Kuat Anjuran...
Deretan Dalil Kuat Anjuran 3 Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Jadwal Puasa Muharam...
Jadwal Puasa Muharam 1448 H Tahun 2026, Kapan Puasa Tasu'a dan Asyura Dilaksanakan?
Jangan Libatkan Anak...
Jangan Libatkan Anak dalam Konflik Perceraian, Ini Pesan Buya Yahya untuk Orang Tua
Ramai Kasus Perebutan...
Ramai Kasus Perebutan Hak Asuh Anak, Begini Aturan Hadhanah dalam Islam
5 Putusan Rasulullah...
5 Putusan Rasulullah SAW tentang Hak Asuh Anak Setelah Perceraian
Infografis
Daerah Asal dan Tujuan...
Daerah Asal dan Tujuan Arus Mudik Lebaran Idul Fitri 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved